Logo NewFemme
Pertimbangkan 4 Hal ini Sebelum Memutuskan Nikah Muda!

Pertimbangkan 4 Hal ini Sebelum Memutuskan Nikah Muda!

Kecantikan 158

Kamu mungkin membayangkan hidup yang berat ini akan lebih mudah jika ada seseorang di sampingmu. Memiliki teman hidup, sehingga kamu tidak lagi bernyanyi, menari dan menempuh petualangan sendirian. Terdengar menyenangkan bukan?
Imajinasi tersebut bisa kamu wujudkan salah satunya dengan mengambil keputusan untuk menikah. Sayangnya, kamu juga perlu tahu. Meski cinta dipercaya bisa mengalahkan segalanya, tapi menikah tidak semudah berbagi tempat tidur semata. Terutama jika kamu memutuskan untuk menikah muda.
Tidak ada yang salah dengan nikah muda. Perlu digaris bawahi bahwa yang dimaksud adalah bukan di bawah umur yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan biologis maupun psikologis. 
Pernikahan di bawah umur atau pernikahan anak sangatlah riskan, berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa mereka yang menikah di bawah umur berpotensi memiliki keturunan yang stunting, mengalami perceraian, hingga masalah kesehatan seperti dan osteoporosis. Dari semua potensi masalah akibat pernikahan di bawah umur ini, yang menanggung adalah perempuan (lagi).
Sedangkan, untuk pernikahan di usia muda—anjuran BKKBN 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki—cenderung lebih aman dalam hal kesehatan reproduksi. Kendati demikian, pernikahan tetaplah barang sakral yang tidak melulu bicara perkara biologis.  
Kamu tentu tidak ingin mengalami penyesalan di kemudian hari. Berikut beberapa hal yang patut kamu pikirkan sebelum mengambil keputusan untuk nikah muda.

4 Pertimbangan Penting Sebelum Nikah Muda

1. Mengenali Diri Sendiri dan Pasangan

Perubahan adalah fakta kehidupan. Dulu kamu bercita-cita menjadi dokter, tapi sekarang kamu lebih ingin menjadi seorang guru. Itu bisa dengan mudah terjadi.
Bakat, minat, dan kebiasaan bisa terus berubah seiring bertambahnya usia. Setelah menikah, setiap pasangan harus berbagi pemahaman tentang bagaimana gambaran masa depan yang diinginkan. Menurut psikolog dari The Inside Compass, Dr. Andrea Herber, tantangan ini sulit dijawab oleh mereka yang masih berusia muda.
Di usia yang masih muda, kita tidak benar-benar tahu bagaimana melihat bahwa pasangan kita akan mendukung impian kita. Menurut Herber, itu karena kita sendiri belum tahu apa yang kita impikan dan bagaimana cara mewujudkannya.
Ini menjadi alasan yang mendasar kenapa kita tidak boleh hanya disibukkan dengan mengenali calon pasangan. Akan tetapi, sebelumnya kita harus memahami diri kita sendiri. 
Perjalanan hidup yang akan mengantarkan kita pada proses mengenali diri tersebut. Dan mungkin, itu belum separuh jalan saat kita masih berusia muda. 

2. Menikah Bukan Jalan Pintas Keluar dari Masalah

Masih menurut Dr. Herber, sebagian dari kalangan muda menganggap menikah bisa menjadi jalan pintas untuk keluar dari masalah. Kamu mungkin tidak betah tinggal bersama orang tua atau kehidupan perkuliahan semakin berat, dan menganggap keputusan untuk segera menikah akan menolong kamu keluar dari jerat masalah tersebut.
Jika alasan kamu seperti itu, sebaiknya pikir-pikir lagi. Ini bukan pertanda baik dan bisa berakibat fatal karena kamu tidak sedang melibatkan pasangan. Ini contoh alasan yang kuat untuk mengatakan kalau kamu hanya sedang memikirkan diri sendiri. Sedangkan menikah, adalah tentang sepasang manusia. 

3. Menjalani Hidup Terlalu Cepat

Setelah kamu menikah, kamu akan mengalami banyak perubahan. Mulai dari sekadar bertambahnya hiasan cincin di jari manis, hingga berubahnya jam tidur.
Pernikahan akan membawa kamu ke fase kehidupan baru yang menuntut lebih banyak tanggung jawab. Raffi Bilek, seorang konselor pasangan sekaligus  direktur Baltimore Therapy Center, menceritakan kalau beberapa pasangan muda menyesal karena terlalu cepat masuk ke tahap kehidupan yang belum mereka inginkan tersebut.
Bagaimanapun jiwa muda itu tidak mudah pergi begitu saja. Kita mungkin sempat bermimpi untuk melakukan perjalanan sendiri ke antah brantah, tapi setelah menikah keinginan itu sangat mungkin pupus atau setidaknya tertunda karena lebih banyak lagi tanggung jawab yang harus diemban.

4. Melajang Tidak Selalu Buruk Kok!

Ada ungkapan lama yang mengatakan kalau kita tidak akan pernah tahu apa yang kita miliki setelah barang itu hilang. Haji Roma Irama juga menggunakan ungkapan ini untuk lagunya yang berjudul Kehilangan. Apa yang akan kita alami ketika predikat “lajang” itu lepas?

Saat kita menikah muda, kemungkinan besar teman-teman di sekitar kita belum menikah. Kondisi ini akan membuat kehidupan pertemanan itu begitu berbeda.
Penulis Dating Again With Courage and Confidence, Fran Greene, mengatakan kalau seharusnya saat kamu dewasa, itu semua tentang kamu, mulai dari karir hingga kehidupan sosial. Itu tidak sepenuhnya kamu miliki setelah menikah.

Oleh: Sahabat Pena Newfemme, Lilya Windi Pramesti.