Logo NewFemme
Mengenal Kanker Serviks: Apa Saja Faktor Resikonya?

Mengenal Kanker Serviks: Apa Saja Faktor Resikonya?

Kesehatan 119

Kanker serviks merupakan kanker yang tumbuh dan berkembang dari bagian serviks atau leher rahim pada organ reproduksi wanita. Serviks merupakan sepertiga bagian bawah uterus (rahim), berbentuk silindris, menonjol, dan berhubungan dengan vagina melalui ostium uteri eksternum.

Seluruh wanita memiliki kemungkinan untuk mengidap kanker serviks, terutama pada wanita yang berusia lebih dari 30 tahun. Di Indonesia, kanker serviks menduduki peringkat ke-2 dari 10 untuk jenis kanker terbanyak berdasarkan data dari Patologi Anatomi tahun 2010. Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia, diperkirakan terdapat 90-100 kasus baru kanker serviks setiap 100.000 penduduk. 

Faktor Risiko

Hampir seluruh kasus kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (human papillomavirus). HPV merupakan virus yang dapat ditransmisikan kepada orang lain saat melakukan hubungan seksual. HPV merupakan virus umum yang dapat dijumpai dan biasanya tidak menimbulkan suatu gejala. Akan tetapi, terdapat kemungkinan seiring dengan berjalannya waktu HPV akan terakumulasi dan dapat menyebabkan kanker serviks. Berikut merupakan beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks:

  1. Merokok

  2. Mengonsumi pil pengendali kehamilan (pil KB) dalam jangka waktu panjang, 5 tahun atau lebih

  3. Telah melahirkan 3 anak atau lebih

  4. Melakukan hubungan seksual dengan beberapa partner

  5. Mengidap HIV atau kondisi kesehatan lain yang mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan penyakit.

Cara Menurunkan Risiko Kanker Serviks

Jangan merokok, menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan seksual, dan membatasi jumlah partner seksual merupakan gaya hidup yang dapat dikurangi untuk menurunkan risiko kanker serviks. Perlu diingat bahwa infeksi virus HPV dapat terjadi pada pria maupun wanita. Maka dari itu langkah terbaik untuk menghindarkan diri dari kanker serviks adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan vaksin kanker serviks.

Vaksin kanker serviks atau juga disebut vaksin HPV melindungi kita dari tipe virus HPV penyebab kanker serviks, vagina, dan vulva. Vaksinasi ini secara efektif dapat mencegah terjadinya infeksi baru virus HPV, tapi pengobatan akibat infeksi yang sudah terjadi tidak cukup hanya dengan vaksin. 

Vaksin HPV direkomendasikan untuk remaja usia 11-12 tahun, tapi sudah dapat diberikan kepada anak berusia 9 tahun keatas. Orang dewasa dengan usia 26 tahun kebawah juga direkomendasikan untuk melakukan vaksinasi jika belum melakukannya. Khusus untuk orang dewasa pada rentang usia 27-45 tahun wajib untuk melakukan konsultasi kepada dokter sebelum melakukan vaksin HPV.

  1. Melakukan pemeriksaan secara berkala.

Terdapat dua jenis tes yang dapat membantu mencegah kanker serviks dengan mendeteksinya secara dini. Tes yang pertama adalah pap test (atau pap smear) yang akan mencari perubahan sel pada serviks yang mungkin dapat menjadi berubah menjadi kanker jika tidak segera ditanggulangi. Tes yang kedua adalah tes HPV dengan tujuan untuk mencari virus HPV yang dapat menjadi penyebab kanker serviks.

Semua wanita memiliki peluang untuk mengidap penyakit kanker serviks. Akan tetapi, seberapa besar risiko yang dimiliki oleh tiap orang dapat berbeda karena dipengaruhi oleh gaya hidup dan kesadaran diri akan kesehatan organ reproduksi. Apabila kita abai, kanker serviks dalam tahap yang sudah parah dapat menyebabkan gejala pendarahan sesaat setelah berhubungan seksual. Selalu komunikasikan dengan dokter apabila terjadi gangguan pada organ reproduksimu, ya, ladies.

Jangan lupa untuk membaca artikel tentang kesehatan tubuh lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Division of Cancer Prevention and Control. (2022). Cervical Cancer. Centers for Disease Control and Prevention. [online]. https://www.cdc.gov/cancer/cervical/

Kementerian Kesehatan RI. Panduan Penatalaksanaan Kanker Serviks. Kanker Kemenkes RI. [online]. http://kanker.kemkes.go.id/guidelines/PPKServiks.pdf