Logo NewFemme
Metode Bercocok Tanam Tanpa Tanah, Cocok Untuk Rumah yang Tidak Memiliki Halaman!

Metode Bercocok Tanam Tanpa Tanah, Cocok Untuk Rumah yang Tidak Memiliki Halaman!

Gaya Hidup 86

Bercocok tanam merupakan hobi yang digemari oleh banyak orang, namun banyak yang kebingungan dalam menanam tanaman jika tidak memiliki lahan di rumahnya.
Seiring berjalannya waktu, muncul beberapa metode yang bisa digunakan untuk menanam tumbuhan tanpa menggunakan tanah. Salah satunya metode hidroponik, metode ini cukup banyak diminati terutama dalam lingkup rumah.
Hidroponik memang menjadi satu metode menanam tanpa tanah yang sangat diminati. Namun hidroponik bukanlah satu-satunya metode yang bisa kamu gunakan dalam metode menanam tanpa tahah.
Kali ini Newfemme akan membagikan ulasan tentang 3 metode bercocok tanam tanpa tanah. Berikut ini adalah ulasannya:

1. Hidroponik

Hidroponik merupakan teknik menanam tanpa tanah yang menggunakan air dan larutan nutrisi untuk menumbuhkan tanaman. Biasanya hidroponik menggunakan media pengganti seperti rockwool, jerami, spoon, serabut kelapa, hingga serat kayu. Air yang sudah di campur dengan pupuk dan kalium klorida akan dialirkan ke akar tanaman melalui media non tanah tersebut.
Hidroponik biasanya terbagi menjadi tiga kategori utama. Ketiga kategori itu memiliki perbedaan sistem penggunaan media tanam, sistem pengaliran air dan metode penanaman.
Berikut ini adalah tiga kategori hidroponik:

1. Sistem sumbu

Sistem ini terdiri dari wadah penampungan air dan nutrisi, serta wadah media tumbuh. Air di wadah penampungan akan diserap oleh akar tanaman di media pengganti tanah.

2. Sistem water culture

Sistem ini menggunakan styrofoam yang di tempatkan di atas permukaan larutan nutrisi. Dibantu oleh pompa di wadah penampungan air, oksigen akan dialirkan ke dalam akar tanaman.

3. Sistem pasang urut

Yang ketiga adalah sistem pasang surut, sistem ini mengatur jumlah intensitas air dan larutan nutrisi untuk merendam akar tanaman. Sistem ini lebih canggih karena menggunakan pompa yang punya timer untuk memasukan air, menguras, dan memasukan air lagi dalam periode yang ditentukan.

2. Akuaponik

Sebenarnya hampir sama dengan media hidroponik yang menggunakan air sebagai media menanam tanaman. Namun, yang membedakannya dengan metode hidroponik adalah akuaponik biasanya ditumbuhkan di atas kolam yang berisi ikan budidaya.
Air dalam kolam yang berisi kotoran ikan dialirkan kedalam sebuah bak penampung. Kotoran ikan akan disaring untuk mengambil air jernih yang berisi nutrisi dan mineral dari kotoran ikan.
Air yang penuh dengan nutrisi dan mineral dari kotoran ikan ini dialirkan ke tanaman untuk mendukung pertumbuhannya. Pertumbuhan tanaman pun sangat baik untuk pertumbuhan ikan.

3. Aeoroponik

Pada metode tanam ini, tanaman akan digantung dalam wadah khusus untuk disuplai dengan hara dan nutrisi tanaman dalam bentuk air yang dikabutkan. Maka dari itu, aeroponik memang perlu dilakukan di ruangan khusus seperti rumah kaca atau greenhouse.
Aeroponik merupakan sistem yang paling teknis karena kabut dan larutan nutrisi yang diperlukan tanaman, disemprotkan 15 menit sekali. Metode ini memastikan tanaman selalu segar. Metode ini memastikan tanaman selalu segar.

Metode-metode ini memang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.
Jadi metode mana yang mau kamu gunakan dalam menanam tanaman?
Terima kasih, semoga membantu!