Pembalut, Tampon, dan Menstrual Cup: Pilih yang Mana?

Pembalut, Tampon, dan Menstrual Cup: Pilih yang Mana?

Kesehatan 72

Menstruasi adalah keluarnya darah dari miss V ketika sel telur tidak dibuahi dan terjadi setiap bulan. Karena haid terjadi pada setiap bulannya, tentu kita perlu melakukan tindakan kebersihan menstruasi sebagai upaya menjaga kesehatan reproduksi. Penggunaan pembalut adalah hal yang perlu Ladies perhatikan dalam manajemen kebersihan tersebut.

Pembalut adalah alat yang umum perempuan Indonesia gunakan, baik daerah perkotaan maupun pedesaan (Unicef, 2015). Saat ini sudah banyak produk alternatif lain seperti tampon atau menstrual cup. Pilihan lain ini muncul karena pembalut sekali pakai yang umum digunakan oleh perempuan menyebabkan meningkatnya jumlah sampah dan tidak ramah bagi lingkungan.

Banyak pro dan kontra dari ketiga produk ini. Lalu mana yang lebih baik? Yuk kita belajar bersama pada artikel kali ini, Ladies.

Pembalut (Pads)

Mayoritas perempuan Indonesia saat ini masih setia menggunakan pembalut. Bentuknya persegi panjang, terbuat dari bahan yang menyerap, dan ditempelkan pada bagian dalam underwear. Banyak orang yang menyebutkan alat ini sederhana, apalagi jika baru pertama kali haid.

Pembalut dapat dipakai semalaman saat waktu tidur, tidak perlu memasukkannya ke dalam vagina, banyak pilihan tersedia, serta hampir tidak beresiko menyebabkan Toxic Shock Syndrome (TTS). Kekurangannya adalah mungkin pemakaiannya akan terlihat pada pakaian tertentu meskipun sudah memilih tipe pads yang tipis, tidak dapat digunakan saat berenang, dan menimbulkan suara (apalagi yang bentuknya panjang). Pembalut juga dapat bergeser keluar dari tempatnya atau berkerut pada bagian tengah setelah lama beraktivitas.

Mayoritas perempuan Indonesia masih menggunakan pembalut

Tampon

Bentuknya seperti bantalan silinder kapas kecil yang pas dimasukkan ke dalam miss V. Tampon lebih populer dan orang barat umum memakainya. Alat ini lebih convenience karena ukurannya yang kecil sehingga dapat dibawa kemana-mana, bahkan letakkan ke dalam saku celana juga memungkinkan.

Ladies bisa menggunakannya saat berenang dan tidak akan terasa meskipun sudah digunakan sehingga tidak membuat risih. Kelemahannya adalah resiko terjadinya Toxic Shock Syndrome (TTS), karena infeksi bakteri. Pasti akan terasa tidak nyaman ketika pertama kali digunakan, penggunaannya maksimal 6 jam, lalu harganya cukup mahal di Indonesia. Pun perlu beberapa kali percobaan untuk menemukan tampon dengan ukuran dan jenis apa yang tepat. Tampon juga dapat menyebabkan iritasi dan kekeringan pada miss V.

Tampon dapat menyerap banyak darah dalam waktu yang lebih lama daripada pads

Menstrual cup

Saat ini sudah banyak yang mulai menggunakan menstrual cup. Cangkir menstruasi terbuat dari karet atau silikon yang memenuhi standar medis, sehingga aman digunakan. Penggunaannya sama dengan tampon yaitu dimasukkan ke dalam vagina.

Perbedaannya adalah dia akan menampung darah sementara tampon bertugas menyerap darah. Menstrual cup lebih hemat serta ramah lingkungan karena reusable, aman, dan tidak beresiko infeksi.  Alat ini dapat dipakai hingga 12 jam, tersedia dalam berbagai warna dan ukuran. Cukup bilas dan pakai kembali, tetap perhatikan labelnya. Bisa dibawa berenang, tidak terasa ketika telah dimasukkan, dan minim bau.

Kekurangannya adalah penggunaan cup cukup rumit karena harus mengeluarkan, membuang darah, dan membilas. Ketika darah haid sedang banyak-banyaknya, jangka waktu penggunaan akan lebih pendek.

Memasukkan ke dalam miss V mungkin sulit bagi beberapa orang, kamu harus mencucinya hingga sangat bersih untuk siklus haid selanjutnya, dapat menyebabkan alergi pada perempuan yang sensitif terhadap lateks, dan butuh modal awal yang lebih besar karena harganya yang mahal. Mungkin dapat terjadi TTS bila menggunakannya tidak sesuai petunjuk.

Menstrual cup, alternatif lain yang dapat kamu gunakan

Apapun alat yang Ladies gunakan, pastikan kebersihannya dan perhatikan petunjuk pemakaiannya. Hindari penggunaannya terlalu lama karena dapat berdampak pada terjadinya infeksi saluran kemih dan saluran reproduksi. Ganti pembalut 4-5 kali per hari, tampon 4 kali, dan menstrual cup 1-3 kali.

Pembalut lebih rawan bocor daripada menstrual cup, dan penyerapan lebih baik jika menggunakan tampon. Itulah penjelasan dari ketiga alat untuk menjaga kebersihan menstruasi. Pembalut mungkin masih menjadi pilihan mayoritas perempuan Indonesia.

Sementara penggunaan tampon dan menstrual cup masih dianggap tabu bagi sebagian orang karena tidak biasa memasukkan sesuatu ke dalam vagina. Ada pula ketakutan bahwa penggunaannya dapat merobek selaput dara. Pilihlah dengan bijak ya, Ladies.

Baca artikel lainnya dari Newfemme!

 

Sumber:

Healthline. (2019). Tampons vs Pads: The Ultimate Showdown [Online] https://www.healthline.com/health/tampons-vs-pads#free-bleeding 

Warashinta, D. L., Astari, A. M., & Merdikawati, A. (2021). ANALYSIS OF THE USE OF MENSTRUAL PAD, TAMPONS, AND MENSTRUAL CUP DURING MENARCHE. Journal of Community Health and Preventive Medicine, 1(2), 24-31.