Logo NewFemme
Inilah Waktu dan Durasi Terbaik untuk Berjemur di Indonesia

Inilah Waktu dan Durasi Terbaik untuk Berjemur di Indonesia

Kesehatan 113

Waktu yang baik untuk berjemur (source: hellosehat)

Berjemur di bawah sinar matahari menjadi momen untuk meregangkan tubuh dan mendapat vitamin D selama pandemi. Ketika berjemur, waktu yang tepat perlu diperhatikan. Pasalnya, posisi matahari memengaruhi perbedaan radiasi sinar matahari yang terpapar. Jika salah waktu, radiasi sinar matahari yang berbahaya justru dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Lantas kapan waktu yang tepat untuk berjemur?

 

Apa manfaat berjemur selama pandemi?

Berjemur di pagi hari dapat memberikan sinar matahari untuk diserap tubuh dan menjadi bahan bakar mengkonversi pro vitamin D menjadi vitamin D. Pasalnya, tubuh memerlukan vitamin Duntuk menjaga kesehatan tulang, kulit, dan daya tahan tubuh.

 

Semenjak pandemi, berjemur dipercaya dapat mengurangi risiko infeksi virus Corona. Meski demikian, belum ada penelitian yang cukup untuk membenarkan hal ini. Namun, memang benar jika berjemur di masa pandemi membantu tubuh mendapat sinar matahari guna produksi vitamin D.

 

Pandemi yang terjadi telah memaksa masyarakat untuk beraktivitas dari rumah. Fenomena ini meningkatkan risiko seseorang tidak mendapat cukup sinar matahari sehingga tubuh tidak dapa memproduksi vitamin D yang cukup. Ketika hal ini terjadi, bukan mustahil jika risiko osteoporosis, kerusakan tulang, dan penurunan daya tubuh meningkat.

 

Kapan waktu yang tepat untuk berjemur?

Mitos beredar di masyarakat bahwa waktu berjemur paling baik adalah antara pukul 10.00 - 13.00. Perlu dipahami dulu bahwa beberapa faktor seperti pigmen kulit dan garis lintang memengaruhi perbedaan waktu berjemur di tiap area.

 

Studi tahun 2006 menunjukkan bahwa indeks UVB paling tinggi berada pada rentang waktu pukul 11.00 – 13.00, sehingga berjemur di waktu ini justru dapat menurunkan sistem imun. Pukul 8.00 – 10.00 atau pukul 15.00 – 16.00 merupakan waktu yang tepat untuk diterapkan di Indonesia. Rentang waktu tersebut cukup memberikan paparan sinar matahari untuk memproduksi vitamin D.

 

Selain faktor geografis, pigmen kulit juga menetukan durasi berjemur yang baik. Seseorang dengan kulit terang dianjurkan untuk berjemur selama 5-10 menit, sedangkan untuk kulit agak gelap dianjurkan kurang dari 15 menit.  

 

Apa dampak buruk berjemur terlalu lama?

Waktu dan durasi berjemur yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko pada kesehatan kulit seperti kanker. Semakin tinggi posisi matahari pada suatu wilayah, semakin tinggi juga tingkat paparan UVA. Sinar ini dapat menembus lapisan kulit yang lebih dalam.

 

Akibatnya, hal ini dapat menyebabkan penuaan dini, seperti kerutan dan solar aging. Namun, UVA sendiri tidak secara langsung bersifat karsinogenik, artinya tidak akan merusak DNA kulit secara langsung.

 

Jenis sinar yang mampu merusak DNA kulit secara langsung adalah UVB dan UVC. Dua kandungan dalam sinar matahari tersebut dapat menimbulkan efek kanker. Hal ini mungkin terjadi jika paparan terjadi secara kronis dan berlebihan, tanpa proteksi atau perlindungan apapun.

 

Guna menghindari paparan langsung oleh sinar matahari, ada baiknya untuk menggunakan tabir surya dengan SPF 20++ 20 menit sebelum berjemur. Cara ini dapat dilakukan untuk menghindari dampak buruk paparan sinar matahari.