Hubungan Antara Tekanan Darah Tinggi dan Insomnia

Hubungan Antara Tekanan Darah Tinggi dan Insomnia

Kesehatan 69

Tidur malam yang berkualitas dapat melindungi kita dari berbagai masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, obesitas, dan depresi. Ketika tidur, tubuh akan kembali disetel ulang dengan menyeimbangkan hormon serta menurunkan tekanan darah.

Munculnya inflamasi, meningkatnya hormon stres, serta menurunnya fungsi kekebalan tubuh merupakan dampak yang dapat dirasakan ketika seseorang tidak mendapatkan tidur yang cukup. Walaupun demikian, hubungannya bisa jadi terbalik, yaitu tekanan darah tinggi menyebabkan seseorang mengalami kesulitan tidur atau insomnia.

Untuk itu, berikut merupakan beberapa hal yang perlu kamu ketahui terkait hubungan tekanan darah tinggi dengan insomnia.

Apakah tekanan darah tinggi dapat menyebabkan insomnia?

Kebanyakan ahli dan tenaga medis profesional merekomendasikan seorang manusia dewasa untuk tidur selama 7-8 jam tiap malamnya. Kekurangan tidur secara terus-menerus bisa berujung pada timbulnya berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah tekanan darah tinggi. 

Tekanan darah tinggi terjadi ketika tekanan darah yang dipompa melalui pembuluh darah mengalami kenaikan. Peningkatan tekanan darah ini dapat menyebabkan sakit kepala, nyeri dada, serta kesulitan bernapas. Gejala-gejala tersebut dapat membuat tidur menjadi lebih sulit. Beberapa obat untuk tekanan darah tinggi juga dapat mengganggu siklus tidur alami seseorang.

Tekanan darah dianggap tinggi jika nilai sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg

Apakah insomnia bisa meningkatkan tekanan darah?

Ya, insomnia dapat meningkatkan tekanan darah. Jika seseorang tidak mendapatkan cukup tidur secara terus menerus, proses penyetelan ulang tubuh yang terjadi secara alami ketika tidur akan terganggu. Proses yang dimaksud adalah penurunan tekanan darah dan pengaturan hormon pengontrol tekanan darah, detak jantung, serta berbagai fungsi lainnya.

Faktanya, seorang dewasa yang tidur kurang dari 7 jam cenderung memiliki lebih banyak keluhan terkait masalah kesehatan, seperti obesitas, asma, dan depresi yang semuanya berperan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. 

Tidur terlalu lama juga tidak baik, Ladies!

Bagaimana cara memutus siklus tekan darah tinggi dan insomnia?

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki siklus tidur yang terlanjur rusak akibat insomnia:

  1. Jangan coba ganti kekurangan waktu tidur.

Kamu mungkin ingin menggunakan waktu di akhir pekan untuk mengganti kekurangan waktu tidur dalam satu pekan ke belakang. Akan tetapi, tidur terlalu lama juga dapat meningkatkan risiko beberapa masalah kesehatan, seperti gula darah tinggi dan obesitas.

  1. Buat jadwal tidur teratur.

Tuntutan untuk begadang mungkin akan sesekali hadir, tapi dengan memiliki jadwal tidur yang rutin setidaknya dapat membuat tubuh terlatih kapan harus tidur dan bangun. 

  1. Pertimbangkan mengonsumsi obat tidur – dalam jumlah terbatas.

Meskipun dapat membuat lebih mudah terlelap, akan tetapi obat tidur tidak seharusnya digunakan untuk lebih dari beberapa hari. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa konsumsi obat tidur secara rutin meningkatkan peluang gangguan tekanan darah dalam jangka panjang.

  1. Lakukan aktivitas fisik.

Olahraga memiliki banyak manfaat baik untuk masalah insomnia maupun tekanan darah tinggi. Namun, perlu diperhatikan agar tidak memilih waktu olahraga berdekatan dengan jadwal tidur.

  1. Coba teknik relaksasi.

Mencoba melakukan meditasi, gerakan yoga, atau teknik pernapasan dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mendapatkan tidur yang lebih berkualitas. 

Obat-obatan dapat menjadi alternatif penangan masalah tekanan darah tinggi dan gangguan tidur. Akan tetapi, penting untuk memperhatikan tata cara penggunaan sesuai dengan arahan dokter. Jangan tidur terlalu larut malam, ya, Ladies!

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!