Logo NewFemme
Cara Menerapkan Diet Diabetes Melitus

Cara Menerapkan Diet Diabetes Melitus

Kesehatan 316

Ladies, tahukah kamu bahwa diabetes melitus memiliki kaitan erat dengan pola makan? Oleh karena itu, intervensi berupa terapi nutrisi atau diet merupakan pilar penting yang perlu diperhatikan dalam penatalaksanaan penyakit diabetes melitus. Prinsip pengaturan makan pada orang dengan diabetes melitus hampir sama dengan anjuran makan untuk masyarakat umum, yaitu makanan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing-masing individu.

Tetapi, penyandang diabetes melitus perlu diberikan penekanan mengenai pentingnya keteraturan jadwal, jenis dan jumlah makanan (3J), terutama pada mereka yang menggunakan obat yang meningkatkan sekresi insulin atau terapi insulin itu sendiri. Pastikan juga bahwa diet yang dilakukan adalah diet sehat untuk mengontrol kadar gula darah. Diet sehat terdiri dari mengkonsumsi banyak sayuran dan cukup buah-buahan, mengkonsumsi lauk pauk protein tinggi, serta membatas konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak.

Pemberian terapi nutrisi medis bagi pasien diabetes melitus diatur lebih lanjut dalam Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia oleh Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) yang diterbitkan pada tahun 2019. Kebutuhan kalori bagi penderita diabetes melitus tipe 2 dilhitung dengan mempertimbangkan kebutuhan kalori basal sebesar 25-30 kkal/kgBB ideal. Jumlah kalori yang diberikan paling sedikit 1000-1200 kkal perhari untuk wanita dan 1200-1600 kkal per hari untuk pria. Selain itu, perhitungan kebutuhan kalori dihitung dengan mempertimbangkan beberapa faktor sebagai berikut:

  1. Jenis Kelamin

Kebutuhan kalori untuk perempuan sebesar 25 kkal/kgBB ideal, sedangkan untuk pria sebesar 30 kkal/kgBB.

  1. Umur

Untuk pasien dengan usia di atas 40 tahun, dilakukan pengurangan sebanyak 5% setiap peningkatan 1 dekade.

  1. Aktivitas fisik atau pekerjaan

Kebutuhan kalori ditambahkan 10% pada keadaan istirahat, 20% pada aktivitas ringan, 30% pada aktivitas sedang, 40% pada aktivitas berat, dan 50% pada aktivitas sangat berat.

  1. Stres Metabolik

Penambahan 10-30% tergantung beratnya stress metabolik berupa sepsis, operasi atau trauma.

  1. Berat badan

Penyandang diabetes melitus dengan berat badan berlebih (gemuk) dilakukan pengurangan kalori sekitar 20-30%, sedangkan penyandang diabetes melitus dengan berat badan kurang (kurus) dilakukan penambahan kalori sebanyak 20-30% menyesuaikan berat badan dan kebutuhan.

Selain kalori, pengaturan jumlah tiap zat gizi pada pasien diabetes melitus diatur sebagai berikut :

  1. Karbohidrat

Karbohidrat yang dianjurkan sebesar 45-65% total asupan energi, dan diutamakan diberikan karbohidrat yang berserat tinggi. Meskipun penderita diabetes melitus tidak boleh terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat, tetapi pembatasan karbohidrat total tidak dianjurkan. Penggunaan sukrosa dan gula sederhana tidak boleh lebih dari 5% total asupan energi. Sedangkan, penggunaan glukosa diperbolehkan hanya sebagai bumbu makanan. Pemanis alternatif boleh diberikan asalkan tidak melebihi batas aman konsumsi harian.

  1. Lemak

Lemak yang dianjurkan sekitar 20-25% kebutuhan kalori, dan tidak diperkenankan melebihi 30% total asupan energi. Komposisi lemak yang dianjurkan terdiri atas lemak jenuh <7% kebutuhan kalori, lemak tidak jenuh ganda <10%, dan selebihnya merupakan lemak tidak jenuh tunggal sebesar 12-15%, sehingga perbandingan ketiganya adalah 0,8 : 1 : 1,2. Untuk konsumsi kolesterol, dianjurkan <200 mg/hari.

  1. Protein

Protein yang dianjurkan sebesar 10-20% total asupan energi, selama tidak terjadi nefropati diabetik. Pasien dengan nefropati diabetik perlu pembatasan asupan protein menjadi 0,8 g/kg BB per hari atau 10% dari kebutuhan energi total. Sedangkan pada penyandang diabetes melitus dengan hemodialisis membutuhkan 1-1,2 g/kgBB/hari. Sumber protein dianjurkan 65% diantaranya bernilai biologis tinggi dan tidak mengandung asam lemak jenuh.

  1. Natrium

Pembatasan natrium sebanyak <1500 mg per hari dibutuhkan pada pasien diabetes melitus. Pembatasan konsumsi natrium terutama pada bahan makanan seperti garam, MSG, soda, dan bahan pengawet natrium benzoate serta natrium nitrit.

  1. Serat

Serat yang disarankan adalah 14 gram/1000 kkal atau 20-35 gram per hari dari sumber makanan seperti kacang-kacangan, buah, sayuran, dan karbohidrat tinggi serat.

Secara umum, makanan dengan komposisi tersebut diatas dibagi dalam 3 porsi besar untuk makan pagi (20%), siang (30%), dan sore (25%), serta 2-3 porsi makanan ringan (10-15%) di antaranya. Pasien juga dimotivasi untuk menerapkan 3J atau tepat jam, tepat jenis, dan tepat jumlah makan pada penerapan dietnya.

Bagaimana Ladies, menurut kamu, susah atau gampang menerapkan diet diabetes melitus ini? Baca juga artikel-artikel tentang diet dan kesehatan lain di Newfemme!

 

Sumber:

Soelistijo, S.A., Lindarto, D., Decroli, E., .... Sanusi, H., 2019. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia. Jakarta : PB Perkeni