Logo NewFemme
Bacterial Vaginosis, Penyebab Paling Umum Keputihan Tidak Normal pada Wanita

Bacterial Vaginosis, Penyebab Paling Umum Keputihan Tidak Normal pada Wanita

Kesehatan 100

source: https://www.alodokter.com/vaginosis-bakterialis

Sebenarnya keputihan adalah reaksi normal tubuh memerangi sel mati dan bakteri pada organ vagina. Ketika keputihan yang muncul disertai dengan rasa sakit, perih, dan gatal di area kewanitaan, bisa jadi ini adalah pertanda Anda perlu waspada. Berikut adalah 3 penyakit penyebab keputihan tidak normal yang telah dirangkum dari beberapa sumber.

 

Apa itu bacterial vaginosis dan penyebabnya?

Bacterial vaginosis terjadi karena inflamasi akibat pertumbuhan bakteri buruk di vagina yang berlebihan. Kondisi ini berkaitan dengan tidak seimbangnya jumlah bakteri baik dan buruk di vagina dan dapat meningkatkan risiko terserang penyakit menular seksual lainnya.

 

Meski hingga kini belum dipahami penyebab jelasnya, namun kondisi ini banyak menyerang wanita usia 15-44 tahun. Wanita yang aktif secara seksual juga memiliki risiko lebih tinggi terserang penyakit ini. Memiliki lebih dari satu partner seksual serta kebiasaan melakukan douching juga dapat memperburuk ketidakseimbangan bakteri vagina.

 

Bagaimana ciri-ciri bacterial vaginosis?

Biasanya banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya mengidap bacterial vaginosis, karena gejalanya cenderung ringan dan dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun jika tidak mendapat penanganan yang tepat, kondisi ini dapat mengarah pada berbagai masalah yang lebih serius.

Jangan takut jika terkena bacterial vaginosis (sumber : Unsplash)

Beberapa penyebab yang disebutkan di atas dapat membuat seorang wanita lebih berisiko tinggi mengidap bacterial vaginosis. Berikut ini adalah beberapa gejala yang perlu Anda waspadai jika anda berisiko tinggi :

  • Keputihan berbau busuk seperti amis, terutama setelah berhubungan seksual
  • Cairan berwarna putih susu, keabuabuan, kuning
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Gatal pada bagian luar dan dalam vagina hingga iritasi

 

Bagaimana cara mengatasi bacterial vaginosis?

Beberapa langkah ini dapat kamu terapkan untuk mencegah risiko bakterial vaginosis :

  • Membatasi jumlah partner seksual
  • Tidak melakukan douching
  • Menggunakan kondom tiap kali berhubungan seksual

Meski penyakit ini dapat menghilang dengan sendirinya tanpa pengobatan, namun sebaiknya segera temui dokter jika kondisinya sudah mengkhawatirkan. Anda perlu menghabiskan obat yang diresepkan oleh dokter bahkan jika gejala telah hilang. Pasalnya seseorang yang sebelumnya terinfeksi bacterial vaginosis dapat mengalami infeksi ulang.

 

Jika Anda khawatir infeksi ini terjadi pada Anda, segera cari bantuan. Mari terhubung dengan sekumpulan dokter ahli dengan privasi terjaga 100%. Tidak perlu ragu menceritakan segala keluhan yang anda alami di Newfemme.

Nantikan aplikasi Newfemme yang dapat Anda unduh di Play Strore dan App Store. Khusus untuk wanita, nantikan konsultasi online gratis dari Newfemme, dan pilih sendiri jadwal sesuai kesediaan waktu Anda.