Logo NewFemme
Duduk Terlalu Lama Sebabkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Duduk Terlalu Lama Sebabkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Kesehatan 143

Duduk terlalu lama sebabkan stroke (source: unsplash)

Ketika memikirkan penyebab kematian, mungkin tidak akan terbesit di pikiran anda tentang duduk terlalu selama bekerja. Menurut beberapa penelitian, duduk terlalu lama berpotensi membahayakan kesehatan. Risiko kanker, penyakit kardiovaskular, dan sakit punggung dapat diturunkan hanya dengan satu perubahan gaya hidup : kurangi waktu duduk.

 

Bahaya Duduk Terlalu Lama

Berapa lama anda menghabiskan waktu untuk duduk selama sehari? Barangkali anda pernah mendengar ungkapan “sitting is the new smoking” yang dicetuskan oleh Dr. Levine. Ia mengestimasikan masyarakat US menghabiskan lebih dari setengah waktunya untuk duduk baik itu menonton TV, menyetir, atau bekerja.

 

“Tapi kerjaan saya memang membutuhkan waktu lama untuk duduk.”

Hal ini rasanya menjadi keluhan sebagian besar pekerja, terutama semenjak kebijakan work from home muncul.  

 

Duduk selama 30 menit ternyata dapat memperlambat metabolisme sebesar 90%. Setelah 2 jam, kolesterol baik akan menurun sebesar 20%. Aktivitas enzim yang bertanggung jawab menyalurkan lemak jahat dari arteri ke otot untuk dibakar, menurun selama duduk. Otot pada tubuh bagian bawah juga mati.

 

Penelitian yang melibatkan sembilan studi jangka panjang juga menunjukkan bahwa orang-orang yang menghabiskan waktu 12 jam per hari untuk duduk memiliki risiko 14% lebih tinggi mengalami penyakit jantung maupun stroke ketimbang mereka yang hanya duduk selama 2,5 jam per hari.

 

Kurangi Waktu Duduk

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi Tulang Belakang RS Premier Bintaro dr. Harmantya Mahadhipta, Sp.OT (K) Spine menjelaskan batas normal duduk paling lama adalah satu jam. Setelah satu jam, maka seseorang disarankan untuk berdiri atau melakukan peregangan tubuh.

 

Sebenarnya tidak ada patokan yang baku mengenai berapa waktu yang dihabiskan seseorang untuk bisa dianggap duduk terlalu lama. Namun, bila pekerjaan atau kegiatan Anda selama ini sebagian besar dilakukan dalam posisi duduk, ada baiknya untuk mulai mengurangi intensitas duduk. Dengan begitu, tulang, otot, serta tubuh secara keseluruhan dapat lebih difungsikan.

 

Sebagian dokter bahkan merekomendasikan untuk istirahat dari posisi duduk tiap 30 menit. Kamu bisa berdiri, berjalan-jalan, atau naik-turun tangga. Saat di kantor, manfaatkanlah waktu makan siang untuk melakukan olahraga ringan atau hanya sekadar aktif bergerak, bukannya untuk lanjut bekerja.

Selain menghindari duduk terlalu lama, posisi duduk yang benar dapat mengurangi risiko masalah kesehatan yang berkaitan dengan postur tubuh seperti nyeri punggung atau leher.

 

 

Ada baiknya anda mempertimbangkan risiko kesehatan yang akan menghampiri anda jika duduk terlalu lama. Atasan anda tidak akan bisa bertanggung jawab atas kesehatan anda. Oleh karenanya, menjaga kesehatan anda adalah tanggung jawab anda sendiri.