Logo NewFemme
Intermittent Fasting Diet: Bagaimana Cara Melakukannya?

Intermittent Fasting Diet: Bagaimana Cara Melakukannya?

Kesehatan 142

Dewasa ini, Intermitten Fasting Diet menjadi salah satu jenis diet yang popular diterapkan oleh masyarakat. Sebagai salah satu tren kesehatan paling populer dalam dekade terakhir, mungkin kamu juga sudah mengenal jenis diet ini, Ladies?

Intermitten Fasting Diet adalah pola makan yang bersiklus antara periode puasa dan makan. Jenis diet ini tidak menentukan makanan dan minuman mana yang harus dikonsumsi, melainkan mengatur kapan waktu makan dilakukan. Sehingga, jenis diet ini bukan diet dalam pengertian konvensional tetapi lebih tepat digambarkan sebagai pola makan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dekat beberapa cara paling populer untuk melakukan Intermitten Fasting Diet, sehingga kamu bisa memutuskan dengan lebih baik untuk menerapkan maupun tidak menerapkan jenis diet ini, Ladies. Ingat, sesuaikan dietmu dengan kesehatan dan kenyamanan yang dirasakan oleh tubuh.

Pada Intermitten Fasting Diet, kamu akan menerapkan pola makan di mana kamu perlu menahan diri dari mengonsumsi kalori apa pun untuk jangka waktu yang cukup lama, umumnya berlangsung antara 12 dan 40. Air, kopi, dan minuman bebas kalori lainnya diperbolehkan selama puasa, tetapi tidak ada makanan padat atau minuman yang mengandung kalori yang diizinkan.

Contohnya, jika kamu selesai makan malam pada jam 7 malam di hari Senin dan tidak makan lagi sampai hari Selasa pukul 7 malam, artinya kamu telah menyelesaikan puasa 24 jam. Pada umumnya, orang memilih untuk berpuasa dari sarapan hingga sarapan atau makan siang hingga makan siang. Meskipun begitu, kerangka waktu mana yang paling berhasil tergantung pada individu. Puasa 24 jam penuh setiap hari bisa tampak ekstrem dan mungkin sulit dilakukan oleh banyak orang, sehingga biasanya tidak disarankan untuk pemula. Oleh karena itu, kamu bisa melakukan diet ini dengan periode puasa yang lebih pendek terlebih dahulu.

              Berikut adalah beberapa metode yang sering digunakan dalam Intermitten Fasting Diet:

  1. Puasa 12 Jam Sehari

Aturan diet untuk metode yang satu ini sederhana, yaitu cukup puasa selama 12 jam setiap hari dan mengkonsumsi makanansecara normal pada jendela makan di 12 jam yang lain. Cara ini merupakan pilihan yang baik untuk pemula karena waktu puasa relatif cepat dan kalori hariannya sama setiap hari. 

  1. Metode 16/8 atau 14/10

Disebut juga sebagai protokol Leangains, dimana kamu akan berpuasa selama 16 jam dan makan selama 8 jam di antaranya. Pada jendela makan yang dilakukan selama 8 jam, kamu dapat mengkonsumsi dua atau lebih makanan. Diet 16/8 lebih disarankan dilakukan oleh laki-laki, sedangkan perempuan dapat melakukan metode 14/10 dimana puasa dilakukan selama 14 jam diikuti jendela makan selama 10 jam.

  1. Eat-Stop-Eat

Puasa yang dilakukan selama 24 jam dalam sekali atau dua kali seminggu, misalnya dengan tidak makan dari makan malam satu hari sampai makan malam keesokan harinya. Jenis puasa ini juga disebut dengan puasa 24 jam, dimana ketika sedang berpuasa hanya diperbolehkan minum air putih dan minuman bebas kalori lainnya.

  1. Diet 5:2

Metode ini membatasi konsumsi harian sebanyak 500–600 kalori pada dua hari yang tidak berurutan dalam seminggu, kemudian makan dengan normal selama 5 hari lainnya. Meskipun disarankan hanya dilakukan dalam dua kali seminggu, ada juga yang melakukan diet ini setiap dua hari sekali.

  1. Puasa Alternatif.

Tujuan dari puasa alternatif adalah berpuasa setiap hari. Dalam metode ini, hanya diperbolehkan mengonsumsi maksimal 500 kalori dalam satu hari. Puasa alternatif merupakan bentuk ekstrem dari puasa intermiten.

  1. The Warrior Diet

Merupakan salah satu diet populer pertama dalam bentuk puasa intermiten. Pola diet ini dilakukan dengan mengkonsumsi sejumlah kecil buah dan sayuran mentah di siang hari dan makan satu kali makan besar di malam hari. The warrior diet cukup ekstrim, karena pada umumnya puasa dilakukan selama 20 jam dan jendela makan hanya sekitar 4 jam.

  1. Melewatkan Satu Waktu Makan

Pola ini dianggap lebih mudah dilakukan oleh pemula karena cukup diterapkan sengan melewati salah satu jadwal makan setiap harinya. Dalam hal ini, makanan yang dilewatkan boleh berupa sarapan, makan siang, maupun makan malam.

Ladies, jika kamu memutuskan untuk mencoba jenis diet ini, ingatlah bahwa sama seperti pola makan lainnya, kualitas diet adalah kuncinya. Sebelum memulai puasa intermiten, pastikan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan terlatih untuk memastikan keamanannya ya, Ladies!

 

Sumber:

Gunnars, K. (2020). Intermittent Fasting 101 — The Ultimate Beginner’s Guide. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/nutrition/intermittent-fasting-guide

 

Gunnars, K & Synder, C. (2022). Pros and Cons of 5 Intermittent Fasting Methods. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/nutrition/6-ways-to-do-intermittent-fasting