Anak Dikatakan Mengalami Speech Delay pada Usia Berapa?

Anak Dikatakan Mengalami Speech Delay pada Usia Berapa?

Parenting 188

Anak yang sehat dan aktif memang membuat orangtua senang dan bersyukur. Satu lagi moment yang ditunggu-tunggu oleh orangtua adalah ketika anak mengucapkan kata pertamanya. Walau masih terbata dan belum terlalu jelas, kemajuan tersebut bisa membuat haru dan bangga.

Biasanya , kata pertama yang terbilang cukup jelas akan keluar pada saat anak berusia 1 tahun. Setelahnya, kemampuan anak akan berkembang seiring bertambahnya usia. Pada fase ini, sebaiknya orangtua atau orang dewasa di sekitarnya mulai sering mengajaknya bicara untuk melatih daya tanggapnya dalam bicara dan menjawab pembicaraan.

Namun di samping itu, ada kondisi yang memungkinkan anak terlambat bicara daripada anak seumurnya. Kondisi tersebut dinamakan Speech Delay.

Penyebab Anak Terlambat Bicara

Sebetulnya, kondisi speech delay ini lumayan menjadi masalah yang cukup umum pada perkembangan anak. Efek dari kondisi ini adalah kata-kata yang keluar dari mulut anak akan terdengar gagap atau kesulitan mengucapkan kata dengan baik. Selain itu, anak dengan kondisi ini sulit untuk mengekspresikan apa yang ia rasa atau pikirkan. Berikut beberapa hal yang menjadi penyebab anak mengalami speech delay:

1. Anak memiliki masalah dengan lidah atau langit-langit mulut

Struktur mulut yang sedikit bermasalah juga bisa menjadi penyebab anak mengalami speech delay. Akibatnya, anak akan kesulitan mengontrol otot di bagian mulutnya ketika bicara. Jika penyebabnya adalah struktur mulut yang bermasalah ini, biasanya anak juga akan mengalami kesulitan oral lain seperti mengunyah.

2. Gangguan Bicara Apraksia

Penyebab lain anak mengalami speech delay juga bisa karena apraksia. Apraksia adalah masalah kesehatan yang tidak biasa. Kondisi ini bisa terjadi ketika anak mengalami kesulitan membuat gerakan mulut yang akurat ketika ia berbicara. Hal tersebut dikarenakan adanya cedera atau kelainan pada lobus parietal di otak. Pada gangguan apraksia, otak berjuang untuk menciptakan rencana baru yang berkaitan dengan gerakan bicara. Pada kondisi ini, bisa mempengaruhi kemampuan bicara anak; anak terlambat mengucapkan kata pertamanya di usia 12-18 bulan, susah mengunyah atau menelan, susah untuk pindah dari kata pertama ke kata berikutnya, saat masih kecil anak tidak aktif mengeluarkan suara seperti mengoceh, tertawa atau menangis. Kondisi tersebut bisa menjadi alarm bagi orangtua untuk segera konsultasikan anak ke dokter.

3. Gangguan Pendengaran dan Infeksi Telinga

Karena berhubungan, masalah pendengaran juga bisa menjadi salah satu penyebab anak mengalami speech delay. Ketika anak mengalami masalah pendengaran, ia akan kesulitan memahami pembicaraan di sekitarnya termasuk suaranya sendiri. Sebab itulah yang membuat anak sulit paham atau menguasai kata-kata serta menirukannya dengan sempurna.

4. Masalah Perkembangan

Beberapa masalah perkembangan juga bisa menjadi penyebab anak speech delay. Seperti yang dijelaskan oleh MCS Mott Children Hospital, beberapa masalah perkembangan tersebut adalah: cerebral palsy, cedera otak traumatis, autisme serta kondisi otot yang kurang sempurna. 

Kapan Anak Dikatakan Mengalami Speech Delay?

Usia di bawah ini bisa menjadi perhatian orangtua untuk menyadari apakah anak memiliki ciri speech delay atau tidak supaya bisa lebih cepat ditangani oleh dokter atau ahli.

  1. Usia 18 bulan tidak bisa mengucapkan kata sederhana seperti "mama" "papa", "dadah".

  2. Usia 2 tahun yang diucapkan bisa kurang dari 25 kata dan sulit menggabungkan kata seperti "mama makan", "mau pipis", "udah kenyang" dan lain-lain.

  3. Usia 2 tahun 6 bulan kesulitan menggabungkan kata-kata menjadi satu kalimat.

  4. Usia 3 tahun belum lancar berbicara dan merangkai kata serta kalimat. Umumnya pada umur ini anak sudah bisa mengucapkan lebih dari 1000 kata.

  5. Usia di atas 4 tahun kurang bisa mengulang kata dan kalimat yang sudah diucapkannya. Grafik Denver II menunjukan bahwa anak di usia ini sudah mampu mengenal lawan kata serta mengulangi kata yang sebelumnya sudah diucapkan.

Jika anak terlihat memiliki tanda-tanda sulit bicara, sebaiknya langsung konsultasikan dengan dokter agar lebih cepat ditangani dengan baik. Ingat untuk tidak memaksa anak untuk berbicara. Justru kita harus selalu membimbing anak di setiap perkembangannya.