Logo NewFemme
Apa yang Terjadi jika Kanker Serviks Tidak Ditangani?

Apa yang Terjadi jika Kanker Serviks Tidak Ditangani?

Kesehatan 112

Di Indonesia, kanker serviks masih menempati peringkat kedua dengan jumlah penderita terbesar setelah kanker payudara. Oleh karena itu, lembaga dan pemerintah kini masih berfokus meningkatkan kesadaran di masyarakat, khususnya bagi wanita yang sudah aktif seksual untuk rutin melakukan tes deteksi dini.

 

Apa yang terjadi jika kanker serviks tidak ditangani?

Kanker serviks bisa menimbulkan komplikasi baik akibat efek samping terapi medis yang sedang dijalani maupun disebabkan oleh kanker yang sudah memasuki stadium akhir.

Beberapa komplikasi kanker serviks yang terjadi sebagai efek samping pengobatan meliputi:

  • Penyempitan vagina, infertilitas, dan menopause dini akibat radioterapi
  • Diare, rambut rontok, dan kerusakan ginjal akibat kemoterapi
  • Vagina kering, inkontinensia urin, dan tidak bisa memiliki anak akibat histerektomi
  • Dampak emosional

Sementara itu, komplikasi yang terjadi bila karena kanker serviks sudah memasuki stadium akhir yiatu:

  • Limfadema, yaitu pembengkakan tungkai akibat penyumbatan pembuluh getah bening oleh kanker
  • Penggumpalan darah akibat kanker yang menekan pembuluh darah di panggul
  • Perdarahan akibat kanker yang menyebar ke vagina, usus, dan kandung kemih
  • Gagal ginjal akibat penumpukan urin di ginjal
  • Fistula, yaitu terbentuknya saluran abnormal yang menghubungkan organ-organ dalam tubuh

 

Apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks?

Sumber: Kompas.com

Cara terbaik untuk mencegah kanker serviks adalah dengan rutin melakukan pap smear dan cek HPV rutin. Skrining yang rutin dapat membantu wanita menemukan perubahan abnormal sel-sel serviks di awal agar dapat segera ditangani.

 

Adapun cara tambahan yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker serviks, meliputi:

  • Rutin melakukan pap smear  
  • Jika Anda berusia di bawah 26 tahun, pastikan Anda mendapat vaksin HPV
  • Melakukan hubungan seks yang aman dengan menggunakan kondom
  • Hindari hubungan seksual terlalu dini
  • Membatasi jumlah pasangan seksual
  • Hindari berhubungan seksual dengan seseorang yang memiliki lebih dari satu pasangan, memiliki kutil kelamin, atau menunjukkan gejala lainnya
  • Menjaga gaya hidup sehat, menghindari makanan karsinogenik, dan rutin berolahraga.

 

Pengobatan kanker serviks

Dokter akan memberikan tindakan pengobatan kanker serviks berdasarkan stadium kanker yang dialami dan kondisi kesehatan pasien. Tindakan yang dilakukan dapat berupa kemoterapi, radioterapi, bedah, atau kombinasi dari ketiganya.

 

Kanker serviks memiliki peluang besar untuk disembuhkan jika dapat terdeteksi sedini mungkin. Oleh sebab itu, setiap wanita disarankan untuk menjalani skrining kanker serviks secara berkala sejak usia 21 tahun atau sejak menikah. Selain itu, pencegahan infeksi HPV yang dapat memicu kanker ini juga dapat dilakukan dengan vaksin sejak usia 10 tahun.

 

Bersikap tidak peduli terhadap faktor risiko dan acuh terhadap kemunculan gejala kanker serviks hanya akan memperparah kondisi. Jangan tunggu hingga terlambat, sebaiknya lakukan pap smear dan pemeriksaan panggul secara rutin untuk mengawasi gejala kanker serviks muncul.