Logo NewFemme
Kenali 3 Jenis Jerawat dan Cara Menghindarinya!

Kenali 3 Jenis Jerawat dan Cara Menghindarinya!

Kecantikan 404

Jerawat adalah kondisi dimana pori-pori kulit tersumbat oleh rambut, sebum atau zat berminyak, bakteri, dan kulit mati. Penyumbatan tersebut menghasilkan benjolan lunak kecil, memerah maupun yang membandel seperti jerawat batu, sering kali keberadaannya mengganggu kepercayaan diri. 

Kemunculannya pun dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti genetik, hormon tubuh, serta kebersihan. Meskipun dipengaruhi oleh hormon dan genetik, jerawat dapat diobati dan dicegah sebelum muncul. Memiliki kulit wajah yang sehat dan bebas jerawat tentu dambaan setiap orang bukan? Nah, untuk mengobati jerawat ladies harus tau apa saja sih jenis jerawat itu. Secara umum jenis jerawat dibagi menjadi tiga. 

Pertama, comedonal. Terbagi menjadi dua jenis yaitu blackheads dan whiteheads. Blackheads merupakan benjolan yang terbuka yang terisi minyak berlebih dan kulit mati. Sebaliknya, whiteheads merupakan benjolan yang tertutup oleh minyak berlebih dan kulit mati.

 

Kedua, papulo-pustular. Terbagi menjadi dua jenis juga yaitu papula dan pustula. Papula merupakan benjolan kecil yang memiliki diameter kurang dari 5 mm, sedangkan pustula ini berukuran lebih kecil dengan pusat terlihat berwarna lebih pekat. 

 

Ketiga, nodular atau jerawat parah yaitu benjolan yang memiliki diameter lebih dari 5 mm. Tingkat keparahan dari jerawat diukur dari jumlah dan lesi atau keabnormalan jaringan pada kulit. (Liao, 2003) dalam paper-nya yang berjudul Management of Acne membagi tiga tingkat keparahan jerawat yaitu jerawat ringan, sedang, dan berat. 

sumber: pixabay.com

Baca Juga: Arti Jerawat Berdasarkan Tempat Munculnya

Jerawat ringan didefinisikan dengan jumlah komedo kurang dari 20 atau kurang dari 15 lesi. Jerawat sedang, dengan jumlah komedo 20 sampai 100 komedo atau 15-50 lesi dan jerawat parah dengan lebih dari 5 nodular atau jumlah lesi lebih dari 50. Tingkat keparahan tersebut berfungsi untuk panduan pengobatan. 
 

Ladies dapat berusaha mengobati jerawat secara mandiri, bisa dengan menggunakan bahan kimia (chemical) maupun alami seperti masker bengkoang, lidah buaya, air, dan lain-lain. Namun ketika jerawat tidak membaik atau semakin parah baiknya konsultasikan dengan dokter kulit. Untuk menghindari munculnya jerawat lakukan beberapa opsi berikut: 


Ganti sprei secara teratur
Ketika tidur dengan posisi miring tentu wajah kita menempel di sprei. Sprei yang kotor dan terdapat bakteri dapat memicu tumbuhnya jerawat.

 

Kurangi makan gorengan 
Kandungan minyak yang terdapat dalam gorengan dapat meningkatkan produksi sebum pada wajah serta wajah yang berminyak lebih rentan muncul jerawat. Untuk makanan, tidak terbatas hanya pada gorengan karena jerawat juga bisa muncul akibat alergi makanan. Pastikan juga apakah ladies memiliki alergi makanan yang memicu tumbuhnya jerawat atau tidak.

 

Jangan menyentuh wajah dengan tangan kotor
Benda yang kita pegang dengan tangan kosong belum tentu bersih. Oleh karena itu jarang sembarang memegang wajah sebelum cuci tangan untuk menghindari bakteri yang ada di tangan berpindah.

 

Berhati-hati dalam menggunakan skincare
Penggunaan beragam skincare yang bersamaan perlu dipertimbangkan karena terdapat kandungan skincare yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan, serta pastikan untuk mengetahui manfaat dari masing-masing kandungan skincare dari sumber yang kredibel.

 

Bersihkan wajah setelah beraktivitas
Setelah beraktivitas apalagi di luar ruangan, bersihkan wajah dengan milk cleanser atau pembersih lainnya (seperti cleansing balm, oil cleanser dan lain-lain,) lalu cuci wajah dengan sabun. Untuk cuci wajah juga jangan terlalu sering, cukup sehari dua kali dan jangan lupa aplikasikan pelembab dan suncreen atau sunblock untuk melembabkan dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari. 

 


Oleh: Sahabat Pena Newfemme, Anna Retno Indrawati


Sumber :
Acne. (2020). My.Clevelandclinic.Org. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12233-acne
Liao, D. C. (2003). Management of Acne. The Journal of Family Practice, 52(1), 43–51.
 

Komentar

User NewFemme

Firmania Lurastika Putri Usfal

05 Sep, 2022 12:26

Bagus