Logo NewFemme
Mitos-mitos Tentang Skincare yang Sering Terdengar

Mitos-mitos Tentang Skincare yang Sering Terdengar

Kecantikan 252

Ingin tampil cantik dan kulit lebih sehat, menjadikan topik perawatan kulit selalu menarik untuk dibahas. Apalagi, sudah banyak perawatan kulit yang dijual di pasaran sehingga sebagian orang menjadi termotivasi untuk memperhatikan perawatan kulit. Namun sebagiannya lagi masih menganggap bahwa serangkaian produk perawatan kulit wajah dinilai terlalu rumit dan meninggalkan efek samping karena terbuat dari bahan kimia yang tidak mereka kenal dan enggan atau malas mencari tahu lebih dulu. Mereka juga masih percaya mitos-mitos seputar perawatan kulit dari bahan-bahan yang ada. Padahal, beberapa di antarnya sudah terbukti tidak baik dan malah menimbulkan efek samping pada kulit. Apa saja mitos-mitos perawatan yang masih sering terdengar?

 

            

  1. Mengecilkan pori-pori dengan es batu. Mitos ini masih banyak dipercaya dan dilakukan oleh banyak kalangan. Mereka menempelkan es batu pada permukaan kulit wajah dengan tujuan untuk mengecilkan pori-pori. Memang pada awalnya, menggosok es batu yang bersuhu dingin pada kulit wajah membuat pori-pori di wajah tampak lebih samar karena suhu dingin membuat pori-pori mengecil atau mengkerut sehingga kulit tampak lebih halus. Namun nyatanya, ketika efek dingin tadi hilang, pori-pori kembali keukuran semula. Menempelkan es batu secara rutin juga tidak akan membuat pori-pori mengecil secara permanen. Hanya bersifat sementara.

 

  1. Bedak bayi untuk kulit sensitif. Pikiran ini tercipta karena adanya asumsi seluruh produk bayi akan dibuat gentle sehingga aman untuk bayi, apalagi untuk kita yang dewasa. Jadi cocok digunakan untuk orang yang tipe kulitnya sensitif. Asumsi tersebut salah besar ya! Bedak bayi mengandung magnesium carbonate dan zinc dioxide yang justru menyebabkan kulit orang dewasa menjadi kering. Bedak bayi juga bersifat komedogenik yang menyumbat pori-pori. Jika dipakai terus-menerus di wajah orang dewasa, akan memicu komedo dan jerawat. Kulit sensitif butuh perhatian ekstra dalam perawatannya. Jadi, jangan asal dan sembarangan pakai produk untuk kulit kita ya!

 

  1. Menggunakan pasta gigi untuk meredakan jerawat. Kita sudah paham bahwa segala produk ada fungsinya masing-masing termasuk dalam hal ini. Pasta gigi difomulasikan khusus untuk gigi dan bukannya untuk wajah. Jadi jangan mengaplikasikan produk yang tidak seharusnya pada wajah ya! Pasta gigi memiliki bahan baku seperti flourida yang bertujuan untuk membersihkan gigi dari plak dan kuman yang jika diaplikasikan pada kulit wajah akan membuatnya kering. Pasta gigi juga memiliki pH yang berbeda dengan kulit wajah. Hal tersebut beresiko membuat wajah menjadi iritasi.

 

           

  1. Bahan alami selalu bagus. Kalau sudah dengar kata alami, pasti merasa tenang untuk memakai atau mengonsumsinya, ya? Mungkin dengan anggapan, bahwa bahan tersebut tidak mengandung kimia, makanya aman untuk kulit. Namun nyataya, asumsi tersebut tidak sepenuhnya benar, lho! Contohnya, yang kita tahu Vitamin C bagus untuk mencerahkan wajah. Namun jika kamu menggosok lemon langsung pada permukaan kulit, justru akan menyebabkan iritasi dan kulit kering karena pH yang dikandung lemon sangat asam bagi kulit. Makanya disediakan produk perawatan yang mengandung Vitamin C yang aman diaplikasikan untuk kulit. Atau seperti putih telur mentah yang langsung diaplikasikan pada wajah karena mengandung protein. Padahal dalam telur mentah terdapat bakteri salmonella yang beresiko pindah ke tubuh kita.

 

Bahan alami memang terkesan aman karena tidak mengandung bahan kimia tapi tetap saja memiliki efek jika tidak mencermati kandungan dan efeknya pada kulit wajah. Jadi, hati-hati dalam memilih bahan alami untuk perawatan ya!