Logo NewFemme
Membangun Keterampilan Orang Tua Mendengarkan Anak

Membangun Keterampilan Orang Tua Mendengarkan Anak

Parenting 44

Mendengarkan, seolah mudah dilakukan karena hanya dengan diam maka akan terdengar jelas. Namun, siapa sangka bila kondisi menjadikan setiap orang membutuhkan pendengar yang baik. 

Hal yang tak luput dari seorang anak, dia lebih banyak ingin didengar karena banyak hal yang belum diketahui mengapa hal ini dan itu bisa terjadi. Terkadang tindakan orang tua berbeda dengan gambaran yang dipikirkan oleh anak.

Seberapa Penting Mendengarkan

Masih jelas dalam ingatan bagaimana orang tua menanti suara pertama yang dikeluarkan dari mulut mungil bayinya, bahkan sejak keluar dari rahim. Kemudian orang tua menantikan suara berikutnya selain tangisan, seperti suara tawanya yang lucu.

Paham yang diinginkan

Dari suara bayi, orang tua paham apa yang diinginkannya. Haus, gerah atau kesakitan kulitnya digigit serangga misalnya. Sehingga dari apa yang orang tua dengar, kebutuhan anaknya bisa terpenuhi meskipun belum mampu menyampaikan secara verbal.

Menganggapnya penting

Seorang anak yang mulai bisa komunikasi baik verbal atau bukan, membutuhkan tanggapan serius dari orang tuanya. Ketika anak mendapatkan itu, harga dirinya tumbuh sekaligus mempertebal rasa percaya diri bahwa dirinya dianggap penting hingga benar mendapat tanggapan.

Kontrol emosi

Sebagian orang tua masih sulit memahami apa yang disampaikan anak. Namun, sebaiknya orang tua meluangkan waktu dan pikiran khusus untuk mendengar secara seksama serta memberikan penjelasan bahwa mengerti apa yang dirasakan oleh anak-anak.

Ketika hal ini terjadi, anak akan meredam emosinya karena merasa sudah menyampaikan dan dipahami orang tua. Tanggapan yang diberikan harus menggiring anak-anak tetap berperilaku positif, sekaligus mencontohkan menjadi pendengar yang baik.

Mengapa Sulit Mendengar

Ada orang tua yang mendengar anaknya hanya sesekali, dengan alasan karena  hanya dibutuhkan bantuan saja. Padahal, bisa jadi anak melakukan komunikasi mengenai hal yang sepele itu untuk diakui bahwa dirinya ada.

Sayangnya banyak orang tua yang menganggap celoteh anak-anak hanya perlu jawaban “ya” atau “tidak”, sehingga saat mereka lebih sering mendapatkan jawaban tersebut maka membuatnya enggan untuk bercerita atau berkomunikasi.

Seiring dengan berkembangnya anak, maka akan ada hal-hal yang lebih rumit dan tidak tersampaikan pada orang tua. Pada saat ada masalah, anak akan menyampaikan sesuatu yang mungkin sulit bagi orang tua untuk memahaminya karena banyaknya hal yang tidak diketahui.

Tips Mendengar

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan agar orang tua paham dengan apa yang diperlukan anak:

Biasa bersama

  • Berhenti sejenak dari kesibukan untuk memberikan waktu dan perhatian khusus pada anak

  • Pilih cara bicara yang membuat anak merasa nyaman dan memposisikan orang tua berada dalam dunianya

  • Berdekatan dengan anak, berjalan atau duduk di dalam mobil sehingga tidak memerlukan energi lebih untuk bersuara

  • Bila memungkinkan, duduk di tepi tempat tidur mereka dan orang tua berkata lirih bahwa sangat menyayangi anak

  • Fokus pada apa yang anak-anak katakan, sekaligus merasakan apa yang dialaminya

Dua Arah

Ketika usia anak masih belum dewasa, komunikasi dua arah hanya terjadi jika orang tua mau mengalah dan memberi ruang pada anak untuk berkata terus terang. Misalnya ketika terjadi kesalahan, lebih baik orang tua mengalah agar mendapat pengakuan dari anak.

Seolah memberi ruas jalan dalam komunikasi, orang tua harus membuka lebar kesabaran. Hal ini akan berdampak membiasakan anak untuk jujur dan berani dalam menanggung resiko setelah melakukan kesalahan.

Pancing solusi

Meskipun orang tua mempunyai solusi yang tepat, jangan langsung diungkapkan. Coba gali pendapatnya dan berikan ruang untuk mengungkapkan apa solusi yang telah dipikirkan.

Ketika solusinya melenceng atau berbeda dari yang seharusnya, jangan langsung dihentikan tapi beri nasihat apa akibat dari solusi pilihannya tersebut. Lalu sedikit buka kata kunci solusi yang tepat, agar anak semakin yakin bahwa setiap kalimatnya didengar orang tua.

Waktu yang tepat

Berkomunikasi di waktu yang tepat akan mengajarkan anak membiasakan menggunakan jadwal tersebut untuk membicarakan hal penting. Anak akan paham kapan waktu yang nyaman untuk serius.