Logo NewFemme
Diet Anti-Aging, Ternyata Efektif Menunda Proses Penuaan!

Diet Anti-Aging, Ternyata Efektif Menunda Proses Penuaan!

Kesehatan 52

Diet anti-aging dilakukan oleh seseorang yang ingin menunda atau memperlambat proses penuaan pada tubuhnya, sehingga tetap merasa muda. 

Penelitian yang sudah dilakukan lebih dari seabad silam, memberikan hasil bahwa diet anti-aging adalah salah satu pola makan yang diharapkan mampu memperpanjang usia. 

Arti Diet Anti-Aging

Diet anti-aging merupakan pola atau kebiasaan makan yang berpengaruh pada perlambatan proses penuaan tubuh seseorang.

Proses penuaan yang tertunda efek dari mengonsumsi makanan yang diketahui memiliki manfaat anti-aging yang diharapkan mampu memperpanjang usia.

Riset mengenai pola makan yang masih dilakukan hingga sekarang adalah hasil yang merujuk pada penelitian yang dilakukan sejak lebih dari seratus tahun yang lalu.

Panduan Diet Anti-Aging

Seabad silam dari sekarang, peneliti menemukan bahwa kunci dari pola makan agar tetap panjang umur adalah dengan mengurangi asupan kalori harian. 

Saat itu penelitian tersebut masih menerapkan pada tikus sebagai uji coba. Riset lanjutan yang terbit di jurnal Science (2021) menemukan ada beberapa cara diet anti-aging dengan mengurangi kalori harian.

Akan tetapi tetap harus melalui panduan yang tepat untuk mencapai keberhasilan suatu tujuan. Dan melibatkan ahli kesehatan yang memahami kondisi tubuh sebelum diet anti-aging akan lebih menguntungkan.

Intermittent fasting

Intermittent fasting atau diet puasa adalah mengurangi kalori harian dengan cara mengatur waktu yang tepat untuk mengkonsumsi asupan.

Saat melakukan diet anti-aging, kesempatan makan hanya selama delapan jam dalam sehari atau membatasi kalori sebanyak 500–600 kkal sebanyak dua kali dalam sepekan.

Peluang untuk memperpanjang usia pada diet puasa merupakan efek dari semakin kuatnya sel saraf di otak. Akibat lainnya adalah tidak mudah terkena gangguan seperti epilepsi dan stroke.

Diet fasting-mimicking 

Diet fasting-mimicking (FMD) merupakan diet anti-aging dengan mengonsumsi makanan rendah kalori, gula dan protein, serta asupan nutrisi yang kaya lemak tak jenuh.

Idealnya diet ini dilakukan selama lima hari dalam satu bulan. Bila rutin menjalani FMD, akan terasa adanya penurunan tekanan darah, berat badan, dan lemak tubuh secara keseluruhan.

Keuntungan yang lain, diet ini membantu mengurangi hormon pertumbuhan atau insulin-like growth factor 1 (IGF-1), yaitu hormon yang mempercepat penuaan karena mendorong pertumbuhan dan pematangan jaringan tubuh.

Diet keto

Diet keto merupakan salah satu jenis diet yang bisa dikategorikan sebagai diet anti-aging. Diet ini mengurangi kadar asupan karbohidrat dengan mengonsumsi lemak sehat, seperti lemak tak jenuh.

Tubuh akan menggunakan keto atau sisa metabolisme lemak di hati sebagai asupan energi ketika melakukan diet keto. 

Diet anti-aging melalui diet yang satu ini terbukti memiliki potensi meningkatkan rata-rata usia, dan membantu mengurangi risiko obesitas yang bisa memicu kematian.

Time-Restricted Eating

Time-Restricted Eating adalah cara diet anti-aging yang fokus dalam mengonsumsi seluruh asupan harian selama 6–10 jam pada saat sedang beraktivitas di siang hari.

Selain dari rentang waktu tersebut tidak dianjurkan untuk mengonsumsi kalori apa pun. Namun tidak dilarang jika hanya ingin meminum air putih.

Keuntungan melakukan diet ini antara lain membantu menjaga kadar gula darah, mengurangi kadar lemak darah, dan menurunkan risiko perlemakan hati, sehingga meningkatkan harapan hidup.

Semakin meningkat kesegaran tubuh maka akan terasa muda kembali, atau minimal tidak terlihat tua. Tetap energik dengan semangat hidup yang bertambah. Selamat mencoba Ladies!