Logo NewFemme
Tipe-tipe Diet Vegetarian

Tipe-tipe Diet Vegetarian

Kesehatan 110

Diet vegetarian merupakan diet yang cukup terkenal di masyarakat. Di luar negeri, diet vegetarian bahkan merupakan bagian dari pergerakan yang disebut plant-based movement. Pergerakan ini bermaksud untuk menggalakkan konsumsi makanan yang berasal dari sayur dan meminimalisir bahkan meniadakan konsumsi makanan hewani. Kebanyakan orang memilih untuk melakukan diet vegetarian karena alasan kesehatan, lingkungan, maupun etik. Diet vegetarian yang Anda pilih dapat disesuaikan dengan tujuan personal masing-masing. Berikut 6 tipe diet vegetarian yang sering dijumpai:

  1. Lacto-ovo Vegetarian

Orang-orang yang mengikuti jenis diet lacto-ovo vegetarian tidak mengkonsumsi daging jenis apapun, seperti daging ayam, ikan, sapi, dan lainnya. Namun, dalam tipe diet ini, konsumsi telur dan susu serta produk olahannya (dairy products) seperti keju dan yogurt masih diperbolehkan. Hal ini sesuai dengan nama jenis dietnya, dimana frasa “lacto” merujuk pada susu serta produk olahannya serta “ovo” yang merujuk ke telur. Lacto-ovo vegetarian dianggap sebagai tipe diet paling tradisional. Sebagian orang yang memilih mengikuti tipe diet vegetarian ini memiliki alasan religius atau budaya.

  1. Lacto Vegetarian

Diet dengan tipe lacto vegetarian adalah tipe diet vegetarian yang tidak memperbolehkan konsumsi daging dalam jenis apapun, baik ayam, ikan, sapi, kerbau, babi, maupun jenis daging lainnya. Meskipun begitu, konsumsi susu dan produk olahannya seperti keju, butter, yoghurt, dan es krim masih diperbolehkan. Hal ini juga sesuai dengan nama jenis dietnya, dimana mencantumkan frasa “lacto”. Orang-orang yang mengikuti diet lacto vegetarian pada umumnya juga memiliki alasan religius atau budaya.

  1. Ovo Vegetarian

Tipe diet ovo vegetarian tidak memperbolehkan konsumsi susu dan produk olahannya disamping dengan melarang pula konsumsi daging hewan dalam bentuk apapun, tetapi konsumsi telur diperbolehkan.

  1. Flexitarian

Sesuai namanya, flexitarian merupakan tipe diet vegetarian yang didesain agar lebih fleksibel dibandingkan tipe diet vegetarian lain. Dalam diet ini, diperbolehkan untuk mengkonsumsi makanan hewani dalam jumlah yang sedikit. Hal ini karena diet flexitarian tetap berfokus pada makanan berbasis tumbuhan (plant-based food), namun tetap mengkonsumsi makanan hewani dalam jumlah kecil. Makanan hewani ini boleh berupa daging berbagai jenis hewan, telur, maupun susu dan produk olahannya.

Prinsip utama pada tipe diet ini adalah mengkonsumsi makanan berbasis tumbuhan secara utuh, dan mengusahakan mendapatkan sebagian besar protein dari tumbuhan. Makanan hewani hanya dikonsumsi sesekali, dengan membatasi gula dan makanan olahan. Karena dalam diet ini konsumsi daging hewan masih diperbolehkan, sebetulnya flexitarian tidak benar-benar dikelompokkan dalam tipe diet vegetarian. Namun, setiap orang berhak mendesain dietnya sendiri agar sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup masing-masing.

  1. Pescatarian

Pescatarian adalah diet vegetarian yang masih memperbolehkan konsumsi ikan, sesuai dengan frasa “pesce” pada nama tipe diet vegetarian ini. Meskipun begitu, konsumsi daging hewani lain seperti daging ayam, sapi, babi, atau daging lainnya tetap dilarang untuk dikonsumsi. Untuk konsumsi telur dan susu serta produk olahannya, sifatnya opsional tergantung pada masing-masing individu untuk memutuskan. Pada diet ini, konsumsi makanan berbasis ikan seperti tuna, salmon, atau sushi diperbolehkan, sehingga orang-orang yang mengikuti diet pescatarian ini mendapatkan asam lemak omega-3 yang lebih banyak dibandingkan dengan tipe diet vegetarian lain.

  1. Vegan

Orang yang mengikuti diet vegan tidak mengkonsumsi seluruh makanan yang diolah dari hewan, termasuk seluruh jenis daging hewani, susu dan produk olahannya, serta telur. Beberapa orang yang mengikuti tipe diet ini juga tidak mengkonsumsi madu karena diproduksi oleh lebah. Kebanyakan orang mengikuti diet ini dengan alasan etik.

Pada jenis diet ini, diperlukan alternatif makanan berbasis tumbuhan untuk menggantikan makanan hewani. Beberapa contohnya adalah pengganti daging seperti tahu dan tempe. Hal ini karena diet vegan membuat beberapa kebutuhan zat gizi kita tidak dapat terpenuhi, seperti vitamin B12, zat besi, omega-3, zink, dan lain-lain. Pemenuhan vitamin dan mineral yang tidak ada pada sumber makanan nabati dapat dipenuhi melalui suplemen.

              Berbagai tipe diet vegetarian ini dapat membantu meningkatkan kesehatan tubuh Anda karena terpenuhinya kebutuhan serat dalam tubuh. Selain itu, dengan mengikuti diet vegetarian, Anda juga membantu dalam menjaga lingkungan dan mendukung keberlangsungan hidup hewan. Tertarik mencoba diet vegetarian? Sesuaikan dengan kualitas nutrisi yang dibutuhkan, harga, serta kemudahan konsumsi Anda sehari-hari, ya!

              Jangan lupa, terus baca artikel-artikel lain terkait gizi dan kesehatan di situs dan aplikasi Newfemme.

 

Sumber:

Panoff, L. (2020). 6 Types of Vegetarian Diets: A Dietitian Explains. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/nutrition/types-of-vegetarians