Logo NewFemme
Pedoman Gizi Seimbang, Pengganti 4 Sehat 5 Sempurna

Pedoman Gizi Seimbang, Pengganti 4 Sehat 5 Sempurna

Kesehatan 111

Apakah Anda termasuk ke dalam generasi yang familiar dengan istilah “4 Sehat 5 Sempurna”? Dahulu, istilah tersebut dipopulerkan Bapak Gizi Indonesia, Prof. Poerwo Soedarmo untuk mengkampanyekan konsumsi makanan yang seimbang dan beragam untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dan kuat. Seiring dengan berjalannya waktu, konsep 4 Sehat 5 Sempurna tersebut dikembangkan dan disempurnakan menjadi apa yang sekarang kita kenal dengan Pedoman Gizi Seimbang (PGS).

Mengapa konsep 4 Sehat 5 Sempurna perlu diganti menjadi Pedoman Gizi Seimbang? Apa perbedaan keduanya? Yuk, simak penjelasan berikut! 

  1. Penekanan Pesan

Konsep 4 Sehat 5 Sempurna menekankan pentingnya konsumsi nasi, lauk pauk, sayur, dan buah, dan ditutup dengan susu sebagai bahan makanan yang dianggap dapat menyempurnakan. Hal ini membuat makna 4 Sehat 5 Sempurna terkesan sempit, dimana hidup sehat hanya terbatas pada pengaturan pola makan saja. Sementara, pada konsep Pedoman Gizi Seimbang, terdapat 4 prinsip yang diterapkan. Selain membiasakan makan makanan yang beraneka ragam sebagai bagian dari pengaturan pola makan, Pedoman Gizi Seimbang juga memperhatikan pentingnya menjaga pola hidup bersih, pola hidup aktif dan olahraga, serta memantau berat badan secara berkala.

  1. Susu Bukan Penyempurna 

Akibat penggunaan kata “5 sempurna” pada konsep 4 sehat 5 sempurna, keberadaan susu seringkali dianggap sebagai bahan makanan yang paling istimewa. Kadangkala, terjadi pula salah tangkap di masyarakat dimana susu dianggap dapat menggantikan 4 bahan makan lainnya. Padahal, sebetulnya susu merupakan salah satu dari sumber protein hewani, sebagaimana telur, daging, dan ikan. Sehingga, tidak masalah jika tidak mengkonsumsi susu selama konsumsi protein hewani lain tetap terpenuhi. Oleh karena itu, pada Pedoman Gizi Seimbang, susu termasuk ke dalam kelompok lauk-pauk yang dapat digantikan dengan jenis makanan lain yang memiliki zat gizi yang setara.

  1. Penjelasan Mengenai Porsi

Konsep 4 Sehat 5 Sempurna tidak menyertakan informasi mengenai jumlah porsi makanan yang perlu dikonsumsi dalam sehari untuk setiap kelompok makanan. Oleh karena itu, ada kemungkinan masyarakat mengkonsumsi masing-masing kelompok bahan makanan lebih banyak maupun lebih sedikit dari kebutuhan sebenarnya. Memperbaiki hal tersebut, Pedoman Gizi Seimbang memberikan penjelasan mengenai kuantitas atau banyaknya jumlah yang perlu dikonsumsi untuk setiap kelompok bahan makanan. Dalam Pedoman Gizi Seimbang, disebutkan bahwa kita memerlukan asupan makanan pokok 3-8 porsi, sayuran dan buah masing-masing 3-5 porsi, dan protein hewani dan nabati masing-masing 2-3 porsi setiap harinya. 

  1. Pentingnya Minum Air

Berbeda dengan konsep 4 Sehat 5 Sempurna yang tidak mencantumkan bahwa tubuh memerlukan asupan air, Pedoman Gizi Seimbang menjelaskan mengenai pentingnya mencukupi kebutuhan air sebesar 2 liter atau kurang-lebih 8 gelas per hari. Mengkonsumsi air dalam jumlah cukup dimasukkan dalam komponen gizi seimbang karena penting untuk proses biokimiawi dan metabolisme tubuh, serta pencegahan dehidrasi. Air juga merupakan zat gizi esensial, mengingat dua-pertiga tubuh kita adalah air. Air diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, sehingga keseimbangan air dalam tubuh perlu dipertahankan. 

Jadi, apakah sekarang Anda sudah lebih mengenal Pedoman Gizi Seimbang? Sudahkah Anda menerapkan Pedoman Gizi Seimbang ini dalam kehidupan sehari-hari? Yuk, terapkan Pedoman Gizi Seimbang untuk hidup lebih sehat! Jangan lupa, baca artikel terkait gizi dan kesehatan lain di Newfemme untuk memperkaya pengetahuanmu.

 

Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. (2014). Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2016). Inilah Perbedaan '4 Sehat 5 Sempurna' Dengan 'Gizi Seimbang'. Situs Web Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id/article/view/16051300001/inilah-perbedaan-4-sehat-5-sempurna-dengan-gizi-seimbang-.html. Diakses 7 Febuari 2022.