Logo NewFemme
Cara Mengatasi Anak yang Sulit Bersosialisasi

Cara Mengatasi Anak yang Sulit Bersosialisasi

Parenting 141

Semua orang tentu punya pandangan yang berbeda-beda terhadap cara bersosialisasi dan berteman. Ada yang nyaman jika mereka tidak terlalu sering bersosialisasi, ada juga yang lebih nyaman dengan lebih sering bersosialisasi.
Biasanya perasaan-perasaan tersebut muncul sejak dini. Bahkan banyak orang yang sebenarnya ingin lebih sering bersosialisasi, namun kesulitan saat harus berhadapan dengan orang lain, terutama orang baru.
Kali ini Newfemme akan membagikan tentang beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi anak yang sulit bersosialisasi, berikut ulasannya:

1. Ajak dan arahkan anak untuk berkumpul bersama teman sebayanya

Bermain dan berkumpul bersama teman sebaya adalah hal yang sangat penting dalam melatih kemampuan bersosialisasi pada anak.
Karena dengan bermain dengan teman sebaya, anak mampu belajar dan mengembangkan kemampuan bersosialisasinya. Selain itu, ini juga bisa membuat anak tidak kesepian.

2. Bantu anak membangkitkan rasa percaya diri

Kepercayaan diri adalah salah satu hal yang paling penting dalam kemampuan bersosialisasi anak, karena itu anak harus percaya pada kemampuan yang mereka miliki.
Tugas orang tua adalah membantu dan mendorongnya agar anak lebih percaya diri dan fokus untuk menyalurkan energi mereka terhadap kelebihan yang mereka miliki. Dengan begini, anak akan lebih merasa percaya diri untuk bergaul dengan lingkungan sekitarnya.

3. Melibatkan anak dengan percakapan di rumah

Ada baiknya kamu membiasakan untuk melibatkan anak dalam perbincangan-perbincangan yang ada di rumah. Biasakan juga untuk bercerita dan meminta anak bercerita tentang apa yang telah terjadi hari ini.
Dengan lebih sering melibatkan anak dalam berkomunikasi, anak akan terbiasa untuk melakukan percakapan dengan orang lain dan memudahkannya untuk memiliki kemampuan dalam bersosialisasi.

4. Ajarkan etika bergaul

Ada banyak etika dalam bergaul yang harus kamu ajarkan kepada anakmu, agar anakmu dapat lebih memiliki banyak teman dan lebih mudah untuk bergaul karena memiliki etika yang baik.
Dengan memiliki etika dalam bergaulpun, anak akan lebih berani untuk bergaul dengan teman sebayanya atau bahkan orang yang usianya jauh lebih tua darinya.

5. Jangan protektif

Tak jarang, ada banyak orang tua yang terlalu protektif dengan pergaulan anaknya. Namun, selagi pergaulan anak tidak melakukan hal yang negatif, cobalah untuk tidak protektif terhadap pergaulan anakmu.
Buatlah anakmu bebas memilih dengan siapa saja mereka bergaul, namun kamu harus terus mengawasinya agar pergaulan anak tidak memberikan pengaruh negatif pada anak. Selebihnya, biarkan anak menentukan dengan siapa dia bergaul dan berteman.

Dapatkan berita tentang parenting lainnya di Newfemme ya!
Terima kasih! Semoga membantu ya!