Logo NewFemme
Sakit Gigi? Mungkin Ini Penyebabnya!

Sakit Gigi? Mungkin Ini Penyebabnya!

Kesehatan 89

Sakit gigi bisa jadi sangat mengganggu. Rasa sakit ini dapat bertahan lama, sampai di titik dimana kau perlu untuk menghubungi dokter gigi. Namun, sebelum menghubungi dokter gigi, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu apa yang terjadi pada gigimu. Berikut beberapa alasan kenapa kamu mengalami sakit gigi.

  1. Gigi sensitif

Jika kamu merasakan sakit gigi ketika mengkonsumsi makanan yang panas ataupun minum minuman yang dingin, kamu mungkin memiliki gigi yang sensitif, Ladies. Gigi sensitif terjadi akibat enamel gigi yang tipis dan aus. Pengobatan gigi yang sensitif tergantung pada kadar rasa ngilu yang ditimbulkan.

Jika gigi sensitif pada kadar yang ringan, kita cukup meggunakan pasta gigi khusus yang mengandung potasium nitrat atau stannous flouride seperti pada merk Sensodyne. Pada gigi sensitif tingkat menengah, diperlukan produk dengan kandungan flourida yang lebih tinggi yang bernama Glama. Sedangkan, pada kasus yang parah, pemeriksaan ke dokter gigi diperlukan untuk menutup lapisan gigi secara lengkap. Kondisi ini kerap terjadi pada pasien erosi asam.

  1. Mengalami Gangguan Temporomandibular (TMD)

Penyebab munculnya gangguan TMD masih misterius, namun secara umum gangguan ini bisa disebabkan oleh cedera pada rahang akibat kecelakaan maupun pukulan serta kebiasaan menggertakan gigi.

Cara pengobatan gangguan TMD juga dibagi berdasar dari penyebabnya. Jika kamu mengatupkan gigi dan mengalami nyeri sendi, sakit kepala, kesulitan membuka mulut, dan nyeri wajah, kamu perlu melakukan suntikan botox pada otot pengunyahan untuk mengurangi kontraksi otot tersebut. Pengobatan untuk rasa sakit ringan dapat dilakukan dengan mengkonsumsi ibuprofen atau naproxen.

  1. Pemutihan gigi

Melakukan pemutihan gigi seperti penggunaan veneer gigi dapat membuat lapisan gigi menjadi sedikit keropos. Pengobatan ngilunya dilakukan dengan menggunakan pasta gigi seperti Sensodyne.

  1. Menggosok gigi terlalu kasar

Terlalu banyak tekanan ketika menyikat gigi justru dapat menimbulkan rasa sakit. Selain itu, menggosok gigi terlalu keras bisa menghilangkan struktur gigi dan resesi gusi yang melindungi akar gigi. Ketika struktur akar gigimu terbuka, rasa ngilu yang luar biasa dapat timbul ketika mengkonsumsi makanan atau minuman panas maupun dingin.

Cara mengobatinya adalah dengan bantuan dokter gigi untuk menempatkan tambalan pada area gigi yang aus dan membentuk gusi kembali ke kondisi semula. Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan adalah memakai sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut dan memperhalus cara menggosok gigi.

  1. Infeksi gusi (periodontitis)

Infeksi gusi terjadi akibat adanya bakteri atau kuman yang masuk ke area gigi atau gusi dan berkembang biak. Dampak yang ditimbulkan antara lain munculnya rasa sakit, bengkak, hingga keluar nanah pada bagian infeksi tersebut.

Infeksi gusi dapat menyebabkan abses atau rasa sakit yang parah, oleh karena itu kamu perlu menemui dokter gigi. Dokter gigi akan membersihkan daerah gusi dan meresepkan antibiotik dan obat kumur bagi pasien.

  1. Trauma gigi

Trauma gigi dapat terjadi karena insiden yang menimpamu bertahun-tahun yang lalu. Seiring dengan trauma gigi yang berkepanjangan, rasa sakit dan sensitivitas seseorang akan meningkat. Pada seseorang dengan trauma gigi, diperlukan rontgen untuk memastikan tidak ada infeksi yang terjadi serta syaraf dalam gigi tidak mati.

Gigi yang telah mati dapat terlihat dari adanya perubahan warna pada bagian luar gigi. Pengobatannya dilakukan dengan penanganan dokter gigi. Perawatan saluran akar dan mahkota biasanya akan direkomendasikan untuk pasien dengan gigi mati. Jika gigi perlu dicabut, pemasangan gigi palsu dapat menjadi langkah selanjutnya.

  1. Infeksi sinus yang parah

Infeksi sinus dapat menyebabkan sakit pada gigi. Hal ini karena eberapa akar gigi terletak pada bagian sinus dan mengalami tekanan. Akibat dari tekanan itu, rasa sakit muncul dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Pengobatan yang disarankan adalah resep antibiotik dari dokter gigi. Selain itu, pengobatan sinus juga perlu dilakukan untuk mengurangi rasa sakit.

  1. Efek gigi yang ditambal dan dibor

Ketika gigi dibor, kepekaan gigi terhadap dingin dan panas akan meningkat selama beberapa minggu. Tekanan akibat mengunyah hal yang keras juga dapat menyebabkan nyeri.

Oleh karena itu, pertemuan berkala dengan dokter gigi agar dokter dapat memeriksa perkembangan gigi dan membuat penyesuaian duntuk meredakan rasa sakitnya. Biasanya, pengobatan dilakukan dengan menempatkan flouride topikal atau pasta desensitisasi pada area tersebut.

  1. Keretakan pada gigi

Keretakan dapat terjadi jarena beberapa hal, seperti menggigit sesuatu yang keras, cedera, bahkan mengatupkan dan menggertakan gigi. Jika keretakan terjadi di gigi bagian depan, mungkin kamu akan dapat melihatnya, namun hal ini akan menjadi sulit ketika terjadi di gigi bagian belakang. Pengobatan dilakukan dengan membuat pelindung khusus yang dibuat dokter gigi untuk melindungi keretakan gigi dari trauma berkelanjutan di masa depan.

  1. Rongga kecil yang membesar

Rasa sakit akan muncul ketika rongga pada gigi yang muncul akibat pembusukan mulai mendekati syaraf dan bakteri masuk ke Pulpa. Pengobatan untuk kasus ini tidak bisa ditangani secara mandiri.

Perlu perawatan dari dokter gigi karena hal ini dapat menyebar hingga organ yang lain. Pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali sangat disarankan untuk menghindari terjadinya pembusukan kecil yang dapat menyebabkan infeksi parah pada kemudian hari.

Sumber:

Sinrich, J. & Benton, E. (2021). 11 Reasons Your Teeth Hurt—And What To Do About Each One Women’s Health. [online]. https://www.womenshealthmag.com/health/a19931613/causes-of-tooth-pain/