Logo NewFemme
Awal Mula Lipstik Dibuat

Awal Mula Lipstik Dibuat

Kecantikan 82

Apakah kamu salah satu yang suka mengoleksi berbagai warna dan juga jenis lipstik? Atau kamu punya orang terdekat yang koleksi kosmetik satu ini? Tapi memang, sih… Banyaknya warna yang gemes-gemes dan juga cantik serta packaging yang lucu tuh jadi salah satu alasan kita suka bnget koleksi lipstik. Lipstik juga jadi salah satu kosmetik to the rescue yang selalu ada di tas dan selalu dibawa kapan pun. Kadang kalau kita lagi malas pakai riasan atau untuk touch up, lipstik tuh jadi penyelamat banget! Cuma dengan sentuhan pewarna di bibir, wajah kita akan terlihat lebih cerah dan sedikit lebih segar. Tapi kamu udah pernah tau belum sejarah awal mulanya lipstik ada?

sumber: unsplash.com

Dilansir dari Britannica, yang mulai pertama menggunakan riasan pewarna bibir adalah bangsa Sumeria yang hidup di Mesopotamia Selatan, saat peradaban Mesir Kuno. Di daerah dan waktu tersebut, pewarna bibir dibuat dari tanaman atau buah, henna, tanah liat sampai serangga. Mereka juga menumbuk beberapa perhiasan untuk menambah warna dan juga kilau pada pewarna bibir. Sebelum menggunakan bahan-bahan tersebut, pembuatan pewarna bibir di Mesopotamia awalnya terbilang berbahaya karena terbuat dari yodium dan bromine mannite yang terkenal beracun.

Ternyata yang menjadi salah satu alasan penduduk Mesir Kuno bersolek dengan kosmetik adalah untuk melindungi diri dari sengatan matahari dan angin gurun. Lipstik terkenal menjadi riasan wajah di Mesir Kuno setelah ciri khas mereka pada riasan mata. Cleopatra adalah ratu yang terkenal sering memakai lipstik merah.

sumber: unsplash.com

Kemudian sekitar seribu tahun setelah zaman Cleopatra, ternyata kosmetik terutama pewarna bibir ini hampir tidak ada di Eropa. Hal tersebut dikarenakan pada zaman itu, Eropa mengalami kemunduran dalam ekonomi dan terisolasi dari Asia dan Afrika. Sebaliknya, terutama di daratan Asia, para wanita sudah mulai mengenal kosmetik dan bersolek sudah mulai menyebar di kalangan masyarakat. Kemudian Eropa berhasil bangkit dari kemunduran saat revolusi industri. Pada abad ke-18, Guerlain, sebuah rumah produksi yang membuat parfum meluncurkan produk lipstik dan dipasarkan secara massal. Kemudian pesona lipstik makin tersebar terutama sejak kebangkitan fotografi dan film karena mendapatkan jangkauan informasi visual yang lebih jauh dan meluas ke seluruh Eropa bahkan dunia. Hingga pada tahun 1920, lipstik dan juga produk kosmetik lainnya yang bahan, warna dan produksinya terus dikembangkan akhirnya semakin populer dan semakin mudah didapat.