Mirip Ketombe, Ternyata Ini Penyakit Kulit Kepala

Mirip Ketombe, Ternyata Ini Penyakit Kulit Kepala

Kesehatan 83

Siapa yang disini memiliki permasalahan kulit kepala yang parah sampai terasa gatal dan mengelupas? Pasti kamu akan berpikir memiliki ketombe yang cukup serius. Sudah dicoba segala jenis perawatan dan produk anti ketombe tapi tidak ada yang ampuh. Jangan-jangan yang kamu alami bukan ketombe tapi penyakit dermatitis seboroik.

Memang kondisi keduanya terlihat sama, tapi ternyata ketombe dan dermatitis seboroik berbeda. Ladies harus tahu perbedaannya.

sumber: freepik

Apa sih perbedaannya?

Ketombe adalah kondisi yang paling umum terjadi dan bisa dialami oleh siapapun. Biasanya, ketombe disebabkan oleh kulit kepala yang terlalu berminyak atau terlalu kering, mengalami dermatitis kontak hingga infeksi jamur Malassezia. Jamur ini juga menjadi salah satu penyebab terjadinya dermatitis seboroik. Lalu apa perbedaan keduanya?

Ladies bisa membedakan dari gejalanya. Biasanya ketombe akan disertai dengan gatal yang mengganggu. Kemunculan ketombe ada hubungannya dengan kebersihan kulit kepala. Sedangkan gejala dermatitis seboroik disertai dengan kondisi lain seperti kulit yang bersisik, rasa panas seperti terbakar, kemerahan hingga adanya pembengkakan. Apa yang menyebabkan kulit kepala mengalami penyakit dermatitis seboroik?

Baca juga :

Mengalami Hipertensi? Konsumsi Sayuran Ini Untuk Menjaga Tekanan Darahmu!

Penyebab dermatitis seboroik

1. Jamur Malassezia

Jamur yang juga menjadi salah satu penyebab ketombe ini biasanya ditemukan pada minyak yang ada di permukaan kulit rambut diduga menjadi satu dari berbagai penyebab dermatitis seboroik. Orang-orang yang memiliki kulit berminyak sekitar 30-60 tahun (terutama wanita) lebih beresiko terkena penyakit ini.

2. Psoriasis 

Psoriasis adalah peradangan pada kulit yang menyebabkan kulit bersisik, menebal, terkelupas dan gatal. Beberapa faktor menjadi pemicu psoriasis pada kulit kepala, diantaranya adalah sering menggaruk kasar kulit kepala , genetik, konsumsi obat-obatan, cuaca yang dingin atau kering, menurunnya sistem imunitas tubuh.

sumber: freepik

Mencegah dan mengatasi dermatitis seboroik

Cara-cara ini tidak hanya bisa mencegah dermatitis seboroik, tapi kulit kepala juga akan terhindar dari ketombe.

  • Teratur mencuci kulit kepala dan rambut. Waktu yang biasa disarankan untuk mencuci rambut adalah 2-3 hari sekali terutama setelah aktivitas di luar ruangan seharian karena rambut dan kulit kepala akan berminyak juga terkena debu serta polusi.

  • Jangan menggaruk bagian kulit yang terkena dermatitis seboroik. Menggaruk bagian tersebut hanya akan memperparah kondisi kulit karena akan menyebabkan iritasi.

  • Bagi laki-laki yang mempunyai dermatitis seboroik di area janggut dan kumis, disarankan untuk rutin mencukurnya dengan krim dan pisau cukur yang aman bagi kulit iritasi.

  • Gunakan sampo antijamur yang mengandung ketoconazole.

  • Pilih produk kulit atau rambut yang mampu menghambat calcineurin.

Lebih baik kalau kamu langsung konsultasikan ke dokter untuk mendapat perawatan yang seharusnya dan tidak memperparah kondisi yang sudah ada. Jadi, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan kulit dan rambut ya, Ladies!