Dampak Multiple Sclerosis Pada Tubuh (Bagian I)

Dampak Multiple Sclerosis Pada Tubuh (Bagian I)

Kesehatan 21

Multiple sclerosis merupakan kondisi neurodegeneratif dan inflamasi pada sistem imun yang menyebabkan berbagai masalah pada tubuh. Multiple sclerosis dipicu akibat adanya kerusakan lapisan pelindung (mielin) di sekitar serat saraf pada sistem saraf pusat sehingga menyebabkan gangguan komunikasi antara otak dengan tubuh.

Meskipun penyebab dan obatnya masih belum diketahui, akan tetapi terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala-gejala multiple sclerosis. Apa yang kita ketahui saat ini adalah multiple sclerosis menyerang sistem saraf dan secara bertahap dapat mempengaruhi seluruh tubuh. 

Sistem saraf

Ketika seseorang memiliki multiple sclerosis, sistem imun tubuh mereka secara perjalan akan menyerang lapisan pelindungnya sendiri. Lapisan pelindung atau mielin terdiri dari sel-sel yang mengelilingi dan melindungi sistem saraf, termasuk otak dan sumsum tulang belakang. Ketika sel-sel tersebut mengalami kerusakan, otak akan sulit mengirim sinyal ke seluruh bagian tubuh.

Putusnya komunikasi otak dengan organ, otot, jaringan, dan sel akibat kerusakan pada sistem saraf dapat menyebabkan gejala berikut:

  1. Sakit kepala.

  2. Kebingungan.

  3. Masalah dengan daya ingat.

  4. Perubahan terhadap kepribadian dan emosi.

  5. Dalam kasus yang lebih parah, kerusakan pada saraf pada menyebabkan gemetaran, kejang, dan masalah fungsi kognitif yang mirip dengan demensia.

Gangguan penglihatan

Gangguan penglihatan kerap menjadi gejala multiple sclerosis pertama bagi banyak orang. Penglihatan ganda, pandangan yang kabur, munculnya rasa sakit, serta kesulitan melihat kontras dapat terjadi secara cepat dan menyerang salah satu atau kedua mata.

Pada banyak kasus, gangguan penglihatan hanya bersifat sementara dan dapat sembuh sendiri, serta kemungkinan besar disebabkan oleh inflamasi saraf atau kelelahan pada otot mata. Meskipun demikian, sebagian orang dengan multiple sclerosis mengalami gangguan penglihatan yang bersifat permanen.

Gangguan penglihatan menjadi salah satu gejala awal multiple sclerosis

Gangguan ketika berbicara, menelan, dan bernapas

Menurut National Multiple Sclerosis Society (NMSS), sekitar 40 orang dengan multiple sclerosis memiliki gangguan berbicara, termasuk berbicara dengan tidak jelas, artikulasi yang buruk, dan kesulitan pengatur volume ketika berbicara. Efek-efek tersebut dapat muncul ketika sedang kambuh atau pada saat kelelahan. Gangguan berbicara dapat disebabkan oleh kesulitan napas karena adanya saraf pengontrol otot dada yang melemah atau rusak. 

Kasus gangguan menelan jumlahnya lebih sedikit dari gangguan berbicara tapi bisa dapat lebih berbahaya. Gangguan ini terjadi ketika saraf yang rusak melemahkan otot dan menghalangi kemampuan tubuh untuk mengontrol otot yang digunakan ketika menelan makanan. Ketika proses menelan terganggu, makanan atau minuman yang ditelan dapat terhirup menuju paru-paru dan meningkatkan risiko infeksi, termasuk pneumonia. 

Masalah keseimbangan

Kerusakan pada lapisan mielin kerap mengakibatkan perasaan sakit, geli, hingga mati rasa pada lengan dan kaki. Gangguan pada koordinasi mata dan tangan, pelemahan otot, kehilangan keseimbangan, serta perubahan cara jalan dapat terjadi ketika otak mengalami kesulitan untuk mengirim sinyal menuju saraf dan otot.

Efek-efek tersebut biasanya muncul secara perlahan dan semakin parah seiring dengan berkembangnya kerusakan saraf yang terjadi akibat multiple sclerosis. Bahkan, tak sedikit orang dengan multiple sclerosis membutuhkan kruk, kursi roda, atau alat bantu gerak lainnya.

Terapi fisik dapat memperlambat perkembangan multiple sclerosis

Setiap orang dengan multiple sclerosis menunjukkan efek kesehatan dan gejala yang berbeda. Oleh karena itu, perkembangan kondisinya harus selalu dikomunikasikan dengan dokter agar mendapatkan saran perawatan yang sesuai. Apalagi karena selain gangguan yang telah disebutkan diatas, multiple sclerosis juga berdampak pada sistem rangka, sistem imun, sistem pencernaan, sistem reproduksi, dan sistem peredaran darah tubuh. Hal ini akan dibahas pada artikel Bagian II, ya, Ladies!

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!