Logo NewFemme
Tips Agar Anak Tidak Menjadi Pelaku Bullying

Tips Agar Anak Tidak Menjadi Pelaku Bullying

Parenting 97

Pembullyan atau perundungan adalah hal yang biasa ditemukan di lingkungan sosial, terutama di lingkungan anak-anak. Pasti semua orang tua tidak mau dong jika anaknya harus menjadi korban bullying ataupun pelaku bullying.
Selain mengajarkan anak tentang hal-hal yang perlu diperhatikan agar anak tidak menjadi pelaku bullying, memberi pengarahan agar anak tidak menjadi pelaku bullying juga tidak kalah pentingnya lho.
Maka dari itu, kali ini Newfemme akan membahas tentang beberapa tips yang dapat kamu terapkan agar anakmu tidak menjadi seorang pelaku bullying. Berikut adalah tipsnya:

1. Ajarkan anak tentang perbedaan yang dimiliki oleh setiap orang

Bukan jarang, perbedaan menjadi salah satu alasan utama anak menjadi korban bullying. Maka dari itu kenalkan anak pada perbedaan SARA dan juga hal lainnya. Selain itu kamu juga perlu mengajarkan anakmu tentang menghormati dan memahami perbedaan yang orang lain miliki.
Selain SARA, ada banyak perbedaan yang orang lain miliki seperti minat dan bakat, kondisi fisik, tingkat ekonomi, dan sebagainya. Perbedaan-perbedaan itulah yang harus dihormati dan dipahami oleh anakmu.

2. Beri pemahaman tentang hal baik dan hal buruk

Pada dasarnya semua orang tua pastinya mengajarkan dan memberi pemahaman tentang baik dan buruk dari suatu hal. Namun, tak jarang banyak hal kecil yang terlupakan untuk diajarkan pada anak kita, seperti tidak melukai perasaan orang, tidak boleh merasa superior akan suatu hal, dan banyak hal lainnya.
Beri pemahaman secara kontekstual tentang apa yang kamu ajarkan pada anakmu. Selain mengerti tentang apa yang baik dan salah, anak juga harus mengerti tentang faktor-faktor sebab akibat dari hal baik dan hal buruk yang telah kamu ajarkan. 

3. Ajari anak tentang cara berkomunikasi yang baik

Hal berikutnya adalah ajari anak tentang cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain. Beri pemahaman bahwa walaupun dia merasa apa yang dia ucapkan bukanlah hal yang salah, bukan tidak mungkin orang lain akan merasa kecewa dan akan melukai perasaannya.
Biasakan agar anakmu berpikir sebelum berucap, agar anak dapat mengurangi kemungkinan ketika ucapannya akan melukai perasaan seseorang. Dengan begitu anak akan lebih mengerti dan paham tentang bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain agar terhindar dari perilaku bullying yang dilakukan secara verbal.

4. Ajarkan anak tentang rasa empati pada orang lain

Sejak dini, kamu harus memberi pelajaran tentang rasa empati untuk anakmu. Jangan biarkan anakmu tumbuh dengan perasaan acuh terhadap situasi yang sedang dialami orang lain.
Dengan memiliki rasa empati terhadap orang lain, anak akan lebih bisa memahami perasaan orang lain dan terhindar dari tindakan bullying.

5. Dukung anak agar berani menyikapi tindakan bullying

Selain mengajari anak agar berani melawan tindakan bullying yang ia terima, ajarkan juga anak agar berani melawan tindakan bullying, walaupun korbannya bukanlah dirinya sendiri.
Membela korban bullying adalah hal yang harus kamu ajarkan pada anakmu, karena bagaimanapun tindakan bullying adalah sesuatu yang salah dan harus anak hindari.

Terima kasih telah membaca artikel ini.
Semoga membantu ya!!!