Logo NewFemme
Kurangnya Aktifitas Fisik, Menimbulkan Dampak Buruk Bagi Kesehatan

Kurangnya Aktifitas Fisik, Menimbulkan Dampak Buruk Bagi Kesehatan

Kesehatan 38

Bermalas-malasan jika sesaat, akan membantu mengembalikan kesegaran tubuh akibat kelelahan atau sedang penat. Sebaliknya, jika tubuh diajak terus bermalas-malasan maka hasilnya bukan fresh tetapi stress.

Jaringan otot justru tidak nyaman jika didiamkan dalam waktu relatif lama. Otot yang dinamis lebih menguatkan daripada statis. Tubuh yang kurang aktivitas akan berpeluang didatangi gangguan kesehatan.

Dampak Buruk dari Kurang Aktivitas Fisik

World Health Organization (WHO) mengemukakan bahwa pola hidup dengan kurangnya aktivitas fisik menjadi penyebab dari kematian 2 juta orang di dunia per tahunnya.

Melakukan aktivitas fisik tidak harus olahraga berat, cukup dengan mobilitas gerak tubuh agar dinamis. Berikut dampak buruk akibat aktivitas fisik yang kurang.

Tubuh merasa loyo dan mudah lelah

Hasil sebuah studi membuktikan, rasa lelah yang dialami partisipannya dapat diredakan setelah melakukan aktivitas fisik berupa olahraga rutin selama enam pekan.

Energi tubuh akan didapatkan bila rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga pada penderita sindrom kelelahan kronis. 

Kualitas tidur menurun

Sleep Foundation menjelaskan bahwa kualitas tidur akan meningkat seiring dengan aktivitas fisik yang dilakukan, terutama durasi 150 menit selama satu pekan.

Temperatur tubuh akan meningkat selama melakukan aktivitas fisik dan ketika berada di tempat tidur, temperatur tubuh akan menurun sehingga membuat tidur lebih nyenyak.

Tulang dan sendi mudah cedera

Aktivitas fisik yang kurang menyebabkan tulang dan sendi mudah cedera, karena berpeluang meningkatnya risiko penyakit osteopenia (turunnya kepadatan tulang) dan osteoporosis (tulang lemah dan rapuh).

Tulang dan sendi tidak lagi sigap karena kurang aktivitas fisik sehingga menurunkan daya tahan tubuh.

Meningkatkan berat badan

Hasil penelitian yang dipublikasikan oleh International Journal of Obesity, pola hidup bermalas-malasan dan kurang aktivitas fisik terbukti akan meningkatkan lingkar pinggang.

Kalori tidak terbakar sempurna sehingga terjadi penumpukan lemak dan peningkatan berat badan.

Mengundang diabetes tipe 2

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyampaikan bahwa kurang aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe 2.

Aktivitas fisik atau olahraga dapat membantu tubuh mengontrol gula darah (glukosa), menjaga berat badan, menstabilkan tekanan darah, dan menurunkan kolesterol jahat (LDL), dan meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh.

Meningkatnya risiko penyakit jantung

Sebuah studi dalam jurnal Circulation Research mengemukakan, kurang olahraga dan aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Aktivitas fisik dapat memperkuat jantung dan meningkatkan sirkulasi darah sehingga kadar oksigen di dalam tubuh pun menjadi stabil.

Berbagai faktor risiko penyakit jantung, seperti kolesterol tinggi, penyakit jantung koroner, hingga serangan jantung.

Kerusakan fungsi otak

Hasil sebuah studi, melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat mencegah proses penuaan pada otak sekaligus meningkatkan daya ingat.

Sebaliknya, saat tubuh kurang aktivitas fisik, otak akan lebih rentan terhadap tanda-tanda penuaan, misalnya penurunan fungsi kognitif.

Gangguan kesehatan mental

Hasil laporan yang dirilis dalam International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, bermalas-malasan dan kurang aktivitas fisik selama 3 jam sehari, dapat meningkatkan risiko munculnya gejala depresi.

Aktivitas fisik yang kurang, tidak hanya mempengaruhi fisik tetapi berdampak pada kesehatan mental juga karena bermalas-malasan akan menurunkan kerja otak.

Meningkatnya risiko kanker

Kurang aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko mendatangkan berbagai macam kanker dari hasil pembuktian sejumlah studi.

Pola hidup bermalas-malasan dan kurang aktivitas fisik meningkatkan risiko kanker kolorektal (usus besar), payudara, paru-paru, hingga ovarium.

Aktivitas fisik yang tubuh terbukti bukan hanya mengganggu fisik tetapi mental, karena kedua hal ini saling terkait. Tagline kesehatan juga menyebutkan bahwa dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.