Logo NewFemme
Cara yang Harus Kamu Lakukan Saat Anak Menjadi Korban Bullying

Cara yang Harus Kamu Lakukan Saat Anak Menjadi Korban Bullying

Parenting 112

Pasti tidak ada orang tua yang tega jika anaknya menjadi korban perundungan atau yang biasa disebut bullying. Tak sedikit orang tua yang langsung terbakar emosi dan memarahi anak pelaku bullying secara langsung, namun tentu saja ini bukan hal yang baik untuk dilakukan.
Anakmu akan kehilangan kemampuan untuk menyelesaikan masalah jika kamu memarahi pelaku bullying secara langsung dan akan menimbulkan beban moral yang dialami anakmu selaku korban bullying.
Berikut ini adalah rangkuman Newfemme tentang cara yang harus kamu lakukan saat anak menjadi korban bullying:

1. Melihat dan menyelidiki tentang apa yang terjadi pada anakmu

Tidak semua anak dapat langsung menceritakan tentang apa yang terjadi pada dirinya, kebanyakan anak akan merasa enggan untuk bercerita pada orang tuanya tentang kasus bullying yang sedang terjadi padanya. Kamu harus berbicara dari hati ke hati dengan anakmu agar anakmu mau menceritakan apa yang terjadi pada dirinya atau kamu dapat menyelidiki sendiri tentang apa yang dialami oleh anakmu jika anakmu menunjukan tanda-tanda bahwa ia sedang menjadi korban bullying.

2. Bicarakan dengan orang tua pelaku bullying

Sebaiknya kamu menghindari memarahi pelaku secara langsung, walaupun kamu pasti sangat merasa emosi jika anakmu menjadi korban bullying.
Bicarakan dengan orang tua pelaku bullying agar kamu selaku orang tua dapat menciptakan situasi yang kondusif bagi anakmu, diskusikan tentang apa yang akan kalian lakukan selaku orang tua agar anak dapat menciptakan lingkungan yang nyaman baik di sekolah ataupun lingkungan bermainnya.
Bimbinglah pelaku dan korban agar dapat menghindari pembullyan kedepannya dan ajarkan anak untuk dapat menyelesaikan masalahnya sendiri.

3. Mengajarkan anak untuk dapat melindungi dirinya sendiri dari pelaku bullying

Daripada kamu langsung memarahi pelaku bullying, cara yang paling bijaksana yang harus kamu lakukan adalah mengajarkan anakmu untuk menghadapi pelaku bullying.
Hal ini adalah antisipasi agar anak dapat menghadapi perilaku bullying lainnya di masa depan dan agar anakmu memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah.

4. Obati trauma anak dengan berkonsultasi dengan konseling profesional

Banyak kasus anak akan mengalami trauma setelah menjadi korban bullying
Jika hal ini terjadi pada anakmu, ajak anakmu untuk berkonsultasi dengan konseling profesional agar anakmu mendapatkan penanganan terhadap trauma yang dia alami.

5. Jauhkan anakmu dari pelaku bullying

Jika cara-cara di atas masih belum mampu untuk menghindarkan anakmu menjadi korban bullying, kamu harus bersikap tegas dan menjauhkan anakmu dari lingkungan yang menjadikannya korban bullying.
Jika tindakan bullying yang menimpa anakmu terjadi di lingkungan sekolah, cobalah untuk mempertimbangkan untuk memindahkan sekolah anakmu.

Dalam masa pertumbuhannya, kamu sebagai orang tuanya memiliki peran yang sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang baik untuk anakmu.
Karena bukan tidak mungkin, hal buruk yang terjadi pada dirinya akan berpengaruh kepada masa depannya.
Ikuti ulasan parenting lainnya dari Newfemme ya!