Logo NewFemme
Kakak dan Adik Selalu Bertengkar? Cek 3 Faktanya tentang Sibling Rivalry

Kakak dan Adik Selalu Bertengkar? Cek 3 Faktanya tentang Sibling Rivalry

Parenting 335

Sibling rivalry adalah bentuk kompetisi atau persaingan diantara saudara untuk mendapatkan cinta, afeksi atau kasih sayang, perhatian, pengakuan atau keuntungan dari salah satu atau kedua orangtua.

Banyak sekali faktor penyebab terjadinya sibling rivalry dari rasa cemburu, dinamika keluarga, kurangnya waktu yang dihabiskan bersama dengan orangtua, kehadiran saudara baru, jenis kelamin, jarak kelahiran, pola asuh orangtua, dan lain-lain.

Terkadang, beberapa anak bahkan menampakkan secara terang-terangan bentuk kecemburuan itu misalnya dengan memukul bayi, mendorong bayi dari pangkuan ibu, hingga menarik botol dot dari mulut bayi.

Seorang psikolog, Yanny Elok dalam satu kesempatan forum diskusi mengemukakan beberapa hal terkait fakta pada sibling rivalry. Dan berikut adalah tiga fakta diantaranya :

 

Fakta pertama, sibling rivalry lebih umum dialami oleh anak sulung

sumber: unsplash.com

Anak sulung pernah mengalami masa dimana perhatian orangtua hanya fokus padanya tanpa berbagi dengan saudara lainnya. Ketika sang kakak harus kehilangan teritorinya, membagi semua perhatian yang pernah didapatkannya kepada sang adik, kakak akan merasa diacuhkan, maka hal tersebutlah yang dapat memicu munculnya rasa iri dan cemburu.

Penelitian menyatakan ada sekitar 90% anak sulung yang menampakkan perilaku regresi atau bentuk perilaku bermasalah ketika sang adiknya lahir. Biasanya kasus regresi pada anak akan membuatnya menjadi pemilih atau hal lainnya dengan tujuan agar perhatian orangtua kembali kepadanya.

Meski begitu, sebenarnya sibling rivalry bukan hanya terjadi pada anak pertama saja, tetapi juga berpotensi dialami oleh anak kedua atau ketiga saat mereka merasa cemburu dengan kehadiran seorang adik. 

 

Baca Juga: Cara Menghadapi Anak yang Punya Masalah di Sekolah

 

Fakta kedua, sibling rivalry sering terjadi pada anak dengan gender yang sama

sumber: pixabay

Persaingan antar saudara biasanya lebih banyak terjadi pada saudara dengan gender yang sama, baik laki-laki maupun perempuan. Pada beberapa kasus, anak laki-laki lebih banyak menunjukkan konflik dengan saudara dibandingkan dengan anak perempuan. Kecemburuan anak laki-laki lebih agresif dan banyak ditunjukkan melalui fisik seperti berkelahi.

Tetapi, banyak juga peneliti yang menyebutkan bahwa sibling rivalry lebih sering dialami oleh perempuan. Perempuan lebih banyak melibatkan perasaannya ketika menghadapi permasalahan. Ketika sesama saudara perempuan saling bertengkar kemungkinan besar sang kakak perempuan akan lebih cerewet dan suka mengatur terhadap adik perempuannya.

Terlepas dari perbedaan jenis kelamin yang memengaruhi munculnya sibling rivalry, orangtua hendaknya lebih fokus pada dampak yang ditimbulkan akibat perselisihan ini. Seorang anak yang merasa selalu kalah dari saudaranya akan merasa minder dan rendah diri, dan ini yang membuatnya jadi benci terhadap saudara kandungnya sendiri.

 

Sibling rivalry cenderung muncul pada anak dengan hubungan orangtua yang kurang baik

sumber: unsplash.com

Salah satu pengebab terjadinya sibling rivalry pada anak adalah pola asus orangtua yang terlalu overprotektif. Pola asuh ini cenderung terlalu mengekang anak atau malah terlalu memanjakan demi menjaga keamanan dan menghindarkan anak dari sesuatu yang buruk.

Niatnya memang baik, tetapi orangtua juga harus tahu batasan sesuatu yang “terlalu” pasti akan berdampak buruk pada anak. Contoh orangtua yang overprotektif seperti selalu menyediakan segala hal yang diinginkan anak, terlalu menghibur anak, dan lain sebagainya. Perilaku-perilaku seperti ini yang dapat memunculkan kecemburuan apalagi jika perhatian tersebut hanya diberikan kepada satu anak.

Selain kondisi tersebut, anak yang orangtuanya mengalami perceraian juga lebih rentan mengalami sibling rivalry karena perceraian menjadi sumber daya pengasuhan yang berkurang. Dari hal tersebutlah dapat memicu adanya perebutan perhatian antar saudara.  

Seiring berkembangnya kognisi, fisik, dan mental, anak akan lebih dapat berpikir terhadap kondisi yang terjadi di sekitarnya, dengan begitu persaingan antar saudara kandung dapat menurun. Maka dari itu penting sekali bagi orangtua untuk memiliki sikap yang tepat dalam menghadapi perilaku sibling rivalry pada anak agar tidak berlanjut hingga dewasa. Dan itulah tiga fakta diantara sekian banyak fakta lainnya tentang sibling rivalry.

Oleh: Sahabat Pena Newfemme Isma Saqila