Logo NewFemme
Infomasi Lengkap Seputar Preeklamsia: Gejala, Penyebab, Komplikasi, dan Cara Mencegah

Infomasi Lengkap Seputar Preeklamsia: Gejala, Penyebab, Komplikasi, dan Cara Mencegah

Kesehatan 181

Diperkirakan sebanyak 70.0000 kematian ibu tiap tahunnya disebabkan oleh preeklamsia, gangguan yang hanya terjadi saat kehamilan dan pasca persalinan. Preeklamsia merupakan komplikasi saat kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi yang dapat berujung pada kejang, stroke, gagal hati dan ginjal, hingga kematian. Biasanya kondisi ini mulai muncul pada kehamilan usia 20 minggu.

 

Jika Anda terdiagnosis preeklamsia saat kehamilan, maka Anda dihadapkan dengan tantangan yang cukup berat. Anda perlu mencegah kompikasi jadi lebih serius sementara mengulur waktu lebih untuk menunggu janin berkembang sempurna.

Sumber: Alodokter

Definisi

Preeklamsia didefinisikan sebagai terjadinya kenaikan tekanan darah saat kehamilan. Kondisi ini dapat terdiagnosis jika tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih.

 

Gejala

Preeklamsia dapat hadir saat kehamilan dengan atau tanpa menimbulkan gejala. Kenaikan tekanan dapat terjadi secara perlahan ataupun mendadak. Selain tekanan darah tinggi, adapun gejala lainnya seperti:

  • Kadar protein yang tinggi di urin (proteinuria)
  • Sakit kepala berat
  • Perubahan penglihatan, termasuk kehilangan penglihatan sementara, penglihatan kabur, atau sensitivitas terhadap cahaya
  • Sakit perut di bagian atas, bisasanya di bawah tulang rusuk sebelah kanan
  • Mual atau muntah
  • Jumlah urin menurun
  • Kadar trombosit menurun (trombocytopenia)
  • Fungsi hati terganggu
  • Kesulitan bernafas, akibat cairan menumpuk di paru-paru

 

Penyebab

Preeklamsia dapat timbul melibatkan banyak faktor penyebab. Para ahli berteori bahwa kondisi ini bermula dari plasenta. Pada kehamilan, pembuluh darah baru akan terbentuk dan berkembang untuk menyalurkan darah secara efisien menuju plasenta.

 

Pembuluh darah ini dipercaya tidak terbentuk atau berfungsi dengan baik pada wanita dengan preeklamsia. Terdapat kelainan pada pembuluh darah tersebut seperti bentuknya yang lebih menyemput dibanding pembuluh darah normal dan reaksi terhadap sinyal hormon yang terganggu, menyebabkan aliran darah terganggu.

 

Perkembangan pembuluh darah yang abnormal dapat disebabkan oleh:

  • Aliran darah menuju rahim tidak mencukupi
  • Kerusakan pembuluh darah
  • Sistem daya tahan tubuh terganggu
  • Faktor genetik

 

Komplikasi

Jika timbul kondisi medis yang membutuhkan kelahiran lebih cepat dilakukan, maka perlu dilakukan prosedur operasi caesar. Atau dokter akan merekomendasikan jadwal kelahiran normal sesuai kondisi pasien.

 

Semakin awal dan berat preeklamsia hadir saat kehamilan, maka semakin besar risiko yang timbul bagi bayi dan ibu. Beberapa komplikasi yang dapat disebabkan akibat preeklamsia antara lain:

  • Kelahiran prematur. Dokter akan menyarankan untuk mempercepat kelahiran untuk menyelamatkan ibu dan bayi, terutama jika preeklamsia sudah berat.
  • Kerusakan plasenta. Kerusakan dapat menyebabkan perdarahan hebat yang mengancam nyawa ibu dan bayi. Kondisi ini terjadi dengan ditandai plasenta yang lepas dari dinding dalam rahim sebelum kelahiran.
  • Perkembangan janin terhambat. Aliran darah menuju plasenta yang terhambat pada preeklamsia menyebabkan janin tidak mendapatkan cukup darah, oksigen, dan nutrisi sehingga perkembangan juga terhambat. Kondisi ini dapat menyebabkan berat badan lahir rendah atau kelahiran prematur.
  • Sindrom HELLP. HELLP merupakan singkatan dari Hemolysis, Elevated Liver Enzymes, and Low Platelets. Sindrom ini memiliki tingkat keparahan yang lebih berat dari preeklamsia dan mengancam nyawa. Sindrom ini ditandai oleh kehancuran sel darah merah, kenaikan enzim hati, dan penurunan angka trombosit. Biasanya kondisi ini menimbulkan gejala seperti mual, muntah, sakit kepala, dan sakit perut bagian atas sebelah kanan.
  • Eklamsia. Ketika preeklamsia tidak dikelola dengan baik, maka eklamsia dapat terjadi. Jika kondisi ini terjadi, maka kelahiran perlu dilakukan secepatnya.
  • Kerusakan organ lainnya. Preeklamsia dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, paru-paru, jantung, atau mata, bahkan stroke.
  • Penyakit kardiovaskular. Wanita yang mengalami preeklamsia berisiko tinggi mengalami penyakit kardiovaskular di masa mendatang, terutama jika telah terjadi lebih dari sekali atau sebelumnya sudah pernah melahirkan.

 

Cara mencegah

Jika mengalami preeklamsia, penting untuk tidak mengonsumsi obat, vitamin, atau suplemen apapun tanpa anjuran dokter. Beberapa studi menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D berkaitan dengan menurunnya risiko preeklamsia. Pada beberapa kasus, Anda dapat mencegah risiko preeklamsia dengan cara:

  • Mengonsumsi aspirin dosis rendah
  • Mengonsumsi suplemen kalsium

 

Sudah menjadi kewajiban untuk mempersiapkan kesehatan diri sebelum kehamilan. Bagi wanita yang sebelumnya pernah terdiagnosis preeklamsia, dianjurkan untuk menjaga berat badan dan memastikan kondisi lain, misalnya diabetes, sudah dikelola dengan baik.

 

Untuk mengetahui lebih lanjut terkait preeklamsia dan terapi medis diperlukan, segera sampaikan ke dokter mengenai kondisi Anda. Ingin terhubung dengan dokter sambil tetap di rumah? Segera download aplikasi Newfemme yang sesaat lagi hadir di App Store dan Play Store.