Logo NewFemme
Masih Sering Keliru Mengenai Arti Kodrat, Inilah Kodrat Perempuan yang Sebenarnya

Masih Sering Keliru Mengenai Arti Kodrat, Inilah Kodrat Perempuan yang Sebenarnya

Gaya Hidup 426

Sering kali kita mendengar perkataan bahwa perempuan itu tempatnya memang di dapur, harus bisa memasak, mencuci, bersih-bersih, dan melakukan semua pekerjaan rumah. Perempuan dituntut untuk bisa melakukan semua hal tersebut, jika tidak maka akan dipertanyakan apakah dia benar-benar seorang perempuan, bahkan dianggap tidak pantas menjadi seorang perempuan atau mereka telah gagal menjadi seorang perempuan.

Mengapa demikian? Alasannya menurut mereka adalah karena itu memang suatu kodrat yang sudah melekat pada diri perempuan. Hal yang sudah seharusnya dilakukan oleh perempuan dan tidak dilakukan oleh laki-laki. Seperti, perempuan memang diciptakan untuk mengurus pekerjaan rumah. Apakah itu memang benar? Untuk mengetahui benar atau tidaknya, kita perlu membedakan terlebih dahulu antara kodrat dan peran gender.

Kodrat menurut KBBI merupakan sesuatu yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta yang manusia tidak akan mampu untuk mengubah, menentang, maupun menolaknya. Jadi, kodrat adalah kemampuan alami yang dimiliki oleh manusia yang tidak dapat ditukar antara perempuan dan laki-laki. Sedangkan peran gender merupakan pembeda peran dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan yang ditentukan oleh masyarakat berdasarkan sifat dari keduanya. Peran gender juga dapat ditukar antara perempuan dan laki-laki.

Jadi, beberapa hal yang telah disebutkan di atas seperti memasak, mencuci, bersih-bersih, merawat anak, dan melakukan semua pekerjaan rumah merupakan contoh dari peran gender, bukan suatu kodrat karena hal tersebut tidak hanya bisa dilakukan oleh perempuan, namun laki-laki pun dapat melakukannya asal memiliki kehendak, kemauan dan kesepakatan. Peran tersebut dapat ditukar antara laki-laki dengan perempuan karena keduanya mampu untuk melakukan hal tersebut.

Sekarang ini, sudah banyak laki-laki yang bisa melakukan pekerjaan rumah dengan baik, merawat anak dengan baik, banyak juga yang pandai memasak dan bahkan menjadi koki. Begitu pula dengan perempuan, banyak juga yang sudah mahir dalam bidang pekerjaan di luar menjadi wanita karir. Perempuan juga bisa mengangkat hal-hal berat seperti galon, dan juga memasang tabung gas. Untuk itu, akan lebih baik jika antara laki-laki dan perempuan saling berbagi peran dalam hal tersebut.

sumber: unsplash.com/linkedinsalesnavigator

Baca Juga: Safe Place for Women

Lalu, kodrat perempuan yang sebenarnya itu apa? Kodrat perempuan yang sebenarnya yaitu menstruasi, mengandung, melahirkan, dan menyusui. Keempat hal tersebut tidak dapat dilakukan oleh laki-laki, maka itu merupakan kodrat perempuan. Hal istimewa tersebut hanya diberikan kepada perempuan sebagai kodratnya. Laki-laki tidak mengalami menstruasi, tidak bisa hamil dan mengandung karena tidak memiliki rahim, begitupula dengan tidak bisa melahirkan, dan laki-laki juga tidak diciptakan untuk menyusui anaknya yang baru saja lahir atau masih bayi karena tidak memiliki kelenjar susu. Laki-laki memiliki kodrat mereka sendiri, yang mana tidak bisa dilakukan oleh perempuan.

Namun, karena banyaknya masyarakat yang kurang paham akan hal tersebut, membuat terjadinya suatu hal yang dinamakan ketidakadilan gender, dimana perempuan yang biasanya menjadi korbannya, mereka mempunyai lebih banyak beban atau beban ganda. Biasanya pemahaman ini sudah didapatkan dari sejak kecil dan tertanam dalam diri, sehingga situasi ini terus terjadi dalam tumbuh kembang manusia hingga dewasa.

sumber: unsplash.com/tinymountain

Dengan adanya sumber-sumber informasi yang sudah banyak berkembang, diharapkan masyarakat dapat mulai mengubah pemikiran mereka mengenai peran gender dan kodrat. Mulai perkenalkan juga sejak dini tentang perbedaan peran gender dan kodrat kepada anak agar ketika mereka dewasa mereka dapat mempunyai pemahaman yang baik dan memberi perubahan pada masyarakat, sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman mengenai kodrat dan ketidakadilan dalam peran antara laki-laki dan perempuan.

 

 

Oleh: Sahabat Pena Newfemme, Ferameitha Sholicha