Logo NewFemme
Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahan Vaginitis

Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahan Vaginitis

Kesehatan 21

Vaginitis adalah peradangan pada vagina yang ditandai dengan munculnya rasa gatal, nyeri, dan keputihan. Secara umum, vaginitis biasanya disebabkan adanya perubahan keseimbangan bakteri pada vagina atau terjadi sebuah infeksi.

Berkurangnya tingkat hormon estrogen setelah seorang wanita mengalami menopause dan  beberapa penyakit kulit tertentu juga dapat menyebabkan kondisi ini. Berikut merupakan beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang vaginitis.

Gejala Vaginitis

Berikut merupakan beberapa contoh tanda dan gejala dari vaginitis:

  1. Terjadi perubahan warna, aroma, dan jumlah cairan dari vagina.

  2. Rasa gatal atau iritasi pada vagina.

  3. Nyeri ketika melakukan seks.

  4. Nyeri ketika buang air kecil.

  5. Muncul pendarahan ringan pada vagina. 

Penyebab Vaginitis

Penyebab vaginitis dipengaruhi oleh tipe vaginitis yang dimiliki, diantaranya adalah sebagai berikut:

 

  1. Bacterial vaginosis.

Merupakan tipe paling vaginitis yang paling umum dan merupakan akibat dari perubahan jumlah bakteri pada vagina. Bakteri yang tumbuh dalam jumlah yang terlalu besar tersebut mengganggu keseimbangan alami bakteri yang ada. 

  1. Yeast infection.

Vaginitis tipe ini terjadi akibat adanya organisme jamur, biasanya jamur Candida albicans, yang tumbuh di vagina. Jenis jamur ini juga dapat menyebabkan infeksi pada bagian tubuh yang lembab lainnya, seperti mulut dan lipatan kulit.

  1. Trichomoniasis 

Trichomoniasis merupakan vaginitis yang diakibatkan oleh infeksi dan umumnya ditransmisikan melalui hubungan seksual dengan orang yang telah terinfeksi parasit Trichomonas vaginalis. 

  1. Non-infectious vaginitis.

Sabun, deterjen, semprotan, dan produk spermisida lainnya dapat menyebabkan munculnya reaksi alergi atau iritasi pada jaringan vulva dan vagina. Benda asing, seperti tisu dan tampon, juga dapat menyebabkan iritasi pada jaringan vagina. 

  1. Vaginal atrophy.

Berkurangnya tingkat hormon estrogen setelah menopause, atau kondisi medis tertentu, dapat menyebabkan timbulnya iritasi, sensasi terbakar, dan vagina yang kering.

Pencegahan Vaginitis

Menerapkan pola hidup bersih dapat mencegah munculnya beberapa tipe vaginitis dan meringankan gejala yang menyertai. Berikut merupakan beberapa hal yang bisa kamu terapkan agar vagina dapat tetap sehat dan bersih:

  1. Hindari pemakaian bak mandi pada spa atau fasilitas umum lainnya.

  2. Hindari irritants atau penyebab iritasi seperti tampon, pembalut, dan sabun beraroma. Gunakan sabun untuk membersihkan bagian luar dari kemaluan dan biarkan kering setelah mandi untuk mencegah timbulnya iritasi.

  3. Biasakan untuk melakukan gerakan usap dari depan ke belakang ketika membersihkan vagina menggunakan tisu. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran bakteri dari tinja ke vagina.

  4. Lakukan seks secara lebih aman dengan menggunakan kondom atau alat pengaman.

  5. Gunakan celana dalam berbahan cotton dan jangan gunakan ketika masih basah karena jamur menyukai tempat yang lembab. 

Meskipun kebanyakan kasus vaginitis dapat diatasi dengan perawat mandiri di rumah, akan tetapi tak sedikit perempuan yang membutuhkan antibiotik dan obat anti-jamur untuk mengurangi dampaknya. Mengalami kesulitan ketika ingin buang air, nilai pH vagian berada diatas nilai 4.5 dan keluarnya cairan kekuningan dengan bau yang tidak sedap dari vagina merupakan tanda sebaiknya kamu segera memeriksakan diri ke dokter.

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Raypole, C. & Henigsman, S. A. (2022). Everything You Need to Know About Vaginal Infections. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/vaginal-infection 

Mayo Clinic Staff. (2021). Vaginitis. Mayo Clinic. [online]. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vaginitis/symptoms-causes/syc-20354707