Logo NewFemme
Benarkah Mengkonsumsi Telur Setiap Hari Dapat Membantu Menurunkan Berat Badan?

Benarkah Mengkonsumsi Telur Setiap Hari Dapat Membantu Menurunkan Berat Badan?

Kesehatan 106

Telur merupakan salah satu bahan makanan yang sering dianjurkan bagi orang yang sedang menjalankan diet. Bahkan, pada tahun 2018, Arielle Chandler menerbitkan buku mengenai pola makan berbasis telur rebus yang kemudian disebut sebagai diet telur rebus. Jika ditilik lebih dalam, sebenarnya diet telur rebus ini mirip dengan diet keto. Prinsip diet keto adalah mengurangi konsumsi karbohidrat dan memperbanyak konsumsi protein. Karena telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang terjangkau dibandingkan dengan protein hewani lainnya, maka berkembanglah diet telur. Namun, apakah benar mengkonsumsi telur dalam diet sehari-hari mampu menurunkan berat badan?

  1. Telur Rendah Kalori

Berdasarkan Daftar Kelompok Bahan Makanan Penukar, satu buah telur mengandung sekitar 75 kkal kalori, namun sangat kaya akan zat gizi. Beberapa contohnya adalah lutein dan zeaxanthin sebagai sumber antioksidan untuk mata yang lebih sehat, vitamin D untuk meningkatkan kesehatan tulang dan fungsi imun, serta kolin untuk meningkatkan metabolisme tubuh.

  1. Dapat Mempertahankan Rasa Kenyang

Protein dapat membantu menurunkan berat badan karena dapat lebih mudah memberikan rasa kenyang dibandingkan dengan zat gizi lain. Hal ini terbukti melalui penelitian yang dilakukan Rains, dkk yang telah diterbitkan pada Nutrition Journal pada tahun 2015. Pada penelitian tersebut, dijelaskan bahwa mengkonsumsi makanan yang mengandung 30-39 gram protein pada saat sarapan membantu mengkontrol nafsu makan serta mengurangi asupan pada makan siang.

Pertanyaannya, berapa jumlah protein yang terkandung dalam satu buah telur? Berdasarkan Daftar Kelompok Bahan Makanan Penukar, satu buah telur mengandung sekitar 7 gram protein. Jumlah ini memang belum memenuhi saran dari penelitian tersebut, sehingga konsumsi makanan sumber protein lain seperti daging ayam dan ikan tetap penting. Meskipun begitu, bioavabilitas protein telur sangat tinggi. Telur memiliki nilai bioavabilitas protein 100. Artinya, telur kaya akan kandungan asam amino essensial yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan protein tubuh.

  1. Telur Mampu Mempercepat Proses Metabolisme

Mengkonsumsi sumber makanan tinggi protein seperti telur juga mampu mempercepat metabolisme melalui proses yang disebut dengan efek termik makanan. Ketika kita mengkonsumsi makanan, tubuh memerlukan kalori ekstra untuk mencerna dan memproses zat gizi dalam tubuh. Menurut studi pustaka yang dilakukan oleh Pesta & Samuel, yang telah diterbitkan oleh jurnal Nutrition & Metabolism pada tahun 2014, konsumsi protein meningkatkan tingkat metabolisme sebesar 15-30%. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan peningkatan metabolisme karena konsumsi karbohidrat dan lemak yang hanya 5-10% dan 3%, secara berurutan.

              Namun, perlu diperhatikan bahwa dalam melakukan konsumsi telur ini tetap perlu diseimbangkan dengan pola makan sehat yang beragam, terutama konsumsi buah dan sayur. Hal ini karena buah dan sayur akan membantu memenuhi kebutuhan serat, vitamin dan mineral yang tidak dapat diberikan oleh telur. Setiap harinya, kita diperbolehkan mengkonsumsi 1-2 butir. Dengan catatan, kita tidak mengkonsumsi makanan tinggi kolesterol lainnya. Hal ini karena kuning telur kaya akan kolesterol. Untuk Anda yang memiliki riwayat kolesterol atau penyakit kardiovaskular, disarankan mengkonsumsi putih telur saja.

              Jangan lupa, dalam melakukan diet untuk menurunkan berat badan, perlu juga untuk memperhatikan apakah diet tersebut membuat Anda semakin sehat atau tidak. Oleh karena itu, terus baca artikel lain dari Newfemme untuk mengetahui informasi terbaru mengenai gizi dan kesehatan!

 

Sumber:

Pesta, D. H., & Samuel, V. T. (2014). A high-protein diet for reducing body fat: mechanisms and possible caveats. Nutrition & metabolism11(1), 53.

Rains, T. M., Leidy, H. J., Sanoshy, K. D., Lawless, A. L., & Maki, K. C. (2015). A randomized, controlled, crossover trial to assess the acute appetitive and metabolic effects of sausage and egg-based convenience breakfast meals in overweight premenopausal women. Nutrition journal14, 17.

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Daftar Kelompok Bahan Makanan Penukar. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.