Kamu Harus Tahu Apa Perbedaan Masa Subur dengan Ovulasi

Kamu Harus Tahu Apa Perbedaan Masa Subur dengan Ovulasi

Kesehatan 77

Perlu Ladies ketahui apa saja perbedaan antara masa subur dengan ovulasi, terutama jika mempunyai keinginan untuk segera hamil. Meski berbeda, masa subur dan ovulasi memang saling berkaitan dengan satu sama lain. Sebelum mengenal perbedaan antara keduanya, Ladies perlu tahu lebih dulu apa itu ovulasi. 

Penjelasan mengenai ovulasi

Masa ovulasi pada setiap wanita berbeda-beda tergantung pada siklus menstruasinya, secara normal siklus menstruasi terjadi antara 25-36 hari dengan rata-rata siklusnya 28 hari. Ovulasi termasuk ke dalam salah satu proses yang terjadi dalam siklus menstruasi wanita. Terjadinya ovulasi yaitu pada saat folikel telur yang matang pecah dan dilepaskan melalui tuba falopi menuju arah rahim untuk dibuahi oleh sperma.

Perbedaan masa subur dengan ovulasi

Masa subur dan ovulasi merupakan dua istilah yang digunakan sebagai proses pembuahan dan kehamilan. Kesuburan merupakan kemampuan wanita dalam mengandung anak secara alami, sedangkan ovulasi adalah bagian dari siklus menstruasi yang terjadi saat sel telur dilepaskan dari indung telur. 

Yang membedakan antara keduanya adalah masa subur telah terjadi 5-7 hari sebelum ovulasi. Misal, siklus menstruasinya adalah 28 hari maka biasanya masa subur terjadi pada hari ke 10-14, sedangkan pelepasan sel telur terjadi sekitar hari ke 14-15. Namun, tidak semua wanita memiliki siklus yang sama maka untuk dapat segera hamil wanita bisa melakukan hubungan seksual pada saat masa subur. Ladies perlu tahu, bahwa ovulasi hanya bisa terjadi pada wanita, sedangkan masa subur dapat dimiliki oleh wanita maupun pria. 

Hal yang dapat meningkatkan kesuburan wanita

Gaya hidup yang sehat tentunya dapat membantu meningkatkan kesuburan, berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesuburan: 

1. Mempertahankan berat badan yang sehat, merupakan hal yang penting untuk memiliki berat badan yang ideal. Karena, berat badan yang kurus maupun kelebihan berat badan dapat menghambat ovulasi berjalan dengan normal. 

2. Mencegah infeksi menular seksual, penyebab utama dari kemandulan yang terjadi pada wanita bisa disebabkan oleh klamidia dan gonore, sehingga sangat penting untuk menghindari infeksi ini.

3. Menghindari faktor yang memicu stres, karena stres juga dapat menghambat kesuburan seorang wanita. 

Tanda-tanda terjadinya ovulasi

1. Lendir serviks yang mengalami perubahan

Ketika masa ovulasi sudah dekat, maka tubuh akan menghasilkan hormon estrogen lebih banyak. Sehingga, menyebabkan lendir serviks memiliki tekstur seperti putih telur, yang membantu sperma yang berenang menuju ke arah sel telur yang sudah dilepaskan selama masa ovulasi.

2. Bercak darah

Flek atau bercak darah sering kali terjadi selama pertengahan siklus menstruasi sebelum maupun sesudah ovulasi sebagai akibat dari perubahan hormon. Hal tersebut terjadi karena folikel yang mengelilingi serta melindungi oosit atau telur sedang mengalami perkembangan, ia tumbuh kemudian pecah sehingga menghasilkan sedikit perdarahan.

3. Meningkatnya hasrat seksual

Saat masa ovulasi terjadi biasanya wanita seringkali mengalami peningkatan dorongan seksual dan itu merupakan hal yang bagus untuk mengetahui masa subur yang tepat.

 

Referensi:

Verywell Family. (2022). 8 Signs of Ovulation That Help Detect Your Most Fertile Time [Online] https://www.verywellfamily.com/signs-of-ovulation-1960281 

Signum Fertility Clinic. (2021). Perbedaan Masa Subur dan Ovulasi [Online] https://www.signumfertility.com/2021/12/28/perbedaan-masa-subur-dan-ovulasi/ 

Healthline. (2022). What Is Ovulation? What to Know About Your Menstrual Cycle [Online] https://www.healthline.com/health/womens-health/what-is-ovulation 

Verywell Family. (2022). What is fertility? [Online] https://www.verywellfamily.com/fertility-4014725