Logo NewFemme
Pakai Cara Ini Untuk Meningkatkan Peluang Kehamilan

Pakai Cara Ini Untuk Meningkatkan Peluang Kehamilan

Kehamilan 45

Tak semua wanita akan hamil dalam waktu singkat setelah menikah dan memutuskan untuk memiliki anak. Perempuan sehat di usia 30-an hanya memiliki peluang kehamilan sebesar 20% tiap bulannya. Maka dari itu, wajar jika ada pasangan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan momongan.

Berikut merupakan beberapa hal yang perlu diperhatikan guna meningkatkan peluang kehamilanmu, Ladies.

Prinsip Dasar Kehamilan

Guru biologi di sekolah seolah-olah menjelaskan bahwa seorang perempuan akan hamil kapanpun setelah ia melakukan hubungan seksual, padahal kenyataannya lebih kompleks. Setiap bulan, ada serangkaian perubahan hormonal dalam tubuh perempuan yang menyebabkan sel telur tumbuh dan matang di ovarium. Proses ini memakan waktu rata-rata dua minggu, dimulai bersamaan dengan siklus menstruasi. 

Sel telur yang telah matang akan dilepaskan dari ovarium dan proses ini disebut sebagai proses ovulasi. Sel telur kemudian akan berjalan menuruni tuba falopi menuju rahim. Sel telur hanya dapat bertahan selama sekitar 24 jam setelah dilepaskan. Jika terjadi pembuahan oleh sel sperma pada periode ini, sel telur yang telah dibuahi akan bertahan di lapisan rahim. 

Kunci kehamilan adalah dengan melakukan hubungan seksual pada sebelum dan ketika proses ovulasi berlangsung. Melalui cara itu, sel sperma akan berada di tuba falopi ketika sel telur dilepaskan sehingga memudahkan terjadinya proses pembuahan. Sel sperma dapat bertahan di dalam saluran reproduksi wanita hingga 5 hari.

Menentukan Waktu yang Tepat

Cara terbaik untuk meningkatkan peluang kehamilan adalah dengan melakukan hubungan seksual pada waktu yang tepat sesuai dengan siklus kewanitaan masing-masing. Jika memiliki siklus yang teratur, kamu akan mengalami ovulasi sekitar dua minggu sebelum menstruasi dan masa subur diperkirakan berada pada 7 hari sebelum masa ovulasi tersebut.

Berikut merupakan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menentukan masa subur secara lebih tepat:

  1. Menggunakan alat tes ovulasi

Mirip seperti alat tes kehamilan, alat tes ovulasi juga akan menggunakan urine untuk memprediksi masa subur. Alat tes ini akan mendeteksi luteinizing hormone (LH) yang biasanya muncul tepat sebelum proses ovulasi terjadi. Jika hasilnya positif, maka disarankan untuk berhubungan seksual pada hari itu atau keesokan harinya.

  1. Mengukur suhu tubuh

Basal body temperature atau suhu tubuh basal merupakan suhu terendah yang dicapai oleh tubuh ketika istirahat, tidur, atau tidak sedang melakukan aktivitas apapun. Waktu terbaik untuk melakukan pengukuran suhu tubuh basal sebelum beranjak dari tepat tidur setelah bangun tidur di pagi hari. Kenaikan suhu tubuh selama 3 hari berturut-turut setelah sebelumnya sedikit menurun bisa jadi merupakan tanda berlangsungnya ovulasi. 

  1. Perubahan lendir serviks

Saat folikel ovarium, kantung kecil di ovarium yang berisi sel telur matang, berkembang, maka tingkat estrogen juga akan meningkat. Peningkatan estrogen ini menyebabkan lendir serviks menjadi tipis dan licin. 

Kehamilan yang Sehat Berawal dari Ibu yang Sehat

Sebelum berusaha untuk hamil, seorang wanita seharusnya terlebih dahulu berusaha untuk berada di kondisi sesehat mungkin. Faktanya, sebagian besar dokter akan merekomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum masa kehamilan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk membicarakan kondisi kesehatan saat ini dan pemeriksaan penyakit genetik.

Berikut merupakan perubahan gaya hidup yang kerap disarankan oleh dokter sebelum berusaha mencoba untuk hamil:

  1. Capai dan pertahankan berat badan sehat

  2. Memperbaiki pola makan dan olahraga

  3. Menghentikan konsumsi alkohol dan rokok

  4. Membatasi konsumsi kafein

Kebanyakan pasangan suami-istri sehat akan mendapati kehamilan dalam waktu satu tahun setelah secara aktif mencoba untuk hamil. Jika kehamilan tak kunjung datang dalam satu tahun dan kamu masih berusia di bawah 35 tahun, maka ada baiknya untuk menemui dokter guna melakukan evaluasi kesuburan. Kehamilan bisa menjadi tantangan sendiri ketika ia tak kunjung datang, tapi itu merupakan hal yang wajar dan bukan berarti tidak akan terjadi.

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Galan, L. & Weatherspoon, D. (2019). How to Increase Your Chances of Getting Pregnant. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/pregnancy/how-to-increase-chances-of-getting-pregnant