Logo NewFemme
Mitos Darah Haid untuk Masker Wajah

Mitos Darah Haid untuk Masker Wajah

Kecantikan 127

 

Oke, mungkin ada yang baru dengar soal darah haid bisa menjadi masker yang bagus untuk wajah, ada yang pernah denger tapi belum pernah lihat langsung orang yang praktekin atau malah ada dari kalian yang percaya dan melakukan hal ini?

Memang mempunyai wajah yang mulus dan glowing menjadi impian sebagian besar wanita dan akan berusaha untuk merealisasikannya. Sebagian wanita masih mempercayai darah haid mempunyai manfaat bagus untuk wajah seperti mengatasi dan mencegah munculnya jerawat serta membuat wajah tampak glowing. Kepercayaan ini belum bisa dibuktikan secara ilmiah dan bisa dikatakan khasiat dari memakai masker atau melakukan perawatan pada wajah menggunakan darah haid yang kotor tersebut adalah mitos. Cerita dari mulut ke mulut ini memang bahaya, karena informasi yang datang langsung dari ucapan seseorang seringnya meningkatkan rasa percaya sehingga mudah terpengaruh tanpa mau mengecek kebenarannya terlebih dahulu.

Meskipun memang darah haid tidak sepenuhnya merupakan darah kotor, darah yang keluar saat menstruasi ini juga tidak bisa dikatakan bersih karena telah bercampurnya darah dengan jaringan pada dinding rahim yang ikut luruh bersamaan dengan darah tersebut.

Kemudian selain darah haid, tenyata ada juga loh, perawatan wajah yang menggunakan darah. Namanya vampire facial atau bisa disebut Platelet Rich Plasma (PRP). Treatment ini menggunakan darah sendiri untuk menjadi serum dan dioleskan ke wajah menggunakan aplikator dan menyebabkan wajah terlihat berdarah-darah layaknya seorang vampir. Kemudian dokter yang menangani akan menyuntik wajah guna mempercepat wajah kering. Hasil dari treatment ini dapat dilihat setelah 3-4 hari. Treatment ini diklaim dapat mengatasi masalah penuaan. Singkatnya, PRP merupakan perawatan kecantikan dengan mentransfusi darah sendiri untuk disuntikkan kembali. Kemudian Platelet yang ada pada darah tersebut berfungsi untuk mendewasakan sel-sel mati sehingga kulit tampak muda. Namun kemudian Departemen Kesehatan di Meksiko memberikan pernyataan bahwa treatment PRP ini berbahaya karena dapat memicu munculnya infeksi darah, termasuk HIV dan Hepatitis.