Logo NewFemme
Kenali Anemia Defisiensi Besi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegah

Kenali Anemia Defisiensi Besi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegah

Kesehatan 195

Anemia defisiensi besi merupakan gangguan atau kelainan hematologi dimana tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini menyebabkan tubuh tidak mendapat cukup oksigen sehingga penderita anemia mudah lelah dan tampak pucat.

 

Sesuai dengan namanya, jenis anemia ini disebabkan karena tubuh tidak memiliki zat besi yang cukup. Kurangnya zat besi dapat terjadi baik karena kekurangan asupan dari makanan maupun gangguan penyerapan pada zat besi.

 

Kadar zat besi yang tidak cukup menyebabkan tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin, yaitu bagian utama dari sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen. Jika Anda menunjukkan gejala anemia defisiensi besi seperti berikut, segera kunjungi dokter.

 

Gejala 

Anemia defisiensi besi dapat terjadi dengan ataupun tanpa gejala. Beberapa gejala ini menjadi pertanda anemia:

  • Kelelahan ekstrim
  • Tubuh lemas
  • Kulit berwarna pucat
  • Sakit bagian dada, detak jantung cepat, dan nafas pendek
  • Sakit kepala, pusing, dan berkunang-kunang
  • Kaki dan tangan dingin
  • Kuku rapuh
  • Nafsu makan menurun

 

Diagnosis 

Anemia defisiensi besi bukanlah sesuatu yang dapat didiagnosis mandiri. Jika timbul gejala yang mengarah pada kondisi anemia, segera hubungi dokter. Hindari mengonsumsi suplemen zat besi sebelum mendapat arahan dari dokter. Bila suplemen zat besi dikonsumsi tanpa pengawasan dokter, Anda bisa mengalami kelebihan akumulasi zat besi yang menibulkan kerusakan hati dan komplikasi serius lainnya.

 

Dokter akan melakukan tes darah lengkap untuk mengukur kadar zat besi, hematokrit, vitamin B12, dan asam folat dalam darah, serta pemeriksaan fungsi ginjal. Hal ini dilakukan untuk mengetaui penyebab anemia sehingga Anda mendapat penanganan yang tepat.

 

Kadar hemoglobin normal setiap orang berbeda-beda tergantung usia dan jenis kelaminnya. Kadar hemoglobin rendah dapat menandakan tubuh mengalami anemia. Berikut ini adalah kisaran nilai hemoglobin normal:

 

  • Laki-laki dewasa: 13 g/dL
  • Wanita dewasa: 12 g/dL
  • Wanita hamil: 11 g/dL
  • Bayi: 11 g/dL
  • Anak usia 1–6 tahun: 11,5 g/dL
  • Anak dan remaja usia 6–18 tahun: 12 g/dL

 

Komplikasi 

Meski anemia ringan umumnya tidak menimbulkan komplikasi, namun jika tidak ditangani dapat bertambah berat dan menimbulkan masalah kesehatan seperti:

  • Permasalahan jantung, seperti gangguan irama jantung (aritmia) dan gagal jantung
  • Komplikasi kehamilan, seperti kelahiran prematur atau bayi terlahir dengan berat badan rendah
  • Gangguan pertumbuhan, biasanya terjadi pada anak-anak atau bayi dan menyebabkan tumbuh kembang terlambat serta rentan mengalami infeksi
  • Gangguan paru-paru, misalnya hipertensi pulmonal

 

Pencegahan 

Risiko anemia defisiensi besi dapat dicegah dengan memperkaya asupan seperti:

  • Zat besi, seperti daging merah, hati sapi, kacang merah, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan makanan terfortifikasi.
  • Vitamin C, seperti stroberi, kiwi, pepaya, jambu biji, jeruk, brokoli, kale, paprika, dan lainnya.

Banyak penderita anemia yang hanya fokus meningkatkan asupan zat besi dari makanan. Padahal, meningkatkan konsumsi vitamin C juga diperlukan untuk mendukung penyerapan zat besi oleh tubuh. Sehingga, konsumsi vitamin C tidak boleh dilupakan untuk mendapat efek optimal dari asupan zat besi harian.  

 

Bila Anda seorang wanita yang sedang merencanakan kehamilan dan memiliki riwayat anemia pada keluarga, konsultasikan dengan dokter di Newfemme. Merencanakan kehamilan di bawah pengawasan dokter dapat mencegah gangguan kehamilan dan anemia pada anak.