Logo NewFemme
7 Manfaat Vitamin B12 untuk Kesehatan

7 Manfaat Vitamin B12 untuk Kesehatan

Kesehatan 180

Vitamin B12 atau kobalamin merupakan golongan vitamin B kompleks yang membantu proses konversi karbohidrat menjadi glukosa sehingga menghasilkan energi. Vitamin ini banyak ditemukan di produk hewani, makanan terfortifikasi, ataupun suplemen.

 

Tubuh kita tidak dapat memproduksi vitamin B12, sehingga disebut sebagai vitamin esensial. Vitamin ini berperan penting memelihara kesehatan sistem saraf, fungsi otak, dan produksi sel darah merah. Seseorang yang mengalami kekurangan bahkan defisiensi B12 dapat mengalami anemia, yang mengganggu proses pengedaran oksigen di tubuh.

 

Berikut beberapa manfaat yang bisa Anda rasakan dari mengonsumsi vitamin B12:

  1. Mencegah anemia

Vitamin B12 adalah faktor penting untuk menentukan produksi sel darah merah yang sehat. Kekurangan atau defisiensi vitamin B12 akan mengganggu pembentukan sel darah merah sehingga bentuknya menjadi lebih besar dan tidak beraturan.

 

Perubahan bentuk sel darah merah ini nantinya dapat menghambat sel bergerak dari sumsum tulang menuju peredaran darah. Bila ini terjadi, dampaknya adalah organ-organ di tubuh tidak mendapat cukup oksigen yang diedarkan oleh sel darah merah.

 

Kondisi ini kemudian disebut sebagai anemia megaloblastik. Anemia akan menyebabkan seseorang sering merasa lemah, letih, kesulitan berkonsentrasi, dan kulit tampak pucat.   

 

  1. Mencegah bayi lahir cacat

Kecukupan kadar vitamin B12 menentukan kesehatan kehamilan seorang wanita. Apabila terjadi defisiensi B12 di awal kehamilan, maka risiko cacat lahir seperti kelainan tabung saraf pada bayi semakin tinggi. Selain itu, risiko keguguran dan kelahiran prematur juga meningkat. Maka dari itu, meningkatkan asupan vitamin B12 menjadi penting bagi seorang ibu hamil.

 

  1. Memperbaiki mood dan gejala depresi

Vitamin B12 dibutuhkan dalam pembentukan hormon serotonin, yaitu hormon yang bertugas mengontrol mood. Ini sebabnya kekurangan kobalamin dapat menjadi faktor pendorong terjadinya mood swing dan rentan depresi. Bahkan saat ini para peneliti tengah mengaitkan konsumsi vitamin B12 sebagai terapi pengobatan depresi.

 

  1. Mencegah demensia

Manfaat lain dari vitamin B12 adalah mampu mencegah demensia. Pasalnya vitamin ini dapat memperlambat atropi otak yang terjadi seiring dengan penuaan. Singkatnya, atropi otak artinya otak mengalami penyusutan baik dari volume hingga hilangnya sel-sel saraf. Bila ini terjadi, fungsi otak tidak dapat berjalan normal lagi.

 

  1. Mendukung kesehatan kulit, rambut, dan kuku

Seperti telah diketahui, vitamin B12 turut berperan dalam memperlancar peredaran oksigen ke jaringan seluruh tubuh. Sehingga kadar vitamin B12 yang mencukupi dapat menyediakan oksigen bagi tubuh untuk mendukung pertumbuhan rambut, kulit, dan kuku. Ketika defisiensi terjadi, maka kondisi vitiligo, pertumbuhan rambut melambat dan hiperpigmentasi kulit dapat terjadi.

 

  1. Menjaga kesehatan jantung

Vitamin B12 juga mampu melindungi kesehatan jantung melalui efeknya dalam mengurangi jumlah homosistein. Homosistein sebenarnya merupakan asam amino yang penting. Namun, dalam jumlah besar, zat ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

 

Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa vitamin B12 bisa membantu mengontrol kolesterol dan tekanan darah tinggi. Selain itu, asupan kobalamin diyakini dapat mengontrol penumpukan plak dalam pembuluh darah.

 

  1. Membuat tubuh lebih berenergi

Pada dasarnya semua vitamin B berperan penting dalam produksi energi. Meski tidak terlibat secara langsung, namun vitamin B12 sangat dibutuhkan dalam proses pembentukan energi. Pasalnya vitamin B12 berkontribusi membantu proses konversi karbohidrat menjadi glukosa sehingga menghasilkan energi.

 

Studi menunjukkan, jika Anda mengalami defisiensi, maka mengonsumsi suplemen vitamin B12 dapat meningkatkan produksi energi secara signifikan.

 

Begitu banyak manfaat dari mengonsumsi vitamin B12. Sumber makanan terbaik untuk mendapat vitamin B12 bisa Anda temukan pada daging merah, daging ayam, telur, ikan, susu, dan sereal terfortifikasi. Jika Anda ingin menambah ekstra vitamin B12 dari suplemen, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter untuk mendapatkan dosis yang tepat.