Mengenal Apa Itu Self-sabotage?

Mengenal Apa Itu Self-sabotage?

Gaya Hidup 115

Self-sabotage adalah suatu tindakan atau perilaku yang dapat menghambat atau menghalangi diri sendiri untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam banyak kasus, self-sabotage terjadi secara tidak sadar dan terus-menerus, sehingga dapat menjadi kebiasaan yang sulit diubah dan dapat berdampak negatif pada kehidupan.

Self-sabotage dapat terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam karir, hubungan interpersonal, dan kesehatan mental. Contoh dari self-sabotage dalam karir mungkin termasuk meremehkan kemampuan sendiri, menunda-nunda tugas penting, atau bahkan mengambil keputusan yang merugikan karir. Sementara itu, self-sabotage dalam hubungan interpersonal dapat melibatkan pola perilaku yang merusak hubungan atau membuat kita terus-menerus memilih pasangan yang salah. Di sisi kesehatan mental, self-sabotage dapat memanifestasikan diri sebagai kecanduan, kebiasaan makan yang tidak sehat, atau bahkan pemikiran yang merugikan diri sendiri.

Alasan orang melakukan self-sabotage

Ada banyak alasan mengapa seseorang mungkin melakukan self-sabotage. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Kurangnya rasa percaya diri
  • Perasaan tidak pantas
  • Rasa takut kegagalan
  • Perasaan tidak berdaya.

Dampak buruk self-sabotage

Terkadang, self-sabotage dapat menjadi cara untuk melindungi diri dari rasa sakit atau kekecewaan. Namun, self-sabotage dapat berdampak negatif pada kehidupan. Jika hal ini terus menerus dilakukan, maka bisa saja seseorang tidak akan mencapai apa yang menjadi tujuan dan mungkin saja selalu merasa tidak bahagia dan kehilangan rasa pencapaian. Selain itu, self-sabotage juga dapat memperburuk kondisi kesehatan mental.

Ciri-ciri dari self-sabotage

1. Prokrastinasi

Prokrastinasi adalah kecenderungan untuk menunda-nunda pekerjaan. Mereka menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak produktif seperti menonton TV atau bermain game, dan kemudian merasa bersalah dan stres karena tidak menyelesaikan tugas-tugas yang seharusnya dilakukan.

2. Kebiasaan buruk

Orang yang melakukan self-sabotage seringkali memiliki kebiasaan buruk yang menghambat kemajuan mereka. Kebiasaan buruk tersebut dapat berupa kecanduan alkohol, merokok, atau narkoba, atau kebiasaan yang kurang sehat seperti makan terlalu banyak makanan yang tidak sehat atau kurang tidur.

3. Self-doubt dan perasaan rendah diri

Orang yang melakukan self-sabotage seringkali merasa tidak percaya diri dan meragukan kemampuannya. Seringkali merasa tidak cukup baik atau cerdas untuk mencapai tujuan dan merasa sulit untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

4. Menghindari rasa sakit atau ketidaknyamanan

Orang yang melakukan self-sabotage seringkali mencari kenyamanan dan menghindari rasa sakit atau ketidaknyamanan. Mereka tidak mau mengambil risiko dan melakukan perubahan dalam hidup mereka karena takut gagal atau menghadapi rasa sakit atau ketidaknyamanan.

5. Penghindaran terhadap tanggung jawab

Orang yang melakukan self-sabotage seringkali menghindari tanggung jawab dan membiarkan orang lain mengambil alih. Mereka tidak mau mengambil tanggung jawab atas kesalahan atau keputusan yang diambil, dan seringkali mengeluh tentang keadaan atau orang lain sebagai alasan untuk kegagalan mereka.

6. Pengulangan pola negatif

Orang yang melakukan self-sabotage seringkali mengalami pola pikir dan perilaku yang negatif dan terus mengulanginya. Mereka mungkin terjebak dalam lingkaran setan yang sama, melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang tanpa belajar dari pengalaman mereka.

Baca juga :

Mengenal Mythomania: Ketika Bohong Menjadi Kebiasaan

Self-sabotage dapat mempengaruhi kehidupan seseorang secara signifikan, tetapi ciri-ciri tersebut dapat dikenali dan diubah. Dengan mengenali perilaku self-sabotage dan mengambil tindakan untuk mengatasinya, seseorang dapat meraih potensi penuh dan mencapai tujuan hidup mereka.

Untuk mengatasi self-sabotage, penting untuk mengenali perilaku yang dilakukan dan memahami alasan mengapa kamu melakukannya. Dari situ, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk mengubah perilaku dan menghindari pola self-sabotage yang merusak. Beberapa tips yang mungkin membantu mengatasinya antara lain adalah membangun rasa percaya diri, mencari dukungan dari orang lain, mengembangkan kebiasaan yang sehat, dan mengubah pola pikir negatif menjadi positif.

Dalam kesimpulannya, self-sabotage adalah perilaku yang menghambat diri kita sendiri untuk mencapai tujuan dan dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Namun, dengan mengenali perilaku kamu serta mengambil langkah-langkah untuk mengatasi self-sabotage, kamu dapat mencapai tujuan dan meraih kebahagiaan serta keberhasilan yang diinginkan.