Apakah Hasil Pengukuran Body Fat Pada Timbangan Akurat?

Apakah Hasil Pengukuran Body Fat Pada Timbangan Akurat?

Kesehatan 52

Jika sudah rutin berolahraga dan menerapkan pola makan sehat, namun angka ditimbangan masih belum menunjukkan perkembangan, mungkin sudah saatnya kamu mulai memperhatikan persentase lemak tubuh. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengukur lemak tubuh adalah dengan menggunakan timbangan yang menyediakan fitur pengukurannya.

Timbangan jenis ini selain dapat menampilkan berat badanmu secara keseluruhan, ia juga bisa memperkirakan persentase lemak yang ada di tubuh kita. Tapi, apakah hasil pengukuran persentase lemak tersebut sudah akurat? Mari kita simak bersama, Ladies!

Mengapa mengukur lemak tubuh itu penting?

Ketika kamu sedang berusaha menurunkan berat badan, mengukur lemak tubuh sama pentingnya dengan mengukur berat badan secara keseluruhan. Aktivitas olahraga yang dilakukan selain dapat membakar kalori, ia juga bisa meningkatkan massa otot.

Meningkatnya massa otot dalam tubuh seseorang dapat menyebabkan hasil timbangan berat badan tetap menunujukkan angka yang sama, bahkan dapat meningkat, meskipun kita telah berhasil membakar lemak. 

Seseorang yang sedang berusaha meningkatkan berat badan juga harus sering-sering memeriksa persentase lemak yang ada di tubuhnya. Hasil pengukuran persentase lemak tubuh dapat digunakan sebagai penilaian apakah sudah mendapatkan rasio lemak dan otot yang sehat. Jangan sampai berat badan naik hanya karena lemak yang makin banyak tersimpan di dalam tubuh.

Bagaimana cara kerja timbangan lemak tubuh?

Timbangan jenis ini bekerja dengan bantuan sensor yang terletak di bawah telapak kaki dan menggunakan impedansi elektrik. Saat menginjak timbangan, arus listrik kecil akan mengalir melalui kaki dan melintasi panggul untuk mengukur jumlah resistensi dari lemak tubuh. Lalu, sensor yang ada akan mengukur tingkat resistensi yang dijumpai arus listrik saat mengalir melalui kaki lainnya.

Akan ditampilkan hasil pengukuran berat badan dan estimasi persentase lemak tubuh. Sebagai patokan, semakin tinggi resistensi yang dijumpai, maka semakin tinggi pula persentase lemak yang ada di tubuh. Hal ini disebabkan lemak mengandung lebih sedikit cairan dibanding otot, menyebabkan arus listrik sulit untuk melaluinya.

Otot bersifat lebih padat ketimbang lemak

Apakah hasilnya akurat?

Secara umum, timbangan jenis ini hanya bisa digunakan sebagai gambaran kasar terkait persentase lemak tubuh. Meskipun aman untuk digunakan, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasilnya, diantaranya sebagai berikut:

  1. Jenis kelamin. Secara alami, wanita memiliki persentase lemak tubuh yang lebih besar dari pria. 

  2. Letak penyimpanan lemak di tubuh.

  3. Kehamilan. Timbangan jenis ini  tidak direkomendasikan digunakan ketika sedang hamil.

  4. Usia. Timbangan jenis ini tidak cocok digunakan untuk anak-anak.

  5. Tinggi badan.

  6. Frekuensi latihan beban dan daya tahan yang dilakukan.

Apa perbedaan persentase lemak tubuh dengan indeks massa tubuh (IMT)?

IMT merupakan indikator kesehatan yang lebih dapat dipercaya ketimbang pengukuran lemak tubuh sendiri. Meskipun tidak dapat mengukur lemak, akan tetapi IMT dapat memberikan gambaran keseluruhan apakah seseorang berada di rentang berat badan ideal sesuai dengan usia dan tinggi badan. 

Kelemahan yang harus diperhatikan jika hanya mengandalkan IMT terletak pada fakta indikator ini tidak mempertimbangkan persentase lemak. Sehingga orang dengan massa otot yang besar, misalnya seorang atlet, dapat memiliki nilai BMI yang terlalu besar dibandingkan usia dan berat badannya. Oleh karena itu, ada baiknya untuk menggabungkan kedua indikator, persentase lemak tubuh dan IMT, untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi kesehatan tubuh kita. 

Nilai IMT juga mempertimbangkan tinggi badan sesorang

Timbangan dengan fitur pengukuran persentase lemak tubuh dapat berguna ketika kita berusaha mengukur lemak yang ada di tubuh kita, akan tetapi indikator itu saja tidak cukup untuk menggambar kondisi rasio lemak dan otot sepenuhnya. Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan cara lain untuk mengukur persentase lemak tubuh, seperti dengan metode pengukuran pinggang, menggunakan kaliper, pemindaian dual-energy x-ray absorptiometry (DEXA), atau lainnya. 

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!