Fetal Alcohol Syndrome: Akibat Ibu Mengkonsumsi Alkohol Pada Bayi

Fetal Alcohol Syndrome: Akibat Ibu Mengkonsumsi Alkohol Pada Bayi

Kesehatan 63

Fetal alcohol syndrome (FAS) merupakan bentuk paling parah dari alcohol spectrum disorder atau gangguan kesehatan yang terjadi pada bayi akibat ibu mengonsumsi alkohol selama masa kehamilan. Orang dengan FAS bisa mengalami gangguan pada penglihatan, pendengaran, daya ingat, konsentrasi, serta kemampuan untuk belajar dan berkomunikasi.

Meskipun cacat yang terjadi antar orang berbeda, akan tetapi kerusakan seringkali bersifat permanen. Maka dari itu, berikut merupakan beberapa hal yang perlu diketahui tentang FAS.

Apa Penyebab Fetal Alcohol Syndrome?

Ketika seorang ibu hamil mengonsumsi alkohol, sebagian dari alkohol itu akan dengan mudah melalui plasenta dan masuk ke janin. Tubuh janin yang belum tumbuh secara sempurna tidak bisa memproses alkohol dengan cara yang sama seperti orang dewasa.

Alkohol yang terkonsentrasi bisa menghalangi nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan untuk organ vital janin dalam kandungan. Kerusakan dapat terjadi pada minggu-minggu awal kehamilan, bahkan sebelum seorang wanita sadar kalau ia telah hamil. 

Risiko FAS akan semakin meningkat jika seorang ibu memiliki kebiasaan konsumsi alkohol yang berat. Berdasarkan banyak penelitian, efek alkohol tampaknya paling berbahaya pada tiga bulan pertama sebuah kehamilan. Meskipun demikian, konsumsi alkohol secara umum akan tetap berbahaya, tanpa mengenal periode kehamilan.

Kesehatan anak dalam kandungan sangat dipengaruhi oleh keputusan yang diambil oleh sang ibu

Apa Gejala Fetal Alcohol Syndrome?

Akibat FAS mencakup berbagai jenis masalah kesehatan, maka juga akan ada banyak gejala yang menyertainya. Tingkat keparahan gejala ini berkisar dari ringan hingga berat dan bisa dibagi menjadi beberapa kelompok berikut:

1. Gejala Cacat Fisik

Contohnya:

  • Ukuran kepala dan otak yang kecil.

  • Gangguan penglihatan dan pendengaran.

  • Kelainan bentuk sendi, lengan, tungkai, atau jari. 

  • Raut wajah yang khas, seperti mata kecil, bibir tipis, dan adanya tonjolan antara hidung dan bibir bagian atas.

2. Gejala Sistem Saraf dan Fungsi Kognitif

Contohnya:

  • Kesulitan untuk mempelajari hal baru.

  • Masalah penalaran.

  • Memiliki masalah terkait keseimbangan dan koordinasi badan.

  • Hiperaktif.

  • Moody atau suasana hati yang mudah berubah-ubah.

Gejala Perilaku

Contohnya:

  • Kemampuan sosial yang buruk.

  • Sulit berbaur dengan orang lain, seperti di sekolah.

  • Memiliki kendali keinginan yang buruk.

Diagnosis Fetal Alcohol Syndrome

Tidak ada tes laboratorium yang dapat membuktikan seorang anak memiliki FAS. Banyak gejala FAS yang tampak seperti gejala ADHD (attention deficit hyperactivity disorder). Dokter akan melakukan diagnosis FAS dengan memperhatikan raut wajah yang tidak normal, ukuran kepala yang lebih kecil, berat dan tinggi badan yang dibawah rata-rata, serta pola perilaku perilaku yang ditunjukkan sang anak. Diagnosis juga akan dilengkapi dengan pemeriksaan riwayat konsumsi alkohol sang ibu selama hamil.

Gejala dari FAS tidak dapat disembuhkan, akan tetapi diagnosis dan perawatan dini dapat memperbaiki tumbuh kembang sang anak. Penelitian menyebutkan bahwa anak dengan FAS akan menunjukkan hasil yang lebih baik jika mereka:

  1. Didiagnosis sebelum usia 6 tahun,

  2. Berada di lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang dan stabil selama usia sekolah mereka,

  3. Terhindar dari kekerasan, serta

  4. Mendapatkan pendidikan dan pelayanan khusus sesuai dengan kebutuhannya.

Jangan konsumsi alkohol, ya!

Cara terbaik yang bisa dilakukan oleh sang ibu untuk mencegah terjadinya FAS pada anak adalah dengan tidak mengonsumsi alkohol sebelum, selama, dan setelah hamil. Tidak aja jumlah atau kadar alkohol yang aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Anak dari ibu yang tidak mengonsumsi alkohol ketika sedang mengandung, tidak akan mengembangkan FAS.

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!