Masalah Kesehatan yang Mendapat Manfaat Dari Diet Ketogenik (Bagian II)

Masalah Kesehatan yang Mendapat Manfaat Dari Diet Ketogenik (Bagian II)

Kesehatan 17

Diet ketogenik dicirikan sebagai diet rendah karbohidrat. Diet ketogenik cukup populer lantaran memberikan hasil penurunan berat badan yang relatif cepat. Selain itu, ternyata diet ketogenik juga memiliki potensi manfaat atas beberapa penyakit seperti epilepsi, sindrom metabolik, glycogen storage disease, polycystic ovary syndrome (PCOS), dan diabetes sebagaimana telah dibahas pada artikel Bagian I di Newfemme. Namun, ternyata masih ada banyak lagi kondisi kesehatan yang mendapatkan manfaat dari diet ketogenik, lho!

Jenis Kanker Tertentu

Kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Baru-baru ini, peneliti percaya bahwa diet ketogenik mampu membantu pasien jenis kanker tertentu ketika digunakan bersamaan dengan perawatan konvensional, seperti kemoterapi, radaisi, dan operasi. 

Banyak peneliti yang menggarisbawahi bahwa meningkatnya gula darah, obesitas, serta diabetes tipe 2 erat kaitannya dengan kanker payudara beberapa jenis kanker lainnya. Membatasi asupan karbohidrat dengan tubuh menurunkan kadar gula darah dan kadar hormon insulin dipercaya mampu membantu mencegah pertumbuhan tumor.

Selain itu, pasien kanker yang menerapkan diet ketogenik juga menunjukkan adanya ketahanan massa otot dan perlambatan pertumbuhan tumor ketika digabungkan dengan radiasi dan terapi anti kanker lainnya. 

Meskipun tidak akan memberikan efek yang signifikan pada pasien kanker stadium lanjut, diet ketogenik berpotensi meningkatkan kualitas hidup sang pasien. Diet ketogenik aman untuk diterapkan pada pasien kanker namun dalam penggunaan terbatas dan tetap harus dibarengi dengan tindakan perawat anti kanker lainnya.

Austime

Autism spectrum disorder (ASD) merujuk pada kondisi yang ditandai dengan gangguan dengan kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku berulang. Orang dengan ASD biasanya didiagnosis ketika masih kanak-kanak.

Autisme memiliki beberapa persamaan dengan epilepsi, dan banyak orang dengan autisme mengalami kejang akibat aktivitas sel otak yang berlebihan. Penelitian tahap awal menunjukkan bahwa orang dengan autisme mengalami perbaikan perilaku ketika dilakukan penerapan diet ketogenik yang dikombinasikan dengan terapi lainnya. 

Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis (MS) merupakan kondisi yang ditandai dengan rusaknya lapisan pelindung saraf yang berujung pada masalah komunikasi antara otak dan tubuh. Gejalanya berupa mati rasa, masalah dengan keseimbangan, gerakan, penglihatan, dan daya ingat. 

Sama seperti penyakit gangguan saraf lainnya, MS juga mengurangi kemampuan sel tubuh untuk menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Menurut penelitian, diet ketogenik memiliki potensi untuk membantu proses produksi energi dan perbaikan sel pada orang dengan MS.  Selain itu, penerapan diet ketogenik pada orang dengan MS juga menunjukkan adanya perbaikan terhadap tingkat kolesterol dan trigliserida. 

Tak sedikit orang dengan multiple sclerosis membutuhkan alat bantu gerak, seperti kursi roda.

Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson adalah penyakit pada sistem saraf yang mengganggu kemampuan tubuh dalam mengontrol gerakan dan keseimbagan. Berkat efek perlindungan otak dan sistem saraf, saat ini diet ketogenik sedang diteliti potensinya sebagai pelengkap terapi bagi orang dengan penyakit Parkinson. 

Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer merupakan bentuk lebih lanjut dari demensia yang dicirikan dengan plak pada otak yang mengganggu daya ingat. Menariknya, penyakit Alzheimer memiliki kesamaan dengan epilepsi dan diabetes tipe 2, yaitu kejang atau ketidakmampuan otak untuk menggunakan glukosa dan inflamasi yang diakibatkan oleh resistensi insulin.

Menambahkan ester keton dan minyak medium-chain triglycerides (MCT) untuk meningkatkan kadar keton telah terbukti mampu meningkatkan beberapa gejala penyakit Alzheimer. 

Sakit kepala dapat menjadi salah satu efek samping dari diet ketogenik.

Meskipun memiliki potensi manfaat untuk banyak masalah kesehatan, diet ketogenik juga memiliki efek samping akibat pembatasan konsumsi karbohidrat secara signifikan yang harus dipertimbangkan. Diantaranya adalah kelaparan, mual, konstipasi, sakit kepala, kelelahan, hingga defisiensi vitamin dan mineral.

Sebelum memutuskan menerapkan diet ketogenik, ada baiknya untuk mengkonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter di Newfemme, ya!