Logo NewFemme
Kenali 3 Jenis Bakteri Penyebab Keracunan Makanan dan Cara Mengatasinya

Kenali 3 Jenis Bakteri Penyebab Keracunan Makanan dan Cara Mengatasinya

Kesehatan 129

Pernahkah Anda sakit perut atau diare setelah makan jajanan di luar rumah? Bisa jadi itu adalah gejala keracunan akibat kontaminasi di makanan. Makanan segar seperti daging merah, jika tidak dimasak secara benar kerap menjadi rumah bagi bakteri berbahya seperti Eschericia coli. Adapun jenis bakteri lainnya seperti Salmonella dan Staphylococcus aureus yang paling umum menyebabkan keracunan. Untuk menghindari keracunan makanan, kenali 3 jenis bakteri ini serta cara mengatasinya.

Eschericia coli penyebab keracunan makanan (sumber : pixabay)

Gejala Keracunan Makanan

Keracunan makanan umumnya tidak berakibat fatal, tapi Anda tetap tidak boleh menganggap sepele kondisi ini. Dalam beberapa kasus, keracunan makanan bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang serius. Pasalnya setiap orang dapat mengalaminya, namun anak-anak dan bayi lebih rentan mengalami dampak berbahaya akibat kondisi ini.

 

Gejala keracunan makanan dapat muncul sesaat atau beberapa hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Kenali gejala-gejala keracunan makanan berikut yang perlu Anda waspadai.

  • Tubuh terasa lemah
  • Mual dan muntah
  • Tidak nafsu makan
  • Sakit atau kram perut
  • Diare
  • Demam
  • Sakit kepala

 

Pada kasus yang lebih parah, gejala yang dapat muncul adalah diare dan muntah yang parah, demam lebih dari 39 derajat Celcius, sulit untuk bicara, dan terdapat darah dalam urine (hematuria).

 

Jenis Bakteri Penyebab Keracunan Makanan

  1. Eschericia coli

E. coli biasanya hidup pada daging yang dimasak kurang matang, susu murni yang tidak dipasteurisasi, hingga air yang terkontaminasi. Beberapa strain dari bakteri ini dapat menimbulkan efek yang parah hingga wabah keracunan.

 

Guna menghindari keracunan akibat E. coli, sebaiknya Anda mencuci tangan, memasak daging hingga tuntas, serta menghindari susu yang tidak dipasteurisasi dan air terkontaminasi.

 

  1. Salmonella

Bakteri ini dapat hidup di saluran usus manusia dan hewan. Ia dapat menyebar dengan mudah melalui masakan daging, telur, dan ayam yang tidak matang. Kelompok bakteri ini akan menyebabkan infeksi salmonellosis yang berbahaya. Gejala keracunan makanan akibat bakteri ini yang umum ditemukan adalah diare.

 

Permukaan alat masak yang tidak bersih, terutama jika digunakan untuk bahan makanan mentah, sebaiknya tidak digunakan pada masakan matang sebelum dicuci. Pasalnya hal ini dapat membuat kontaminasi silang yang menjadi sumber penyebaran Salmonella.

 

  1. Staphylococcus aureus

Staphylococcus aureus adalah jenis bakteri yang banyak ditemukan pada permukaan kulit, lubang hidung, serta bagian tenggorokan dalam tubuh manusia dan hewan. Gejala yang ditimbulkan jika mengalami infeksi ini adalah diare, nyeri dan kram perut, hingga mual dan muntah. Bakteri ini biasanya tedapat pada makanan yang diolah langsung atau bersentuhan dengan tangan, misalnya salad, sandwich, berbagai roti, dan kue.

 

Bakteri Staphylococcus dapat dihancurkan dengan memasak tetapi toksinnya tahan panas dan tidak bisa hilang. Maka sebaiknya gunakan pelindung tangan atau cuci dengan sabun sebelum menyiapkan makanan.