Logo NewFemme
4 Sehat 5 Sempurna Sudah Dihapuskan, Inilah 4 Alasannya

4 Sehat 5 Sempurna Sudah Dihapuskan, Inilah 4 Alasannya

Kesehatan 103

source: katadata.co.id

Siapa yang tidak ingat slogan “4 sehat 5 sempurna” yang telah menemani masa kecil generasi millenial? Awalnya slogan ini dicetuskan pada tahun 1952 oleh Bapak Gizi Indonesia yaitu Prof. Poorwo Soedarmo. Namun menginjak tahun 2000-an slogan ini mulai redup. Pasalnya, kini slogan tersebut sudah berkembang dan disempurnakan menjadi Pedoman Gizi Seimbang

 

Apa itu “4 Sehat 5 Sempurna”?

Poorwo Soedarmo yang dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia merupakan sosok yang merintis dan mengembangkan pengetahuan tentang gizi dan ketenagaan gizi di Indonesia. Gerakan dengan slogan “4 Sehat 5 Sempurna” yang dicetuskannya merupakan adaptasi dari rekomendasi USDA yaitu basic four atau basic five. Slogan ini mengajarkan masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran, buah-buahan, dan susu sebagai penyempurna. Slogan ini menjadi terkenal dan dikenang hingga kini karena banyak dikenalkan melalui jalur pendidikan. Dahulu tidak jarang siswa mulai dari Sekolah Dasar sudah hafal akan slogan ini. Jalur pendidikan inilah yang menjadi alasan mengapa slogan ini melekat cukup lama di masyarakat Indonesia.

 

Mengapa “4 Sehat 5 Sempurna” Dihapuskan?

Bukan tanpa alasan slogan ini dihapuskan. Konsep yang dinamakan “Pedoman Gizi Seimbang” atau PGS adalah konsep terkini dari slogan “4 Sehat 5 Sempurna” yang dapat mencukupi kebutuhan gizi secara kuantitas, kualitas, dan variasi. Tujuannya adalah agar kesehatan tubuh terjaga, pertumbuhan terjadi dengan sempurna (pada anak-anak), zat gizi tersimpan, dan aktivitas dan fungsi kehidupan sehari-hari berjalan optimal. Untuk tau alasan slogan ini dihapuskan, simak artikel ini sampai habis ya!

  1. Susu bukanlah penyempurna

Slogan “4 Sehat 5 Sempurna” menekankan masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi nasi, lauk pauk, sayur, buah dan memandang susu sebagai bahan pangan yang menyempurnakan. Padahal kandungan gizi dalam susu dapat terpenuhi jika konsumsi makanan sudah cukup dan beragam. Contohnya saja, seseorang yang mengonsumsi sumber protein seperti telur dan daging tidak apa-apa jika tidak mengonsumsi susu. Selain itu, susu adalah kelompok makanan yang tidak mudah dijangkau untuk kalangan menengah ke bawah. Oleh karena itu, tidak tepat jika susu disebut sebagai makanan penyempurna.

 

  1. Porsi makanan tidak disebutkan

Seberapa banyak porsi makanan yang harus dikonsumsi dalam sehari tidak dijelaskan dalam konsep ini. Berbeda dengan konsep PGS yang mencakup penjelasan tentang kuantitas atau porsi yang harus dimakan setiap hari untuk setiap kelompok makanan. Berdasarkan PGS, kita dianjurkan untuk mengonsumsi protein nabati 2-3 porsi, protein hewani 2-3 porsi,  makanan pokok 3-8 porsi, sayuran 3-5 porsi, buah 3-5 porsi dan minum air mineral minimal 8 gelas. Jika mengacu pada “4 Sehat 5 Sempurna”, pola makan sudah dapat dikatakan sehat meskipun porsi makanan tidak memenuhi kebutuhan.

 

  1. Pentingnya Minum Air Mineral

Minum air putih secara cukup penting untuk membantu tubuh mengganti cairan yang hilang dan menjaga tubuh tetap terhidrasi. Namun sayangnya, konsep “4 Sehat 5 Sempurna” tidak menggambarkan pentingnya minum air putih secara cukup, aman, dan bersih. Celah ini kemudian dikembangkan dalam konsep PGS yang menjelaskan pentingnya mencukupi kebutuhan minum air mineral minimal 2 liter, atau lebih kurang 8 gelas per hari.

 

  1. Penekanan Pesan yang Tidak Lengkap

Konsep ini hanya menekankan pada pola makan, namun tidak pada pentingnya menjaga pola hidup sehat. Oleh karenanya konsep ini disempurnakan dalam PGS dengan menekankan 4 prinsip lainnya yaitu membiasakan makan makanan yang beraneka ragam, menjaga pola hidup bersih, pentingnya pola hidup aktif dan olah raga, dan pantau berat badan.

 

Inilah 4 kesalahan dari konsep “4 Sehat 5 Sempurna” yang menjadi alasan slogan ini dihapuskan. Setelah mengetahui beberapa alasan tersebut, bagaimana pendapatmu? Apakah ada orang-orang di sekitar yang masih menggunakan slogan ini? Jika iya, kamu wajib membagikan artikel ini untuk meluruskan kesalahan tersebut. Share sebanyak-banyaknya supaya semakin banyak yang tau! Nantikan juga artikel-artikel lainnya dengan bergabung bersama Newfemme.