Logo NewFemme
Jangan Cebok dari Belakang ke Depan Kalau Tidak Ingin Keputihan

Jangan Cebok dari Belakang ke Depan Kalau Tidak Ingin Keputihan

Kesehatan 108

Ladies, jangan pernah deh cebok dari belakang ke depan. Meskipun terdengar sepele, tapi kebiasaan ini bisa berdampak terhadap kesehatan reproduksi wanita. Berbeda dengan pria, letak uretra dan anus pada wanita itu berdekatan, sehingga cara cebok seperti ini berisiko menyebarkan bakteri ke saluran kemih. Tau ga sih apa risiko penyakit akibat cara cebok yang salah? Simak sampai habis ya, Ladies!

Mengapa dilarang cebok dari belakang ke depan?

Seperti telah diketahui, anus itu mengandung banyak bakteri dari feses. Ketika bakteri dari anus tersebar ke arah vagina bagian depan (uretra), maka risiko yang bisa terjadi adalah infeksi saluran kemih, bahkan bisa mengganggu keberhasilan proses kehamilan. Terutama jika imunitas sedang dalam kondisi lemah, pH vagina jadi berubah dan semakin rentan mengalami keputihan yang abnormal, Ladies. Bahkan jika tidak segera ditangani, bakteri penyebab infeksi saluran kemih dapat menyebar ke ginjal sehingga menimbulkan kerusakan hingga kematian.

Tentunya dampak cebok dari belakang ke depan tidak langsung dirasakan dalam jangka waktu dekat. Namun jika cara cebok seperti ini dilakukan terus-menerus, bukan hal yang mustahil terjadi keputihan. Beberapa gejala keputihan abnormal yang perlu kamu waspadai yaitu:

  • Berbau tidak sedap (misalnya bau busuk atau amis) dan menyengat.
  • Jumlahnya meningkat secara tiba-tiba tidak seperti biasanya.
  • Berwarna kuning, kehijauan, atau keabu-abuan dengan tekstur kental. Terkadang keputihan abnormal juga bisa memiliki tekstur yang menggumpal.
  • Keluar darah dan nyeri setiap berhubungan seks atau di luar waktu menstruasi.
  • Vagina terasa gatal atau nyeri.
  • Vulva dan vagina tampak kemerahan dan bengkak.

Bagaimana cara cebok yang benar?

Cara cebok yang benar yaitu dengan melakukannya dari arah depan ke belakang. Jangan lupa juga untuk mengeringkan vagina setelah usai cebok.

 

Cebok dengan tisu wangi atau sabun khusus vagina juga kerap populer di kalangan wanita. Pasalnya masih banyak wanita yang beranggapan bahwa cara tersebut dapat membuat vagina tetap wangi sepanjang hari. Hmm, mungkin tidak salah. Tapi hal ini justru dapat mengganggu keseimbangan pH alami vagina.

Wajar saja jika vagina memiliki aroma. Aroma vagina memang dapat berubah pada waktu tertentu seiring dengan siklus reproduksi. Ketika mendekati periode menstruasi, aroma vagina bisa saja mengalami perubahan, dan itu wajar ya Ladies!

Jika masih khawatir dengan aroma vagina yang dirasa tidak sedap dan membuat tidak percaya diri, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter ya, Ladies. Bagikan juga pengalaman melawan stigma tentang aroma vagina yang pernah kamu alami di Newfemme. Panggilan untuk seluruh wanita Indonesia, yuk bersama kita patahkan stigma buruk ini! Download Newfemme di gadgetmu untuk ngobrol dengan wanita seluruh Indonesia tanpa perlu dianggap tabu.