Logo NewFemme
Menurut Kamu, Jagoan Beauty Sponge atau Brush?

Menurut Kamu, Jagoan Beauty Sponge atau Brush?

Kecantikan 112

Kalau ibarat duel, memurut kamu siapa yang lebih jago antara beauty sponge sama brush? Hahaha… Tapi bener, deh. Perdebatan ini tuh bisa dibilang seri kayak mikirin ayam atau telur duluan. Semua punya jawaban logis dan alasannya masing-masing. Kalau kamu sendiri, lebih sering pakai apa?

Sebenarnya beberapa produk akan lebih bagus jika digunakan dengan alat yang tepat. Misalnya saja produk dengan tekstur powdery akan lebih mudah diaplikasikan menggunakan brush. Seperti eyeshadow misalnya. Yang suka banget make up atau sering pakai eyeshadow tahu banget nih pasti, kalau blending eyeshadow tuh susah-susah gampang. Malah kalau ditanya ‘kamu aplikasiin eyeshadow pakai sponge puff yang kecil itu atau brush?’ “pakai jari…..”

Tapi bukan berarti produk yang creamy atau bertekstur liquid gak bisa diaplikasikan pakai brush. Bisa sih… Selain itu, bentuk brush kan banyak, kita bisa cari yang cocok sesuai penggunaanya dan bisa menjangkau area yang kecil di wajah. Hanya saja, kalau memakai brush berarti pengaplikasiannya itu  dengan ‘menggeser’ produk, kadang hasil pemakaian di beberapa jenis kulit akan sulit rata dan sangat lama. Jadi bukannya gak bisa, tapi kurang efisien. Produk dengan liquid sebagai base memang lebih cocok pakai beauty sponge atau puff karena penggunaannya dengan menepuk-nepuk pelan ke area wajah. Jadi, produk akan lebih cepat blend dan rata. Beberapa yang kurang menyukai beauty sponge beralasan, aplikator jenis ini terlalu menyerap banyak produk sehingga menjadi boros. Beauty sponge juga harus lebih sering dibersihkan dan tidak terlalu tahan lama karena kalau sudah tidak lembut dan bouncy, sponge jadi kurang nyaman digunakan.

Dari segi ketahanan dan penampilan, brush cenderung akan memberikan looks full coverage sedangkan aplikator jenis sponge memberikan kesan yang lebih natural dan flawless. Jika kamu memakai brush untuk blending produk make up, pastikan benar-benar merata dan tidak meninggalkan blending line yang membuat make up seperti tumpang tindih warnanya. Jadi balik lagi dengan tujuan pemakaian atau preferensi setiap orang.