Mengapa Multiple Sclerosis Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Multiple Sclerosis Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Kesehatan 49

Multiple sclerosis merupakan kondisi yang menyerang sistem saraf pusat sehingga menyebabkan gangguan komunikasi antara otak dengan seluruh tubuh. Kasus multiple sclerosis lebih banyak ditemukan pada wanita ketimbang pria dengan perbandingan hampir 4:1 dan jaraknya makin melebar dalam 50 tahun terakhir.

Meskipun para ahli masih belum mengetahui alasan pasti mengapa multiple sclerosis dapat terjadi, tapi ada beberapa teori yang dapat menjelaskan pengaruh jenis kelamin terhadap kondisi ini. 

Perbedaan Sistem Imun

Sistem imun milik wanita bekerja dengan cara yang berbeda ketimbang pria dan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengembangkan penyakit autoimun. Faktanya, 7 dari 10 orang dengan penyakit autoimun berjenis kelamin wanita. Penyakit autoimun sendiri merupakan penyakit yang terjadi ketika sistem imun menyerang sel-sel sehat dalam tubuh.

Perbedaan sistem imun wanita dan pria kemungkinan terletak pada jumlah protein interleukin-33 (IL-33) yang terletak di sistem imun seseorang. Protein ini membantu sel di dalam sistem imun guna saling berkomunikasi sebagai cara untuk melawan infeksi. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa pria memproduksi lebih banyak protein IL-33 daripada wanita ketika mereka menghadapi infeksi.

Hal inilah yang dipercaya sebagai penyebab mengapa wanita memiliki peluang yang lebih besar untuk mengembangkan penyakit autoimun. 

Perbedaan Sistem Saraf

Pria cenderung mendapat lebih banyak kerusakan saraf akibat multiple sclerosis dibandingkan wanita. Peneliti berpendapat hal ini disebabkan oleh tingkat hormon estrogen yang secara alami lebih banyak diproduksi oleh tubuh wanita. Hal ini menimbulkan pertanyaan baru bagi para peneliti, apakah hormon estrogen dapat melindungi saraf lewat cara tertentu.

Perbedaan Hormon

Perbedaan hormon reproduksi mungkin menjadi salah satu alasan mengapa multiple sclerosis lebih banyak menyerang wanita daripada pria. Sebelum masa pubertas, anak laki-laki dan perempuan memiliki peluang yang sama besar untuk mengembangkan multiple sclerosis. Namun ketika beranjak dewasa dan telah terdapat perbedaan hormon dalam tubuh keduanya, kemungkinan multiple sclerosis menyerang wanita menjadi lebih besar. 

Genetik

Mutasi yang terjadi pada gen tertentu, disebut juga major histocompatibility complex (MHC), berkemungkinan juga dapat meningkatkan risiko multiple sclerosis. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa perempuan dengan multiple sclerosis cenderung memiliki perubahan gen terkait ketimbang pria.

Selain itu, anak perempuan juga memiliki peluang yang lebih besar untuk mewarisi gen tersebut dari sang ibu ketimbang anak laki-laki. Namun, faktor gen sendiri bukan menjadi penyebab munculnya multiple sclerosis. Gaya hidup, seperti pola makan, kebiasaan merokok, stres, dan jumlah sinar matahari yang diterima, mempengaruhi perilaku dari gen terkait.

Lemak Tubuh

Obesitas, khususnya dalam wujud lemak perut, dapat menyebabkan inflamasi yang memiliki peran dalam multiple sclerosis. Inflamasi akibat obesitas lebih kerap dijumpai pada wanita ketimbang pria. Hal ini disebabkan oleh wanita yang cenderung memiliki lebih banyak lemak tubuh dan berkemungkinan lebih besar untuk mengalami obesitas. Peneliti berpendapat tingginya angka kasus multiple sclerosis pada wanita ada hubungannya dengan jumlah persentase lemak tubuh.

Hindari obesitas dengan menjaga indeks massa tubuh di rentang normal

Meskipun hingga saat ini masih belum ada obat yang dapat menyembuhkan multiple sclerosis, akan tetapi gejalanya dapat diringankan dengan penanganan yang tepat.  Orang dengan multiple sclerosis disarankan untuk selalu menjaga komunikasi dengan dokter, terus mempelajari kondisinya, dan menemukan apa yang membuatnya merasa menjadi lebih baik.

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme