Masalah Kesehatan yang Mendapat Manfaat Dari Diet Ketogenik (Bagian I)

Masalah Kesehatan yang Mendapat Manfaat Dari Diet Ketogenik (Bagian I)

Kesehatan 25

Diet ketogenik telah menjadi salah satu program diet populer yang kerap menuai kontroversi. Program diet ini juga disebut sebagai diet rendah karbohidrat karena dilakukan dengan cara memangkas konsumsi karbohidrat hingga sangat rendah yang disertai dengan asupan protein rendah dan lemak tinggi.

Diet ini mulanya digunakan sebagai terapi untuk pasien epilepsi yang kemudian berkembang karena semakin banyaknya penelitian yang menemukan manfaat lain dari program diet ini. Berikut merupakan 7 masalah kesehatan yang mendapat manfaat dari diet ketogenik:

Epilepsi

Epilepsi merupakan sebuah penyakit yang menyebabkan kejang akibat aktivitas otak yang berlebihan. Dari seluruh masalah kesehatan yang mendapatkan manfaat dari diet ketogenik, epilepsi menjadi penyakit yang banyak dibuktikan manfaatnya dari melalui penelitian yang ada.

Peneliti menyebutkan bahwa gejala kejang akibat epilepsi membaik sebanyak 50% pada pasien yang menerapkan diet ketogenik. Diet ini menerapkan perbandingan 4:1 untuk jumlah protein dan karbohidrat yang dikonsumsi. Diet ketogenik telah menunjukkan mampu mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan kejang pada pasien epilepsi anak-anak dan orang dewasa yang tidak merespon baik terhadap obat.

Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik, kadang juga disebut sebagai prediabetes, ditandai dengan adanya resistensi insulin dalam tubuh. Seseorang bisa didiagnosis memiliki sindrom metabolik jika setidaknya memiliki 3 dari 5 kriteria berikut ini:

  1. Memiliki lingkar pinggang yang besar, lebih dari 89 cm untuk perempuan.

  2. Tingkat trigliserida yang meningkat, 150 mg/dl atau lebih.

  3. Tingkat kolesterol HDL yang rendah, kurang dari 50 mg/dL untuk perempuan.

  4. Tekanan darah tinggi, 130/85 mmHg atau lebih tinggi.

  5. Kadar gula darah tinggi, 100 mg/dL atau lebih tinggi.

Risiko diabetes, penyakit jantung, dan beberapa masalah kesehatan serius yang berhubungan dengan resistensi mengalami peningkatan pada orang yang memiliki sindrom metabolik. Kabar baiknya, menerapkan diet ketogenik dapat meningkatkan kondisi sindrom metabolik seseorang dengan mengurangi kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol.

Lingkar pinggang yang besar menjadi salah satu kriteria sindrom metabolik

Glycogen Storage Disease (GSD)

GSD, atau penyakit penyimpanan glikogen, merupakan penyakit yang terjadi akibat adanya kelainan dengan enzim yang terlibat pada proses metabolisme glikogen. Terdapat beberapa tipe GSD yang dibedakan berdasarkan jenis enzime yang hilang.

Biasanya, penyakit ini didiagnosis pada masa kanak-kanak dengan gejala yang beragam, mulai dari pertumbuhan yang tidak maksimal, lesu, darah rendah, kram otot, dan hati yang membesar. Pasien GSD kerap disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dalam interval atau jeda yang singkat dengan tujuan memastikan pasokan glukosa pada tubuh.

Akan tetapi, terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa diet ketogenik memiliki manfaat pada beberapa tipe GSD. Contohnya, diet ketogenik membantu meringankan gejala pada GSD tipe III, atau penyakit Forbes-Cori, dengan menyediakan keton sebagai sumber energi alternatif. 

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

PCOS merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya gangguan hormon pada perempuan di usia subur yang kerap memicu siklus menstruasi yang tidak teratur dan kemandulan. Salah satu tanda utama POCS adalah resistensi insulin serta banyak wanita dengan PCOS mengalami obesitas dan mengalami kesulitan menurunkan berat badan.

Pada sebuah penelitian yang berlangsung selama 6 bulan dan melibatkan 11 wanita dengan PCOS, ditemukan bahwa pasien yang menerapkan diet ketogenik memiliki rata-rata penurunan berat badan 12% lebih besar dibandingkan kelompok yang tidak menerapkannya.

Wanita dengan PCOS memiliki risiko diabetes tipe 2 yang lebih tinggi. Penerapan diet ketogenik juga dapat membantu menurunkan tingkat insulin dan meningkatkan fungsi hormon reproduksi wanita dengan PCOS.

Diabetes

Orang dengan diabetes menunjukkan penurunan kadar gula darah yang menakjubkan setelah menerapkan diet ketogenik, baik untuk diabetes tipe 1 ataupun tipe 2. Hal ini didukung oleh banyak hasil penelitian yang menyatakan diet rendah karbohidrat dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan memberikan berbagai manfaat kesehatan lainnya. Bahkan, 17 dari 21 pasien diabetes berhasil lepas atau menurunkan dosis obat diabetesnya setelah 16 minggu menerapkan diet ketogenik. 

Kadar gula darah normal wanita berkisar 70-130 mm/dL jika diukur sebelum makan

Selain kondisi yang telah disebutkan diatas, ternyata diet ketogenik juga masih memiliki potensi untuk memberikan manfaat pada beberapa jenis kanker, autisme,  multiple sclerosis, penyakit parkinson, dan penyakit Alzheimer, yang akan dibahas pada artikel Bagian II. Meskipun memiliki banyak potensi manfaat, akan tetapi diet ketogenik sesungguhnya bukanlah diet yang baik diterapkan dalam jangka panjang, terlebih pada dasarnya tubuh tetap membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi utama.

Untuk itu, konsultasikan kepada dokter sebelum memutuskan menerapkan diet ketogenik terutama apabila kamu memiliki masalah kesehatan tertentu, ya, Ladies!

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!