Sebenarnya, Bagaimana Proses Pembentukan ASI?

Sebenarnya, Bagaimana Proses Pembentukan ASI?

Kesehatan 46

Siapa sih yang tidak kenal dengan air susu ibu alias ASI? Air susu ibu berasal dari kelenjar susu yang berada di dalam payudara. Kelenjar susu tersebut memiliki beberapa bagian yang saling bekerja sama untuk memproduksi dan mengeluarkan air susu untuk memberikan asupan zat  gizi bagi bayi. Berikut ini penjelasan dari masing-masing bagiannya:

1. Alveoli

Merupakan kantung kecil yang berbentuk seperti anggur. Tugasnya adalah untuk menghasilkan dan menyimpan susu. Alveoli yang berkelompok disebut dengan lobulus yang masing-masingnya terhubung dengan lobus.

2. Saluran susu (milk ducts)

Lobus akan terhubung ke saluran susu. Umumnya, wanita memiliki 20 lobus yang masing-masingnya memiliki satu saluran susu. Tugas saluran susu adalah untuk membawa susu dari lobulus alveoli ke puting ibu.

3. Areola

Tahukah Ladies area gelap di sekitar puting? Itulah yang disebut dengan areola. Ujung dari areola akan memberikan sinyal kepada tubuh kapan ASI harus dikeluarkan, alias membutuhkan rangsangan. Kenapa bisa seperti itu? Karena areola memiliki ujung saraf yang sensitif.

4. Puting

Terdapat sekitar 20 pori-pori kecil yang terdapat pada puting dan bertugas untuk mengeluarkan susu. Saraf yang ada pada puting akan merespon untuk mengeluarkan susu ketika ada stimulasi dari bayi, tangan, atau pompa ASI. Stimulasi yang muncul akan memberikan sinyal ke otak agar susu diproduksi dari alveoli menuju saluran susu dan akhirnya keluar dari puting.

Alveoli, saluran susu, areola, dan puting merupakan bagian dari kelenjar susu dalam pembentukan ASI

Di hari ketiga setelah kelahiran, bayi mengonsumsi sekitar 300-400 ml ASI selama 24 jam dan mencapai 500-800 ml di hari kelima. Rata-rata asupan ASI bayi dalam 6 bulan pertama adalah 800 ml per hari. Ingat ya Ladies, ASI memegang peranan penting dalam perkembangan bayi. Jadi, jika tidak memiliki kondisi kesehatan tertentu di mana ASI tidak boleh diberikan, jangan berikan bayi susu formula.

Pemicu Laktasi

Laktasi merupakan respon hormonal biologis tubuh yang terjadi selama dan setelah kehamilan. Laktasi sendiri adalah proses memproduksi dan melepaskan ASI dari kelenjar susu yang ada di payudara. Tujuan laktasi adalah untuk memberi makan bayi baru lahir. Serangkaian perubahan hormonal yang dimulai saat hamil akan memicu proses laktasi, proses ini disebut dengan laktogenesis. Berikut penjelasannya.

1. Laktogenesis Tahap Satu

Prosesnya dimulai sekitar minggu ke-16 kehamilan hingga beberapa hari setelah melahirkan. Hormon estrogen dan progesteron berperan untuk memperbanyak saluran susu dan memperbesar ukurannya. Maka dari itu, payudara akan terasa semakin penuh dan kelenjar susu mulai mempersiapkan produksi susu. 

Pada laktogenesis tahap satu ini, areola juga akan menggelap dan membesar. Kemudian akan muncul benjolan kecil di sekitar areola yang disebut dengan kelenjar montgomery. Fungsinya adalah untuk melumasi puting oleh minyak yang dikeluarkannya. Pada tahap ini juga kolostrum mulai diproduksi oleh tubuh.

2. Laktogenesis Tahap Dua

Dimulai setelah 2 atau 3 hari setelah melahirkan, di mana produksi ASI akan meningkat. Dikarenakan estrogen dan progesteron menurun drastis setelah melahirkan, hormon prolaktin akan mengambil alih untuk menghasilkan ASI dan produksinya sangat meningkat pada tahap dua ini. Maka dari itu, payudara akan semakin membesar karena penuh dengan susu, kadang sampai terasa sakit, nyeri, atau lunak.

3. Laktogenesis Tahap Tiga

Tahap akhir menyusui, di mana ketika semakin banyak ASI yang dikeluarkan maka akan semakin banyak pula air susu yang diproduksi oleh tubuh untuk menggantikannya. Selama menyusui, hormon prolaktin bertugas agar alveoli memproduksi susu sementara oksitosin bertugas untuk mendorong keluar ASI keluar dari alveoli dan berjalan menuju saluran susu. Kedua hormon ini meningkat jumlahnya selama menyusui.

Laktogenesis merupakan serangkaian proses perubahan hormon untuk memicu laktasi

Memberhentikan Laktasi

Menyusui dapat dihentikan secara alami maupun dengan bantuan obat hormonal. Secara alami, ASI akan diproduksi setiap kali ada rangsangan. Namun ketika bayi tidak terlalu bergantung lagi pada ASI atau ibu tidak lagi rajin memompa ASI, maka produksinya perlahan akan menurun. Jadi semakin sedikit yang keluar, maka produksinya secara alami semakin melambat.

Pilihan lain untuk berhenti memproduksi ASI adalah dengan mengonsumsi obat-obatan yang menekan produksi air susu. Jika memilih cara ini, maka diskusikan terlebih dahulu dengan dokter atau petugas kesehatan lainnya untuk mendapatkan informasi terkait deskripsi, manfaat, dan kemungkinan efek sampingnya.

Itulah penjelasan mengenai proses pembentukan ASI mulai dari produksi hingga dikeluarkan. Dua hormon yang berperan penting dalam produksi ASI adalah prolaktin dan oksitosin. Berilah anak ASI eksklusi hingga usia 6 bulan dan berlanjut hingga memasuki usia 2 tahun. Ada banyak artikel informatif lainnya yang tersedia untuk Ladies, buruan kunjungi website Newfemme atau download aplikasinya!