Hormon Reproduksi Wanita: Jenis dan Perannya

Hormon Reproduksi Wanita: Jenis dan Perannya

Kesehatan 45

Hormon merupakan yang secara alami berada dalam tubuh yang fungsinya adalah untuk menyampaikan pesan dari sel ke organ. Zat ini berperan pada banyak fungsi tubuh. Hormon akan terlibat dalam berbagai perkembangan manusia mencakup pubertas, perkembangan seksual, reproduksi, pertumbuhan tulang, otot, respon inflamasi, pengaturan kadar kolesterol, sebaran lemak tubuh, serta pengaturan kadar kolesterol. 

Hormon seks berperan dalam perkembangan reproduksi dan seksual. Pada wanita, hormon tersebut diproduksi oleh kelenjar adrenal dan gonad yaitu ovarium. Jumlahnya dalam tubuh dapat berubah-ubah sepanjang hidup yang dipengaruhi oleh usia, kehamilan, menstruasi, menopause, obat-obatan, stres, serta lingkungan.

Artikel kali ini akan membahas terkait jenis-jenis hormon pada wanita. Yuk simak bersama, Ladies!

Estrogen

Mungkin Ladies ada yang sudah tidak asing dengan nama hormon ini. Estrogen merupakan hormon utama pada perempuan yang mayoritas diproduksi oleh ovarium dan sebagian kecil berasal dari kelenjar adrenal serta sel lemak.

Fungsinya sangat dominan dalam perkembangan seksual dan reproduksi seperti saat dimulainya pubertas, menstruasi, kehamilan, dan menopause. Hormon ini juga memengaruhi sistem kardiovaskuler, otot, tulang, kulit, saluran kemih, serta otak.

Estrogen adalah hormon utama pada perempuan

Progesteron

Organ yang mereproduksi hormon ini adalah ovarium, kelenjar adrenal, dan plasenta. Kadarnya dalam tubuh meningkat selama ovulasi kemudian terus bertambah selama kehamilan. Progesteron berperan dalam pembekalan tubuh untuk kehamilan seperti persiapan lapisan rahim untuk sel telur yang telah dibuahi, selanjutnya yaitu menekan produksi estrogen setelah ovulasi. Jika kadar progesteron rendah, siklus menstruasi dapat terganggu, sulit hamil, dan risiko komplikasi pada kehamilan.

Progesteron salah satu hormon pada kehamilan

Testosteron

Bukannya hormon ini ada pada laki-laki? Benar sekali, testosteron memang merupakan hormon seks utama pada laki-laki, namun perempuan juga memilikinya dalam jumlah yang lebih rendah. Produksinya juga berada di kelenjar adrenal dan ovarium. Perannya pada wanita adalah untuk pengaturan hasrat seksual, kesuburan, siklus menstruasi, kekuatan tulang dan otot, serta produksi sel darah merah.

Peran Hormon Reproduksi dalam Kehidupan

Jumlah hormon dalam tubuh kita akan berubah seiring waktu menyesuaikan dengan fase dalam kehidupan. Umumnya hormon akan mengalami perubahan mulai dari masa kanak-kanan, memasuki pubertas, usia subur (hamil, melahirkan, dan menyusui), dan terakhir menopause.

Perubahan-perubahan ini sangat diharapkan terjadi sesuai dengan fase kehidupan. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

  1. Pubertas

Perempuan umumnya memiliki masa pubertas saat usia 8 hingga 13 tahun lalu berakhir pada 14 tahun, namun tiap orang akan berbeda. Produksi estrogen dan progesteron akan menstimulasi perkembangan karakteristik seksual sekunder seperti pertumbuhan payudara, rambut pada ketiak, kemaluan, pertambahan tinggi badan, penyimpanan lemak, pelebaran panggul dan pinggul, pematangan ovarium, awal dari siklus menstruasi, serta produksi minyak pada kulit. 

  1. Menstruasi

Estrogen dan progesteron rendah saat menstruasi baru saja dimulai. Kelenjar hipofisis melepaskan hormon perangsang folikel (FSH) sehingga menyebabkan ovarium menghasilkan folikel yang berisikan telur belum matang.

Lalu ada pula hormon luteinizing (LH) yang menyebabkan folikel pecah sehingga sel telur lepas dari ovarium. Setelah ovulasi terjadi, progesteron meningkat dan berfungsi mempersiapkan lapisan rahim untuk menampung sel telur yang telah dibuahi.

  1. Kehamilan

Progesteron bertugas untuk melindungi rahim dari bakteri sementara estrogen berfungsi untuk penebalan lapisan rahim. Kedua hormon ini juga menyebabkan payudara membesar. Ada pula hormon chorionic gonadotropin (hCG) yang tugasnya mencegah menstruasi dan mempertahankan kehamilan. Selanjutnya yaitu relaksin yang membatu implantasi dan mencegah kontraksi dini.

  1. Menopause

Menopause terjadi ketika wanita berhenti menstruasi, sehingga tidak mampu lagi untuk hamil. Setelahnya, ovarium hanya memproduksi estrogen dan progesteron dalam jumlah yang lebih sedikit tetapi konstan.

Ketika estrogen dalam tubuh sudah rendah, maka hasrat seksual menurun dan hilangnya kepadatan tulang. Oleh karena itu, wanita yang sudah menopause rendah mengalami osteoporosis.

Demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis hormon reproduksi wanita dan fungsinya terhadap setiap fase dalam kehidupan. Hormon seks memiliki peran yang penting terhadap reproduksi dan kadarnya berfluktuasi sesuai tahapan yang dilalui. Pemahaman yang baik terkait hormon dan fase menstruasi akan membantu Ladies dalam mempersiapkan kehamilan. Baca artikel bermanfaat lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Healthline. (2018). How Do Female Sex Hormones Affect Menstruation, Pregnancy, dan Other Funtions? [Online] https://www.healthline.com/health/female-sex-hormones#menstruation

Medical News Today. (2019). What to know about female sex hormones [Online] https://www.medicalnewstoday.com/articles/324887#menstruation