Logo NewFemme
Cara Mengatasi Kebiasaan Procrastinating

Cara Mengatasi Kebiasaan Procrastinating

Gaya Hidup 147

Jika kamu memiliki sebuah tugas atau kewajiban yang waktu pengumpulannya masih 15 hari lagi dan kamu mengerjakannya di hari ke 14, bisa jadi kamu mempunyai kebiasaan menunda-nunda alias procrastinating.

Procrastinating atau procrastination adalah kebiasaan menunda-nunda baik sengaja atau tidak. Banyak ditemukan alasan dari kebiasaan menunda-nunda ini. Ada yang beralasan ingin mencari atau mengumpulkan mood terlebih dahulu, mencari inspirasi, mencari suasana mengerjakan yang pas, burnout atau mungkin memang sengaja mengerjakan di akhir waktu.

Procrastination ini memang memberikan perasaan lega untuk sementara di sela-sela kewajiban yang menunggu. Namun rasa lega ini tentunya akan digantikan dengan rasa deg-degan atau cemas begitu menyadari banyak yang belum diselesaikan dan batas waktu semakin menipis.

Tidak hanya dalam tugas atau pekerjaan, procrastinating bisa terjadi saat kamu menunda-nunda melakukan hal baik. Misal kamu menyukai menulis dan ingin sekali membuat novelmu sendiri. Sudah mendapat ide dan cara untuk memulainya, tapi kamu merasa “ah bisa nanti” atau “kayaknya besok aja” dan lain-lain. Hal tersebut akhirnya menjadi kebiasaan buruk dan keinginan juga cita-citamu semakin jauh untuk dicapai karena kamu tidak pernah memulai sehingga menyisakan penyesalan di kemudian hari.

Tentu beberapa alasan menunda pekerjaan memang terdengar wajar dan normal. Walaupun begitu, sebaiknya kita menghindari untuk memelihara kebiasaan ini. Untuk itu, New Femme akan memberikan kamu sedikit tips untuk menghindari dan menghilangkan kebiasaan procrastination ini. Yuk, disimak!

 

  1. Menjauhi alasan kamu melakukan procrastination. Mengutip dari laman Phychology Today, kamu harus cari lebih dalam dan menganalisa kondisi dimana kamu terdorong untuk melakukan procrastination. Dimana kamu sering merasa ingin menunda pekerjaan? Kapan waktu kamu merasa sering menunda pekerjaan? Apa yang membuat kamu ragu untuk memulai sebuah pekerjaan? Kenapa kita bisa merasakan keraguan tersebut? Setelah mengetahui jawabannya, kamu akan mengetahui hal-hal apa saja yang harus kamu hindari dan bagaimana cara kamu bisa menciptakan suasana melakukan pekerjaan yang ideal tanpa menunda-nunda.

 

  1. Pecah pekerjaanmu menjadi tugas kecil. Misalnya jika kamu mempunyai tugas makalah di suatu mata kuliah dan waktu pengumpulannya adalah dua minggu. Berarti kamu harus terlebih dahulu menguraikan apa saja yang harus dilakukan sampai makalah tersebut selesai. Misal yang pertama adalah mencari data, membandingkan temuan data, menganalisis lebih dalam, membahas dengan teori dan menyimpulkannya. Kemudian dari ke lima tugas tadi kamu pecah perharinya dan membuat target bahwa satu tugas kecil tadi bisa kamu selesaikan dalam satu atau dua jam perhari. Dengan begitu kamu hanya perlu waktu 5 hari untuk menyelesaikannya tanpa merasa terbebani.

  1. Lakukan pekerjaan apa adanya. Sebagian dari kita sering merasa takut jika apa yang dikerjakannya kurang sempurna atau tidak memuaskan. Karena selalu menginginkan hasil yang sempurna tanpa adanya kesalahan, kita jadi lebih dulu takut untuk memulai dan tidak bisa menghadapi ketakutan tersebut dengan positif sehingga merasa lebih baik untuk menundanya. Yang harus kamu lakukan adalah untuk memulainya dengan sederhana dan apa adanya. Jangan dulu mengejar kesempurnaan, tapi lebih dulu memulai dan kerjakan sampai selesai dan kamu akan mendapatkan waktu untuk mereview ulang atas pekerjaanmu tadi.

 

  1. Buatlah sebuah priority scale. Artinya kamu harus mencatat semua pekerjaan yang harus kamu lakukan sesuai dengan prioritasnya. Mana yang sifatnya harus segera dikerjakan karena batas waktu sebentar, mana yang paling rumit dan butuh waktu lama untuk selesai dan tugas apa yang bisa dikerjakan secara santai. Setelah mengetahui list-nya, kamu akan tahu pekerjaan apa yang harus dilakukan sekarang juga.

 

  1. Membuat batas waktu sendiri. Ini cara yang bisa kamu gunakan jika kamu termasuk orang yang suka mengerjakan tugas di akhir waktu karena sensasinya membuatmu terdorong untuk berpikir lebih keras atau kamu termasuk yang menemukan ide dan inspirasi di akhir waktu. Jadi, misalkan kamu mempunyai batas waktu sampai dua minggu ke depan. Kamu harus lupakan batas waktu tersebut, anggap saja tidak pernah ada dan buatlah batas waktumu sendiri. Misal kamu menargetkan waktu hanya sampai hari ini di jam 10 malam. Maka kamu mulai dari pagi hari dengan anggapan yang tertanam di otak bahwa waktumu hanya sampai jam 10 malam ini. Itu akan memberikan ilusi bahwa kita sedang berada di akhir waktu dan merangsang otak bekerja selayaknya hari ini adalah batas waktu terakhir.

 

Yang paling penting untuk menghindari kebiasaan procrastination ini adalah dengan memulainya lebih dulu, misal hanya 5 menit. Biasanya hal tersebut akan berkelanjutan dan bisa jadi melebihi 5 menit. Setidaknya, kamu tidak membuang-buang waktu dan ada pekerjaan yang sudah mulai kamu cicil.