Logo NewFemme
Apa yang Berubah Ketika Terkena HIV?

Apa yang Berubah Ketika Terkena HIV?

Kesehatan 86

Tentunya kita tidak ingin salah satu dari kita terkena HIV ya, Ladies. Namun, ketika seseorang mendapatkan hasil positif pada tes HIV, sangat wajar jika orang tersebut memiliki banyak pertanyaan tentang bagaimana diagnosis tersebut akan berdampak terhadap kehidupan sehari-harimu. Jangan panik, kabar baiknya upaya perawatan dengan menggunakan obat HIV modern telah berkembang secara pesat dalam beberapa dekade terakhir yang memungkinkan untuk meminimalkan dampak pada rutinitas harian. Berikut adalah hal-hal yang mungkin perlu diperhatikan.

Terapi Antiretroviral

              Perawatan terhadap pasien HIV yang sangat direkomendasikan adalah Antiretroviral Therapy (ART). ART merupakan terapi yang menggabungkan tiga atau lebih obat dari kelas yang berbeda. Obat HIV dibagi menjadi 7 kelas berdasarkan bagaimana kinerjanya melawan HIV. ART dapat secara signifikan mengurangi laju pertumbuhan HIV, menguatkan sistem imun, dan mengurangi risiko menularkan HIV kepada orang lain.

              Sangat dianjurkan untuk mendiskusikan potensi risiko kesehatan bersama dokter sebelum menjalankan rangkaian terapi antiretroviral. Beberapa jenis obat HIV dapat saling berinteraksi sehingga dapat menyebabkan efek samping. Kebanyakan efek samping bersifat ringan, seperti pusing dan sakit kepala, akan tetapi tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan efek samping yang parah bahkan membahayakan. Selain itu, terdapat potensi obat HIV juga dapat berinteraksi dengan vitamin maupun obat lain. So, diskusikan bersama dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat, vitamin, maupun suplemen tertentu.

Seberapa Sering Saya Harus Mengonsumsi Obat HIV?

              Penting untuk memiliki sikap disiplin atas konsumsi obat tiap harinya sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh dokter, sehingga proses pengobatan dapat bekerja sebagaimana mestinya. Memanfaatkan smartphone sebagai sarana pengingat dapat membantu agar tidak melewatkan waktu untuk mengonsumi obat. Melewatkan beberapa dosis obat, atau hanya mengonsumsinya secara sesekali, akan meningkatkan risiko resistensi obat yang menyebabkan berkurangnya efektivitas obat sehingga dapat memperparah keadaan.

Seberapa Sering Saya Harus Menjadwalkan Pemeriksaan Kesehatan?

              Orang yang mengidap HIV disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan setiap 3 hingga 6 bulan sekali untuk menjalankan tes laboratorium sekaligus konsultasi bersama dokter terkait perkembangan proses pengobatan yang telah berlangsung. Namun merupakan hal yang wajar apabila kamu menjadwalkan pertemuan dengan dokter secara lebih sering, terutama dalam periode 2 tahun awal masa pengobatan. Sekalinya kamu telah memiliki rutinitas harian yang stabil, terkait hubungannya dengan pengobatan HIV, biasanya frekuensi tes laboratorium akan berkurang menjadi dua kali dalam satu tahun.

Dalam menghadapi HIV, kesabaran atas terapi yang diberikan memang merupakan kunci untuk hidup berdampingan dengan HIV. Mengingat, obat untuk benar-benar sembuh dari HIV belum ditemukan. Namun jangan khawatir, hal tersebut bukanlah akhir dari hidup orang dengan HIV, kok! Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjadi support system untuk teman-teman kita yang hidup dengan HIV, Ladies!

Jangan lupa tetap baca artikel-artikel di Newfemme, ya!

 

Sumber:

Murrel, D. (2020). Doctor Discussion Guide: Will My Day-to-Day Life Change with HIV? Helalthline. [online]. https://www.healthline.com/health/hiv/daily-life-change-hiv-diagnosis

Murrel, D. (2020). Taking Care of Yourself with HIV: Diet, Exercise, and Self-Care Tips. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/hiv/self-care-with-hiv